alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Berdalih Istri Meninggal dan Tak Kuat Menahan Nafsu

BLORA, Radar Bojonegoro – M, 40, ayah yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, S, 17, hingga hamil, ternyata sudah berkali-kali melakukan perbuatan bejatnya itu. Bahkan telah dilakukan sejak 2016. Dalihnya, karena istrinya sudah meninggal sejak 2015.

Pengakuannya di Mapolres Blora kemarin (1/8), dia menyetubuhi anak gadisnya setiap malam hari menjelang tidur. Karena selama ini dia dan anak gadisnya selalu tidur bersama, bahkan sejak masih kecil.

Dia mengaku, perasaannya kepada anaknya itu berubah ketika istrinya meninggal. ’’Kemudian ada rasa yang tidak wajar itu pak,’’ kilahnya.

Kemudian pada 2016 (tidak ingat persisnya), ketika menjelang tidur, dia mengaku mulai meraba-raba tubuh anak gadis yang harusnya dilindunginya itu. Hingga perbuatan bejatnya itu terjadi, dan berlangsung terus. Hingga putrinya yang seharusnya duduk di bangku kelas 2 SMA itu hamil.

M mengaku, dia melakukan perbuatannya itu sudah beberapa kali, ketika baru saja pulang dari merantau. ’’Setelah pulang selalu seperti itu (menyetubuhi, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Siswa Ikuti Tryout, Bukti Totalitas SMP Hadapi UNBK

Atas perbuatannya itu, dia mengaku khilaf. ’’Karena setiap orang itu punya kekhilafan pak,’’ tukasnya dengan nada menyesal. 

Dia berdalih, anaknya mau menuruti nafsu bejatnya tidak pernah dengan paksaan atau ancaman. ’’Ya karena mau minta hape untuk dijadikan seperti teman-temannya gitu,’’ katanya.

Karena kelakukan bejatnya itu, anaknya kini hamil 8 bulan lebih. Bahkan dari hitungan tersangka sendiri, anak gadis pertamanya itu akan melahirkan pada 25 Agustus nanti.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo melalui Penyidik Unik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora Aipda Suparno mengatakan, dari pengakuan tersangka, perbuatan bejatnya itu sudah dilakukan sejak 2016. Itupun sudah berkali-kali sampai tersangka lupa berapa kali. 

Baca Juga :  Sebanyak 1.420 Warga Bakal Teraliri Air Bersih

’’Hingga terakhir diketahui hamil 7 bulan dan tersangka ini melarikan diri,’’ ujarnya.

Semua perbuatan bejat tersangka itu dilakukan di rumahnya. Karena memang di rumah itu korban hanya tinggal bersama nenek, adik, dan tersangka. 

Tersangka mengaku tega mencabuli anaknya sendiri, karena alasan istrinya sudah meninggal pada 2015. Lalu anaknya itu sebagai penyalur nafsunya. ’’Katanya juga bentuk kasih sayang kepada anak,’’ ujar Suparno.

Berbeda dari pengakuan korban, ujar dia, korban mau menuruti nafsu bejat ayahnya itu karena diancam. Misalnya, tidak akan diberikan uang saku dan dianiaya. ’’Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman selama 15 tahun,’’ tandasnya.

Seperti diberitakan, korban diketahui hamil karena disetubuhi ayahnya. Juni lalu, M dilaporkan paman korban ke Polres Blora. Namun saat itu tersangka melarikan diri. Dua minggu kemudian baru berhasil ditangkap dan ditahan di Polsek Japah hingga kemarin (1/8).

BLORA, Radar Bojonegoro – M, 40, ayah yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, S, 17, hingga hamil, ternyata sudah berkali-kali melakukan perbuatan bejatnya itu. Bahkan telah dilakukan sejak 2016. Dalihnya, karena istrinya sudah meninggal sejak 2015.

Pengakuannya di Mapolres Blora kemarin (1/8), dia menyetubuhi anak gadisnya setiap malam hari menjelang tidur. Karena selama ini dia dan anak gadisnya selalu tidur bersama, bahkan sejak masih kecil.

Dia mengaku, perasaannya kepada anaknya itu berubah ketika istrinya meninggal. ’’Kemudian ada rasa yang tidak wajar itu pak,’’ kilahnya.

Kemudian pada 2016 (tidak ingat persisnya), ketika menjelang tidur, dia mengaku mulai meraba-raba tubuh anak gadis yang harusnya dilindunginya itu. Hingga perbuatan bejatnya itu terjadi, dan berlangsung terus. Hingga putrinya yang seharusnya duduk di bangku kelas 2 SMA itu hamil.

M mengaku, dia melakukan perbuatannya itu sudah beberapa kali, ketika baru saja pulang dari merantau. ’’Setelah pulang selalu seperti itu (menyetubuhi, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bangkit atau Semakin Sakit

Atas perbuatannya itu, dia mengaku khilaf. ’’Karena setiap orang itu punya kekhilafan pak,’’ tukasnya dengan nada menyesal. 

Dia berdalih, anaknya mau menuruti nafsu bejatnya tidak pernah dengan paksaan atau ancaman. ’’Ya karena mau minta hape untuk dijadikan seperti teman-temannya gitu,’’ katanya.

Karena kelakukan bejatnya itu, anaknya kini hamil 8 bulan lebih. Bahkan dari hitungan tersangka sendiri, anak gadis pertamanya itu akan melahirkan pada 25 Agustus nanti.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo melalui Penyidik Unik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora Aipda Suparno mengatakan, dari pengakuan tersangka, perbuatan bejatnya itu sudah dilakukan sejak 2016. Itupun sudah berkali-kali sampai tersangka lupa berapa kali. 

Baca Juga :  Para Atlet Blora Matangkan Persiapan Pekan Olahraga Daerah

’’Hingga terakhir diketahui hamil 7 bulan dan tersangka ini melarikan diri,’’ ujarnya.

Semua perbuatan bejat tersangka itu dilakukan di rumahnya. Karena memang di rumah itu korban hanya tinggal bersama nenek, adik, dan tersangka. 

Tersangka mengaku tega mencabuli anaknya sendiri, karena alasan istrinya sudah meninggal pada 2015. Lalu anaknya itu sebagai penyalur nafsunya. ’’Katanya juga bentuk kasih sayang kepada anak,’’ ujar Suparno.

Berbeda dari pengakuan korban, ujar dia, korban mau menuruti nafsu bejat ayahnya itu karena diancam. Misalnya, tidak akan diberikan uang saku dan dianiaya. ’’Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman selama 15 tahun,’’ tandasnya.

Seperti diberitakan, korban diketahui hamil karena disetubuhi ayahnya. Juni lalu, M dilaporkan paman korban ke Polres Blora. Namun saat itu tersangka melarikan diri. Dua minggu kemudian baru berhasil ditangkap dan ditahan di Polsek Japah hingga kemarin (1/8).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/