alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Kampung Tangguh Lamongan Yang Mengesankan

Radar Lamongan – Pembentukan Kampung Tangguh, Desa Tanggap Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan di seluruh desa/kelurahan zona merah mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran. Awalnya hanya empat desa, kini menjadi 63 desa/kelurahan.

Didampingi Bupati Lamongan Fadeli, orang nomor satu di Polda Jawa Timur itu mengunjungi salah satu Kampung Tangguh. Desa Tanggap Covid-19 Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamo ngan kemarin (1/6). Kapolda meninjau berbagai fasilitas penunjang di kampung tersebut. Juga ikut mendampingi, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Wabup Kartika Hidayati, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Sekkab Yuhronur Efendi, dan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan.

Bupati Fadeli menyampaikan, kampung tangguh, desa tanggap tersebut awalnya ditetapkan empat desa. Saat ini menjadi 63 desa/kelurahan. ‘’Di kawasan ini perangkat desa bersama tokoh masyarakat dan agama guyup berdisiplin menjalankan protokol kesehatan,’’ tuturnya. Bupati menambahkan, warganya juga saling membantu, terutama kepada yang terdampak Covid-19. Baik yang terdampak langsung maupun secara ekonomi dengan memantapkan lumbung desa.

Baca Juga :  Hasil UNBK Memunculkan Kesenjangan Pendidikan

Terkait upaya yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan mengatasi Covid-19, bupati yang juga ketua GTPPC Lamongan itu mengungkapkan banyak hal. Di antaranya, meningkatkan kecukupan alat pelindung diri, termasuk masker. Baik untuk tenaga kesehatan maupun dibagikan kepada masyarakat. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di pasar-pasar tradisional dengan secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan, mewajibkan penjual serta pembeli untuk memakai masker, dan jaga jarak selama transaksi. Sedangkan ruang isolasi, tambah dia, saat ini sudah disiapkan bangunan baru yang telah rampung 96 persen bantuan dari Kementerian PUPR.

‘’Fasilitas ini memiliki 75 bed ruang karantina dan 7 bed di ruang isolasi serta gedungnya sudah bertekanan negatif sehingga aman dari virus,’’ tuturnya. Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran sempat meninjau ruang isolasi, informasi, lumbung pangan, ruang kesehatan, pos penjagaan pintu masuk, dan ruang ganti bagi pekerja pulang pergi. Dia mengapresiasi adanya desa/ kelurahan tangguh di Lamongan. Apalagi, jumlahnya 63 desa/kelurahan tangguh pada 16 kecamatan. Desa/kelurahan tersebut sudah menerapkan protokoler kesehatan bagi warganya.

Baca Juga :  Nyaman Tinggal Bojonegoro

‘’Adanya desa tanguh ini adalah perintah dari saya dan ke sini adalah supervisi jalannya seperti bagaimana,’’ kata Kapolda. Dia menjelaskan, desa tangguh merupakan semangat gotong royong dan swadaya dari masyarakat. Partisipasi masyarakat yang dikedepankan. Jika ada kekurangan, maka kodim, polres, dan pemkab setempat memberi bantuan. ‘’Sangat bagus sekali adanya banyak desa tangguh yang sudah tersebar di kecamatan,’’ imbuhnya.

Dia berharap, desa/kelurahan tangguh ke depan bisa menjadi percontohan kota lainnya dengan bukti jumlah warga positif dan PDP tidak bertambah di desa tersebut. Bahkan, sebagian yang positif dan PDP bisa sembuh. ‘’Saya harap semua desa di Lamongan mempunyai kampung tangguh seperti ini,’’ harapnya. Menurut dia, desa/kelurahan tangguh bukan hanya untuk menghadapi Covid-19. Juga menghadapi persoalan social, keamanan, kesejahteraan, dan ketenagakerjaan. Apalagi bupati Lamongan telah memberikan SK kepada desa/ kelurahan tangguh. ‘’Berharap semua kabupaten seperti beliau, memberikan SK di desa tangguh,’’ ujarnya.

