alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Air Bengawan Menghitam

BOJONEGORO – Air Sungai Bengawan Solo kemarin (1/6) mendadak terlihat keruh. Air terlihat cokelat dan menghitam. Warga di sepanjang aliran sungai pun merasa heran fenomena ini. Diduga air keruh karena berkurangnya debit air di awal musim kemarau ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro bergegas melakukan uji TDS portable di kawasan Taman Bengawan Solo (TBS). Hasil uji yakni 568 miligram per liter (mg/L). Tentu, air Sungai Bengawan Solo tersebut masih memenuhi baku mutu.

Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001, Sungai Bengawan Solo dengan peruntukan kelas 3 (perikanan, peternakan, dan pertanaman) dengan baku mutu untuk TDS 1.000 mg/L. ‘’Sehingga masih memenuhi baku mutu. Sebab, standar baku mutunya yakni 1.000 miligram per liter,” kata Kepala DLH Bojonegoro Nurul Azizah.

Baca Juga :  Imbau Truk Over Tonase lewat Jombang

Dia mengatakan, setelah menerima laporan, bergegas menerjunkan tim memantau kondisi. Meski warna kehitaman, air tidak bau dan juga tidak ditemukan ikan mati. Sehingga dengan hasil uji lab, air Sungai Bengawan Solo masih aman dipergunakan.

Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar seminggu lebih di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Yakni Kecamatan Margomulyo. Sehingga, kondisi aliran air ini terjadi merata.

‘’Namun, hal ini bukan karena sampah atau limbah popok. Adapun gegara berkurangnya debit air di musim kemarau,” ujar mantan Camat Kalitidu ini.

Sementara itu, misalkan masyarakat hendak menggunakan air Bengawan Solo untuk kebutuhan rumah tangga, dia menyarankan agar melakukan proses filter. Alatnya harus memenuhi standar baku mutu. ‘’Dan alat tersebut yang mengetahui PDAM,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Melonjak, Hanya Tersisa 2 Kamar Isolasi Covid di RSUD Lamongan

BOJONEGORO – Air Sungai Bengawan Solo kemarin (1/6) mendadak terlihat keruh. Air terlihat cokelat dan menghitam. Warga di sepanjang aliran sungai pun merasa heran fenomena ini. Diduga air keruh karena berkurangnya debit air di awal musim kemarau ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro bergegas melakukan uji TDS portable di kawasan Taman Bengawan Solo (TBS). Hasil uji yakni 568 miligram per liter (mg/L). Tentu, air Sungai Bengawan Solo tersebut masih memenuhi baku mutu.

Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001, Sungai Bengawan Solo dengan peruntukan kelas 3 (perikanan, peternakan, dan pertanaman) dengan baku mutu untuk TDS 1.000 mg/L. ‘’Sehingga masih memenuhi baku mutu. Sebab, standar baku mutunya yakni 1.000 miligram per liter,” kata Kepala DLH Bojonegoro Nurul Azizah.

Baca Juga :  Suporter Minta Manajemen Komitmen Ucapan 

Dia mengatakan, setelah menerima laporan, bergegas menerjunkan tim memantau kondisi. Meski warna kehitaman, air tidak bau dan juga tidak ditemukan ikan mati. Sehingga dengan hasil uji lab, air Sungai Bengawan Solo masih aman dipergunakan.

Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar seminggu lebih di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Yakni Kecamatan Margomulyo. Sehingga, kondisi aliran air ini terjadi merata.

‘’Namun, hal ini bukan karena sampah atau limbah popok. Adapun gegara berkurangnya debit air di musim kemarau,” ujar mantan Camat Kalitidu ini.

Sementara itu, misalkan masyarakat hendak menggunakan air Bengawan Solo untuk kebutuhan rumah tangga, dia menyarankan agar melakukan proses filter. Alatnya harus memenuhi standar baku mutu. ‘’Dan alat tersebut yang mengetahui PDAM,” jelasnya.

Baca Juga :  Crazy Rich di Mana Saja

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/