alexametrics
23 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Lamongan Naik Peringkat Jadi KLA Nindya

Radar Lamongan – Tahun ini Kabupaten Lamongan ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Kategori tersebut mengalami peningkatan dari Madya sejak 2019.

‘’Ini prestasi untuk kita semua warga Lamongan yang membanggakan dan patut kita syukuri di tengah kondisi pandemi (Covid-19) yang masih belum mereda,’’ tutur Bupati Lamo ngan, Yuhronur Efendi.

Bupati Yes – sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait atas dukungan dan kerjasama lintas perangkat daerah yang telah melaksanakan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Lamongan.

‘’Sukses ini berkat kerja keras dan solid semua elemen pemerintah dan masyarakat demi untuk kejayaan Lamongan yang kita cintai ini,’’ tuturnya.

Sukses itu tak lepas dari inovasi yang dilakukan jajaran Pemkab Lamongan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang diapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Lebih Sering Produksi Pesawat untuk Atlet Pemula

Antara lain, Pelayanan Sarana Elektronik Gratis Berkas Online Administrasi Kependudukan (Sego Boran), Layanan Laboratorium (LALA) Mobile, Canting Instan dan masih banyak lagi.

Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf menambahkan, tahun ini Pemkab Lamongan juga telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok. ‘’Pengesahan perda itu sebagai bentuk usaha pemerintah dalam memaksimalkan terwujudnya KLA di Lamongan,’’ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspa Yoga saat menyampaikan penghargaan secara webinar mengatakan, penilaian KLA tahun ini melihat konsistensi pemerintah daerah dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan di masa pandemi Covid-19.

Karena KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dari pemerintah daerah, masya rakat, media dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dua Hari Bertambah 49 Kasus PMK di Lamongan

“Pemerintah membuat kebijakan, program dan kegiatan yang ditunjukkan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tahun ini, kita melihat konsistensi pemerintah dalam pemenuhan hak anak di masa pandemi, bagaimana bisa beradaptasi de ngan kondisi yang ada,” terangnya saat zoom dalam acara penghargaan KLA minggu lalu.

Penghargaan KLA telah dikembangkan sejak 2006 dan direvitalisasi pada 2011 dengan diikuti 15 kabupaten/kota. Pada 2019 sebanyak 247 kabupaten/kota dan 2021 diikuti oleh 270 kabupaten/ kota. Sejak 2019 Kabupaten Lamongan meraih KLA Kategori Madya. Dan pada tahun ini naik peringkat menjadi Kategori Nindya.  

Radar Lamongan – Tahun ini Kabupaten Lamongan ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Kategori tersebut mengalami peningkatan dari Madya sejak 2019.

‘’Ini prestasi untuk kita semua warga Lamongan yang membanggakan dan patut kita syukuri di tengah kondisi pandemi (Covid-19) yang masih belum mereda,’’ tutur Bupati Lamo ngan, Yuhronur Efendi.

Bupati Yes – sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait atas dukungan dan kerjasama lintas perangkat daerah yang telah melaksanakan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Lamongan.

‘’Sukses ini berkat kerja keras dan solid semua elemen pemerintah dan masyarakat demi untuk kejayaan Lamongan yang kita cintai ini,’’ tuturnya.

Sukses itu tak lepas dari inovasi yang dilakukan jajaran Pemkab Lamongan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang diapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Podcast dengan Teman

Antara lain, Pelayanan Sarana Elektronik Gratis Berkas Online Administrasi Kependudukan (Sego Boran), Layanan Laboratorium (LALA) Mobile, Canting Instan dan masih banyak lagi.

Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf menambahkan, tahun ini Pemkab Lamongan juga telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok. ‘’Pengesahan perda itu sebagai bentuk usaha pemerintah dalam memaksimalkan terwujudnya KLA di Lamongan,’’ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspa Yoga saat menyampaikan penghargaan secara webinar mengatakan, penilaian KLA tahun ini melihat konsistensi pemerintah daerah dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan di masa pandemi Covid-19.

Karena KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dari pemerintah daerah, masya rakat, media dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dorong Ada Hukuman Kebiri

“Pemerintah membuat kebijakan, program dan kegiatan yang ditunjukkan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tahun ini, kita melihat konsistensi pemerintah dalam pemenuhan hak anak di masa pandemi, bagaimana bisa beradaptasi de ngan kondisi yang ada,” terangnya saat zoom dalam acara penghargaan KLA minggu lalu.

Penghargaan KLA telah dikembangkan sejak 2006 dan direvitalisasi pada 2011 dengan diikuti 15 kabupaten/kota. Pada 2019 sebanyak 247 kabupaten/kota dan 2021 diikuti oleh 270 kabupaten/ kota. Sejak 2019 Kabupaten Lamongan meraih KLA Kategori Madya. Dan pada tahun ini naik peringkat menjadi Kategori Nindya.  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/