alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Alat Berat Kerap Melintas, Dishub Tak Diajak Koordinasi

Radar Bojonegoro – Pengguna jalan Babat-Bojonegoro masih kerap terganggu dengan kemacetan saat tengah malam. Akhir-akhir ini kerap ada kendaraan berat untuk pengembangan proyek minyak dan gas (migas) melintas.

Seperti kemarin (1/6) dini hari, kendaraan berat mengangkut memuat benda berbentuk beton dengan ketinggian sekitar 5 meter. Panjang sekitar 30 meter. Lebarnya sekitar 4 meter. Sehingga pengangkutan alat berat hampir memenuhi jalan raya. ‘’Alat itu milik PT Rekind untuk pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB),’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono kemarin (1/6).

Adie menuturkan, pengangkutan alat berat itu tidak melibatkan pemkab atau dishub. Sehingga, kurang mengetahui detail jenis kendaraan dan penanggung jawab dari melintasnya alat berat tersebut. Sebab, untuk proses izinnya langsung ditangani Polda Jatim. Sehingga, dishub belum bisa memberikan keterangan dengan detail karena tidak pernah diajak koordinasi.

Baca Juga :  Siswa SMA Negeri 1 Lamongan Buat Papan Komposit Berbahan Ampas Tebu

‘’Memang banyak yang tanya, tapi kami tidak pernah diajak koordinasi,’’ keluhnya. Humas PT Pertamina Energi dan Produksi Cepu (PEPC) Edi Purnomo belum bisa memastikan alat itu milik perusahaannya. Sebab, untuk pengangkutan absorber sudah tuntas. Namun pihaknya akan koordinasi lebih lanjut dengan RJJ atau PT Rekind, Japan Gas Corporation, Japan Gas Corporation Indonesia).

‘’Saya koordinasikan dulu dengan RJJ,’’ katanya terpisah. Dia menambahkan, pengangkutan alat berat selama ini identik dengan proyek JTB. Padahal tidak semua alat berat itu milik PT PEPC. Seperti pengangkutan alat berat di Jalan Veteran beberapa waktu lalu. Itu juga bukan alat berat milik PT PEPC.

Radar Bojonegoro – Pengguna jalan Babat-Bojonegoro masih kerap terganggu dengan kemacetan saat tengah malam. Akhir-akhir ini kerap ada kendaraan berat untuk pengembangan proyek minyak dan gas (migas) melintas.

Seperti kemarin (1/6) dini hari, kendaraan berat mengangkut memuat benda berbentuk beton dengan ketinggian sekitar 5 meter. Panjang sekitar 30 meter. Lebarnya sekitar 4 meter. Sehingga pengangkutan alat berat hampir memenuhi jalan raya. ‘’Alat itu milik PT Rekind untuk pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB),’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono kemarin (1/6).

Adie menuturkan, pengangkutan alat berat itu tidak melibatkan pemkab atau dishub. Sehingga, kurang mengetahui detail jenis kendaraan dan penanggung jawab dari melintasnya alat berat tersebut. Sebab, untuk proses izinnya langsung ditangani Polda Jatim. Sehingga, dishub belum bisa memberikan keterangan dengan detail karena tidak pernah diajak koordinasi.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Intensitas Air Hujan Naik 40 Persen

‘’Memang banyak yang tanya, tapi kami tidak pernah diajak koordinasi,’’ keluhnya. Humas PT Pertamina Energi dan Produksi Cepu (PEPC) Edi Purnomo belum bisa memastikan alat itu milik perusahaannya. Sebab, untuk pengangkutan absorber sudah tuntas. Namun pihaknya akan koordinasi lebih lanjut dengan RJJ atau PT Rekind, Japan Gas Corporation, Japan Gas Corporation Indonesia).

‘’Saya koordinasikan dulu dengan RJJ,’’ katanya terpisah. Dia menambahkan, pengangkutan alat berat selama ini identik dengan proyek JTB. Padahal tidak semua alat berat itu milik PT PEPC. Seperti pengangkutan alat berat di Jalan Veteran beberapa waktu lalu. Itu juga bukan alat berat milik PT PEPC.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/