Radar Lamongan – Pembentukan Kampung Tangguh, Desa Tanggap Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan di seluruh desa/kelurahan zona merah mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran. Awalnya hanya empat desa, kini menjadi 63 desa/kelurahan.

Didampingi Bupati Lamongan Fadeli, orang nomor satu di Polda Jawa Timur itu mengunjungi salah satu Kampung Tangguh. Desa Tanggap Covid-19 Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamo ngan kemarin (1/6). Kapolda meninjau berbagai fasilitas penunjang di kampung tersebut. Juga ikut mendampingi, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Wabup Kartika Hidayati, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Sekkab Yuhronur Efendi, dan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan.

Bupati Fadeli menyampaikan, kampung tangguh, desa tanggap tersebut awalnya ditetapkan empat desa. Saat ini menjadi 63 desa/kelurahan. ‘’Di kawasan ini perangkat desa bersama tokoh masyarakat dan agama guyup berdisiplin menjalankan protokol kesehatan,’’ tuturnya. Bupati menambahkan, warganya juga saling membantu, terutama kepada yang terdampak Covid-19. Baik yang terdampak langsung maupun secara ekonomi dengan memantapkan lumbung desa.

Baca Juga :  Pendaftar SMAN 1 dan SMAN 2 Bojonegoro Bersaing Ketat

Terkait upaya yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan mengatasi Covid-19, bupati yang juga ketua GTPPC Lamongan itu mengungkapkan banyak hal. Di antaranya, meningkatkan kecukupan alat pelindung diri, termasuk masker. Baik untuk tenaga kesehatan maupun dibagikan kepada masyarakat. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di pasar-pasar tradisional dengan secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan, mewajibkan penjual serta pembeli untuk memakai masker, dan jaga jarak selama transaksi. Sedangkan ruang isolasi, tambah dia, saat ini sudah disiapkan bangunan baru yang telah rampung 96 persen bantuan dari Kementerian PUPR.

‘’Fasilitas ini memiliki 75 bed ruang karantina dan 7 bed di ruang isolasi serta gedungnya sudah bertekanan negatif sehingga aman dari virus,’’ tuturnya. Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran sempat meninjau ruang isolasi, informasi, lumbung pangan, ruang kesehatan, pos penjagaan pintu masuk, dan ruang ganti bagi pekerja pulang pergi. Dia mengapresiasi adanya desa/ kelurahan tangguh di Lamongan. Apalagi, jumlahnya 63 desa/kelurahan tangguh pada 16 kecamatan. Desa/kelurahan tersebut sudah menerapkan protokoler kesehatan bagi warganya.

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa Janji Kawal Judicial Review Omnibus Law

‘’Adanya desa tanguh ini adalah perintah dari saya dan ke sini adalah supervisi jalannya seperti bagaimana,’’ kata Kapolda. Dia menjelaskan, desa tangguh merupakan semangat gotong royong dan swadaya dari masyarakat. Partisipasi masyarakat yang dikedepankan. Jika ada kekurangan, maka kodim, polres, dan pemkab setempat memberi bantuan. ‘’Sangat bagus sekali adanya banyak desa tangguh yang sudah tersebar di kecamatan,’’ imbuhnya.

Dia berharap, desa/kelurahan tangguh ke depan bisa menjadi percontohan kota lainnya dengan bukti jumlah warga positif dan PDP tidak bertambah di desa tersebut. Bahkan, sebagian yang positif dan PDP bisa sembuh. ‘’Saya harap semua desa di Lamongan mempunyai kampung tangguh seperti ini,’’ harapnya. Menurut dia, desa/kelurahan tangguh bukan hanya untuk menghadapi Covid-19. Juga menghadapi persoalan social, keamanan, kesejahteraan, dan ketenagakerjaan. Apalagi bupati Lamongan telah memberikan SK kepada desa/ kelurahan tangguh. ‘’Berharap semua kabupaten seperti beliau, memberikan SK di desa tangguh,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/