alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Dokter Berkomitmen Berperan Turunkan Angka Stunting

SATUAN tugas (satgas) penurunan angka stunting (gagal tumbuh akibat kurang gizi) yang dibentuk Bupati Lamongan, Fadeli di bawah Dinas Kesehatan cukup berhasil. Dibuktikan dengan penurunan angka stunting dari 23 Persen pada 2017, menjadi 9,5 Persen hingga Februari 2019. Meski begitu, Bupati Fadeli belum puas hingga target zero stunting di Lamongan bisa tercapai.

Hal itu disampaikannya dalam seminar ilmiah tentang penanganan stunting oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lamongan di Pendapa Lokatantra, Sabtu (31/8). “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya keras menurunkan angka stunting. Ini memang tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dilakukan semua pihak hingga kader posyandu. Tidak bisa hanya rumah sakit pemerintah, tapi juga swasta,” tuturnya.

Baca Juga :  Degradasi di Depan Mata

Bupati memberi apresiasi kepada IDI Cabang Lamongan yang sudah berinisiatif untuk ikut berperan dalam program menurunkan angka stunting di Lamongan.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama, antara IDI Cabang Lamongan, diwakili Ketua IDI Lamongan,  dr. Denny Viyanto dengan Dinas Kesehatan Lamongan, langsung ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan dr. Taufik Hidayat. Kesepakatan itu dalam rangka mendukung program kesehatan. Salah satu komitmen itu, IDI ikut bersama-sama mempercepat penurunan angka stunting serta mengendalikan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Dr. Denny Viyanto mengatakan, stunting salah satu persoalan kesehatan yang harus dituntaskan bersama, untuk mendapatkan generasi Lamongan sehat dan berdaya saing. ‘’Sehingga seluruh dokter berkomitmen meningkatkan profesionalisme, dan mendukung program stunting,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Bisnis Perhiasan Emas Fluktuatif di Lamongan

Dokter Spesialis Anak, dr. Rachmat Sentika, yang juga sebagai Satgas Perlindungan Anak Pengurus Pusat IDAI  (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengajak insan kesehatan di Lamongan, dalam upaya menanggulangi stunting untuk fokus menemukan anak usia di bawah 3 tahun yang memiliki berat badan dan tinggi kurang. ‘’Harus ada data hingga tingkat desa. Kemudian dibuatkan pemetaan sesuai kondisi anak, untuk kemudian menentukan sasaran prioritas,’’ terangnya.

Menurut dia, stunting di bawah usia 2 tahun dapat diatasi bila ditemukan lebih awal, meski di usia 2 hingga 5 tahun juga masih bisa dikoreksi. ‘’Program Pak Bupati (Fadeli) sudah bagus, tapi tidak akan efektif kalau tidak ada kesamaan persepsi. Acara hari ini bagus sekali untuk menyamakan persepsi tersebut,” ujarnya.

SATUAN tugas (satgas) penurunan angka stunting (gagal tumbuh akibat kurang gizi) yang dibentuk Bupati Lamongan, Fadeli di bawah Dinas Kesehatan cukup berhasil. Dibuktikan dengan penurunan angka stunting dari 23 Persen pada 2017, menjadi 9,5 Persen hingga Februari 2019. Meski begitu, Bupati Fadeli belum puas hingga target zero stunting di Lamongan bisa tercapai.

Hal itu disampaikannya dalam seminar ilmiah tentang penanganan stunting oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lamongan di Pendapa Lokatantra, Sabtu (31/8). “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya keras menurunkan angka stunting. Ini memang tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dilakukan semua pihak hingga kader posyandu. Tidak bisa hanya rumah sakit pemerintah, tapi juga swasta,” tuturnya.

Baca Juga :  Tes Tentukan Rapor Atlet Porprov

Bupati memberi apresiasi kepada IDI Cabang Lamongan yang sudah berinisiatif untuk ikut berperan dalam program menurunkan angka stunting di Lamongan.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama, antara IDI Cabang Lamongan, diwakili Ketua IDI Lamongan,  dr. Denny Viyanto dengan Dinas Kesehatan Lamongan, langsung ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan dr. Taufik Hidayat. Kesepakatan itu dalam rangka mendukung program kesehatan. Salah satu komitmen itu, IDI ikut bersama-sama mempercepat penurunan angka stunting serta mengendalikan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Dr. Denny Viyanto mengatakan, stunting salah satu persoalan kesehatan yang harus dituntaskan bersama, untuk mendapatkan generasi Lamongan sehat dan berdaya saing. ‘’Sehingga seluruh dokter berkomitmen meningkatkan profesionalisme, dan mendukung program stunting,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pamit Cari Ikan, Ditemukan Tak Bernyawa di Lamongan

Dokter Spesialis Anak, dr. Rachmat Sentika, yang juga sebagai Satgas Perlindungan Anak Pengurus Pusat IDAI  (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengajak insan kesehatan di Lamongan, dalam upaya menanggulangi stunting untuk fokus menemukan anak usia di bawah 3 tahun yang memiliki berat badan dan tinggi kurang. ‘’Harus ada data hingga tingkat desa. Kemudian dibuatkan pemetaan sesuai kondisi anak, untuk kemudian menentukan sasaran prioritas,’’ terangnya.

Menurut dia, stunting di bawah usia 2 tahun dapat diatasi bila ditemukan lebih awal, meski di usia 2 hingga 5 tahun juga masih bisa dikoreksi. ‘’Program Pak Bupati (Fadeli) sudah bagus, tapi tidak akan efektif kalau tidak ada kesamaan persepsi. Acara hari ini bagus sekali untuk menyamakan persepsi tersebut,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/