alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Rp 170 Juta untuk PPDB Online

- Advertisement -

BOJONEGORO – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mengalokasikan anggaran Rp 170 juta untuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Anggaran itu lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi menjelaskan, anggaran PPDB tahun ini kecil karena ada pemangkasan anggaran yang terjadi sebelumnya. Namun, anggaran itu sudah dipastikan cukup untuk melaksanakan PPDB online dan offline. “Sudah cukup karena yang butuh biaya banyak hanya online,” terang dia.

Hanafi menjelaskan, anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pemasangan jaringan dan berbagai perangkat untuk PPDB online. PPDB tersebut nantinya akan ditangani oleh pihak ketiga yang membidangi masalah teknologi informasi. “Ya tidak perlu lelang karena nilainya di bawah Rp 200 juta,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Ini Obor Api Estafet Menuju Tuban

Tahun-tahun sebelumnya anggaran PPDB selalu di atas Rp 200 juta. Itu karena tahun-tahun sebelumnya masih ada SMA/SMK yang juga ikut melaksanakan PPDB. Sejak tahun lalu SMA/SMK sudah dikelola oleh provinsi. 

Tahun sebelumnya pengerjaan PPDB online harus dilelang karena anggaran yang mencapai Rp 200 juta. Tahun ini akan langsung dilakukan sistem penunjukan karena nilainya di bawah Rp 200 juta.

Kabid SMP Puji Widodo menjelaskan, PPDB online SMP akan dilaksanakan pada 2 sampai 5 Juli mendatang. Sedangkan PPDB offline akan dilaksanakan mulai 28 Juni mendatang. PPDB offline tersebut diperuntukkan untuk siswa jalur prestasi, olahraga, keterpaduan, dan inklusif. Mereka nantinya tidak perlu melakukan tes untuk masuk. “Kuotanya juga terbatas,” jelasnya.

Baca Juga :  Awas Ular Masuk Rumah
- Advertisement -

Sedangkan pendaftaran reguler harus melalui online. Nantinya para calon siswa akan dibagi berdasarkan zona masing-masing. Ada 11 zona dalam PPDB SMPN. Setiap siswa bisa memilih sekolah-sekolah yang ada di zonanya masing-masing.

Menurut Puji, juknis PPDB tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Perubahan hanya terjadi di beberapa hal yang tidak krusial. “Namun intinya tetap sama dengan tahun lalu,” tutur dia.

Puji menambahkan, PPDB dengan sistem zonasi tersebut akan memudahkan siswa. Sebab, siswa dengan domisili terdekat dengan sekolah sangat besar peluang diterima. Sehingga, mereka tidak perlu sekolah jauh dari rumah. 

BOJONEGORO – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mengalokasikan anggaran Rp 170 juta untuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Anggaran itu lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi menjelaskan, anggaran PPDB tahun ini kecil karena ada pemangkasan anggaran yang terjadi sebelumnya. Namun, anggaran itu sudah dipastikan cukup untuk melaksanakan PPDB online dan offline. “Sudah cukup karena yang butuh biaya banyak hanya online,” terang dia.

Hanafi menjelaskan, anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pemasangan jaringan dan berbagai perangkat untuk PPDB online. PPDB tersebut nantinya akan ditangani oleh pihak ketiga yang membidangi masalah teknologi informasi. “Ya tidak perlu lelang karena nilainya di bawah Rp 200 juta,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru, Permintaan Miras Tinggi

Tahun-tahun sebelumnya anggaran PPDB selalu di atas Rp 200 juta. Itu karena tahun-tahun sebelumnya masih ada SMA/SMK yang juga ikut melaksanakan PPDB. Sejak tahun lalu SMA/SMK sudah dikelola oleh provinsi. 

Tahun sebelumnya pengerjaan PPDB online harus dilelang karena anggaran yang mencapai Rp 200 juta. Tahun ini akan langsung dilakukan sistem penunjukan karena nilainya di bawah Rp 200 juta.

Kabid SMP Puji Widodo menjelaskan, PPDB online SMP akan dilaksanakan pada 2 sampai 5 Juli mendatang. Sedangkan PPDB offline akan dilaksanakan mulai 28 Juni mendatang. PPDB offline tersebut diperuntukkan untuk siswa jalur prestasi, olahraga, keterpaduan, dan inklusif. Mereka nantinya tidak perlu melakukan tes untuk masuk. “Kuotanya juga terbatas,” jelasnya.

Baca Juga :  Kedelai Langka, Produsen Tahu Menunggu Panen Petani Lokal
- Advertisement -

Sedangkan pendaftaran reguler harus melalui online. Nantinya para calon siswa akan dibagi berdasarkan zona masing-masing. Ada 11 zona dalam PPDB SMPN. Setiap siswa bisa memilih sekolah-sekolah yang ada di zonanya masing-masing.

Menurut Puji, juknis PPDB tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Perubahan hanya terjadi di beberapa hal yang tidak krusial. “Namun intinya tetap sama dengan tahun lalu,” tutur dia.

Puji menambahkan, PPDB dengan sistem zonasi tersebut akan memudahkan siswa. Sebab, siswa dengan domisili terdekat dengan sekolah sangat besar peluang diterima. Sehingga, mereka tidak perlu sekolah jauh dari rumah. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/