alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Sering Minder Lihat Lawan, Tingkatkan Sabuk

FIRNANDA Abimanyu belum pernah menggigit medali emas kejuaraan nasional. Dia hanya pernah meraih medali perak dan perunggu. Namun, ambisinya masih besar.

Sejak kelas V SD, Firnanda Abimanyu menyukai silat. Namun, keinginannya menjadi pesilat handal tidak cepat terwujud. Kesempatan mengikuti turnamen jarang diperolehnya.

Abi tidak patah semangat. Agar bisa mengikuti jejak para seniornya, dia rajin berlatih. Bahkan, Abi tidak pernah absen latihan. Dalam satu minggu, dia mentargetkan bisa menguasai satu jurus. Sesulit apapun itu, dia selalu berusaha. Salah satu caranya, berkomunikasi aktif bersama pelatih.

Seringnya berkomunikasi, membuat Abi dinilai sebagai atlet yang aktif. Meskipun, ilmu yang dimilikinya masih jauh dari senior. ‘’Intinya aktif dan saya tidak malu untuk bertanya meski nantinya ditertawakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kuota Pupuk Subsidi Tersisa Dua Persen

Dukungan penuh kedua orang tua membuat Abi semakin bersemangat. Selama hampir empat tahun berlatih, dia tiga kali mencicipi kejuaraan lumayan bergensi. Dua di antaranya membuahkan prestasi. Yakni, juara kedua di Jogjakarta tahun lalu dan meraih medali perunggu di Malang bulan lalu. Kejuaraan tersebut berlabel nasional.

Setiap perlombaan selalu menjadi ajang evaluasi bagi siswa kelas VIII SMP itu. Menurut dia, tanpa kekalahan maka tidak bisa meraih kemenangan. Dia terus belajar untuk memperbaiki diri.

Termasuk menambah keyakinan dan mengasah mental. Sebab, mental takut bisa mengurangi performa seorang atlet saat bertanding.  Abi mengaku sering merasa minder terhadap lawan. Apalagi bila lawannya memiliki tubuh yang kekar dan garang. Dia tidak bisa mengendalikan rasa takutnya selama pertandingan. Sehingga dia juga dikalahkan dengan rasa takutnya. Akhirnya pulang dengan kecewa.

Baca Juga :  Minat Daftar Tinggi, Pendaftaran Haji Ditutup

Saat ini, Abi berkeinginan meningkatkan sabuknya ke tingkat menengah. Selain rutin latihan, dia aktif berolahraga kelincahan dan kecepatan. “Masih perlu banyak latihan, dan terus berdoa,” tutur putra pasangan Labisun dan Kismuwati tersebut.

Dalam waktu dekat, Abi mempersiapkan diri menghadapi event tingkat provinsi. Dia belum tahu pasti pelaksanaannya. Namun, pelatih sudah memberitahukannya.

FIRNANDA Abimanyu belum pernah menggigit medali emas kejuaraan nasional. Dia hanya pernah meraih medali perak dan perunggu. Namun, ambisinya masih besar.

Sejak kelas V SD, Firnanda Abimanyu menyukai silat. Namun, keinginannya menjadi pesilat handal tidak cepat terwujud. Kesempatan mengikuti turnamen jarang diperolehnya.

Abi tidak patah semangat. Agar bisa mengikuti jejak para seniornya, dia rajin berlatih. Bahkan, Abi tidak pernah absen latihan. Dalam satu minggu, dia mentargetkan bisa menguasai satu jurus. Sesulit apapun itu, dia selalu berusaha. Salah satu caranya, berkomunikasi aktif bersama pelatih.

Seringnya berkomunikasi, membuat Abi dinilai sebagai atlet yang aktif. Meskipun, ilmu yang dimilikinya masih jauh dari senior. ‘’Intinya aktif dan saya tidak malu untuk bertanya meski nantinya ditertawakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Lebih Senang Ajak Anak yang Sering Bicara Sendiri

Dukungan penuh kedua orang tua membuat Abi semakin bersemangat. Selama hampir empat tahun berlatih, dia tiga kali mencicipi kejuaraan lumayan bergensi. Dua di antaranya membuahkan prestasi. Yakni, juara kedua di Jogjakarta tahun lalu dan meraih medali perunggu di Malang bulan lalu. Kejuaraan tersebut berlabel nasional.

Setiap perlombaan selalu menjadi ajang evaluasi bagi siswa kelas VIII SMP itu. Menurut dia, tanpa kekalahan maka tidak bisa meraih kemenangan. Dia terus belajar untuk memperbaiki diri.

Termasuk menambah keyakinan dan mengasah mental. Sebab, mental takut bisa mengurangi performa seorang atlet saat bertanding.  Abi mengaku sering merasa minder terhadap lawan. Apalagi bila lawannya memiliki tubuh yang kekar dan garang. Dia tidak bisa mengendalikan rasa takutnya selama pertandingan. Sehingga dia juga dikalahkan dengan rasa takutnya. Akhirnya pulang dengan kecewa.

Baca Juga :  Sulastri Bersihkan Bahu Jalan

Saat ini, Abi berkeinginan meningkatkan sabuknya ke tingkat menengah. Selain rutin latihan, dia aktif berolahraga kelincahan dan kecepatan. “Masih perlu banyak latihan, dan terus berdoa,” tutur putra pasangan Labisun dan Kismuwati tersebut.

Dalam waktu dekat, Abi mempersiapkan diri menghadapi event tingkat provinsi. Dia belum tahu pasti pelaksanaannya. Namun, pelatih sudah memberitahukannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/