alexametrics
32.8 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Berbagai Fasilitas Bimbel Persiapkan Siswa Menyongsong Cita-Cita

- Advertisement -

Radar Lamongan – Persaingan untuk masuk sekolah kedinasan, perguruan tinggi negeri (PTN) bahkan kemiliteran sangatlah ketat. Persiapan singkat tidak cukup untuk merealisasikan cita-cita tersebut. Karena itu, SMA Negeri 2 (SMADA) Lamongan berusaha memfasilitasi siswa dalam mempersiapkan semua mimpinya.

Salah satunya dengan menyediakan fasilitas bimbingan belajar (bimbel) untuk siswa dalam mempersiapkan diri sedini mungkin. Kepala SMA Negeri 2 Lamongan Drs H. Muki, M.Pd menjelaskan, awalnya guru dan lembaga merasa bingung karena ada siswa yang tidak bisa menembus cita-citanya sekolah kedinasan, kemiliteran, bahkan masuk PTN karena persiapan yang kurang. Sementara sekolah sudah memberikan pendidikan akademik sesuai kebutuhan.

Setelah dievaluasi, persiapan itu bukan hanya tentang akademik. Kesiapan fisik dan pendukung lainnya harus dipenuhi. Sekolah lalu membuka bimbel untuk persiapan ke perguruan tinggi kedinasan (PTK), perguruan tinggi negeri (PTN), dan perguruan tinggi militer (PTM/ TNI-Polri).

Baca Juga :  Hore, Dapat Jatah 538 CPNS

“Kalau bimbel di luar biayanya puluhan juta, kita fasilitasi dengan berbagai kemudahan. Fasilitas ini bisa dinikmati semua siswa mulai kelas X, XI, dan XII,” jelasnya. Bimbel ini dibedakan sesuai kebutuhan siswa.

Menurut dia, sekolah sengaja melakukan perjanjian tertulis Memorandum of Understanding (MoU) dengan profesional supaya program ini bisa berjalan maksimal. Apalagi, minat siswa sangat tinggi dalam mempersiapkan cita-citanya setelah lulus SMA sederajat nanti.

- Advertisement -

Muki mencontohkan untuk masuk PTM atau militer Polri. SMADA menggandeng KODIM 0812 Lamongan dan Polres Lamongan dalam memberikan pelatihan fisik serta psikotes yang dibutuhakan untuk mendaftar.

Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan RS Bhayangkara dan Kodam untuk memberikan pengetahuan siswa terkait kondisi fisik dan kesehatan sebelum mendaftar kemiliteran. “Kita sudah atur jadwalnya sesuai kebutuhan siswa.

Baca Juga :  Prediksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan

Nantinya ada kurikulum tersendiri menyesuaikan dengan jenjang kelasnya,” ujarnya kemarin (1/9) saat ditemui di ruangannya. Muki mengatakan, siswa sengaja dibekali sejak dini. Sehingga ada standar terukur dalam mempersiapkan cita-citanya. Mereka dipersiapkan fisik, akademik, serta kesehatannya.

Tujuannya agar siswa memiliki rasa percaya diri untuk bersaing saat menempuh tes ke PTN, kedinasan atau militer. Dalam hal ini, tim pelaksana bimbel bekerja sama dengan lembaga profesional dengan didampingi guru SMADA.

Bimbel ini bersifat pilihan. Artinya siswa bisa memilih salah satu dari tiga bimbel yang ada sesuai minat dan cita-cita mereka. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengikuti lebih dari satu bimbel jika berminat. Selain pelaksanaan bimbel, kegiatan utama yakni pembelajaran di kelas juga dapat terlaksana dengan baik sesuai kurikulum yang berlaku di era kebiasaan normal baru.

Radar Lamongan – Persaingan untuk masuk sekolah kedinasan, perguruan tinggi negeri (PTN) bahkan kemiliteran sangatlah ketat. Persiapan singkat tidak cukup untuk merealisasikan cita-cita tersebut. Karena itu, SMA Negeri 2 (SMADA) Lamongan berusaha memfasilitasi siswa dalam mempersiapkan semua mimpinya.

Salah satunya dengan menyediakan fasilitas bimbingan belajar (bimbel) untuk siswa dalam mempersiapkan diri sedini mungkin. Kepala SMA Negeri 2 Lamongan Drs H. Muki, M.Pd menjelaskan, awalnya guru dan lembaga merasa bingung karena ada siswa yang tidak bisa menembus cita-citanya sekolah kedinasan, kemiliteran, bahkan masuk PTN karena persiapan yang kurang. Sementara sekolah sudah memberikan pendidikan akademik sesuai kebutuhan.

Setelah dievaluasi, persiapan itu bukan hanya tentang akademik. Kesiapan fisik dan pendukung lainnya harus dipenuhi. Sekolah lalu membuka bimbel untuk persiapan ke perguruan tinggi kedinasan (PTK), perguruan tinggi negeri (PTN), dan perguruan tinggi militer (PTM/ TNI-Polri).

Baca Juga :  Cetak Siswa Siap Kerja, Siap Wirausaha, dan Siap Berkarya

“Kalau bimbel di luar biayanya puluhan juta, kita fasilitasi dengan berbagai kemudahan. Fasilitas ini bisa dinikmati semua siswa mulai kelas X, XI, dan XII,” jelasnya. Bimbel ini dibedakan sesuai kebutuhan siswa.

Menurut dia, sekolah sengaja melakukan perjanjian tertulis Memorandum of Understanding (MoU) dengan profesional supaya program ini bisa berjalan maksimal. Apalagi, minat siswa sangat tinggi dalam mempersiapkan cita-citanya setelah lulus SMA sederajat nanti.

- Advertisement -

Muki mencontohkan untuk masuk PTM atau militer Polri. SMADA menggandeng KODIM 0812 Lamongan dan Polres Lamongan dalam memberikan pelatihan fisik serta psikotes yang dibutuhakan untuk mendaftar.

Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan RS Bhayangkara dan Kodam untuk memberikan pengetahuan siswa terkait kondisi fisik dan kesehatan sebelum mendaftar kemiliteran. “Kita sudah atur jadwalnya sesuai kebutuhan siswa.

Baca Juga :  Hore, Dapat Jatah 538 CPNS

Nantinya ada kurikulum tersendiri menyesuaikan dengan jenjang kelasnya,” ujarnya kemarin (1/9) saat ditemui di ruangannya. Muki mengatakan, siswa sengaja dibekali sejak dini. Sehingga ada standar terukur dalam mempersiapkan cita-citanya. Mereka dipersiapkan fisik, akademik, serta kesehatannya.

Tujuannya agar siswa memiliki rasa percaya diri untuk bersaing saat menempuh tes ke PTN, kedinasan atau militer. Dalam hal ini, tim pelaksana bimbel bekerja sama dengan lembaga profesional dengan didampingi guru SMADA.

Bimbel ini bersifat pilihan. Artinya siswa bisa memilih salah satu dari tiga bimbel yang ada sesuai minat dan cita-cita mereka. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengikuti lebih dari satu bimbel jika berminat. Selain pelaksanaan bimbel, kegiatan utama yakni pembelajaran di kelas juga dapat terlaksana dengan baik sesuai kurikulum yang berlaku di era kebiasaan normal baru.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/