alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Optimistis Usai 24 Juni Mendatang

KOTA – Pengerjaan Jembatan Bojonegoro-Trucuk masih terus berlangsung. Pemkab Bojonegoro optimistis jembatan itu kelar pada 24 Juni mendatang. Penjabat (Pj) Bupati Suprianto berharap proyek jembatan itu bisa selesai tepat waktu. Sebab, pengerjaan jembatan itu sudah terlambat selama beberapa bulan. “Jadi, saya harap bisa segera diselesaikan,” tegasnya jumat (1/6).

Suprianto menjelaskan, Mei lalu pengerjaan jembatan sudah mencapai 85 persen. Dia yakin dengan sisa waktu saat ini pengerjaan bisa selesai 24 Juni mendatang. Jika tidak bisa menyelesaikan, rekanan akan terkena penalti. “Itu rekanannya siang malam bekerja takut kalau dendanya makin banyak,” ucapnya. Rekanan mengerjakan jembatan membelah Sungai Bengawan Solo tersebut memang sudah menanggung beban denda besar.

Baca Juga :  Pendapatan Daerah Baru Tercapai Rp 1,4 Triliun

Bahkan, dendanya diperkirakan mencapai Rp 40 juta per hari. Banyak pihak mendorong agar proses pengerjaan jembatan itu dihentikan. Kemudian dilelang ulang. Sebab, rekanan sudah terlambat sejak Desember 2017. Namun, pemkab tidak mau mengambil langkah itu. Pemkab terus melanjutkan proyek itu sampai tuntas. Suprianto mengklaim, jika proyek itu dihentikan, tidak akan ada rekanan baru akan mengerjakannya.

Bahkan, proyek itu bisa terkatung-katung sampai bertahun-tahun. “Jadi itu harus diselesaikan secepatnya,” terangnya. Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Fauzan mengatakan, proyek jembatan itu diperpanjang setelah pemkab berkonsultasi dengan BPK. Perpanjangan disarankan sampai 24 Juni. 

KOTA – Pengerjaan Jembatan Bojonegoro-Trucuk masih terus berlangsung. Pemkab Bojonegoro optimistis jembatan itu kelar pada 24 Juni mendatang. Penjabat (Pj) Bupati Suprianto berharap proyek jembatan itu bisa selesai tepat waktu. Sebab, pengerjaan jembatan itu sudah terlambat selama beberapa bulan. “Jadi, saya harap bisa segera diselesaikan,” tegasnya jumat (1/6).

Suprianto menjelaskan, Mei lalu pengerjaan jembatan sudah mencapai 85 persen. Dia yakin dengan sisa waktu saat ini pengerjaan bisa selesai 24 Juni mendatang. Jika tidak bisa menyelesaikan, rekanan akan terkena penalti. “Itu rekanannya siang malam bekerja takut kalau dendanya makin banyak,” ucapnya. Rekanan mengerjakan jembatan membelah Sungai Bengawan Solo tersebut memang sudah menanggung beban denda besar.

Baca Juga :  Pemkab Belum Lebarkan Akses Jalan

Bahkan, dendanya diperkirakan mencapai Rp 40 juta per hari. Banyak pihak mendorong agar proses pengerjaan jembatan itu dihentikan. Kemudian dilelang ulang. Sebab, rekanan sudah terlambat sejak Desember 2017. Namun, pemkab tidak mau mengambil langkah itu. Pemkab terus melanjutkan proyek itu sampai tuntas. Suprianto mengklaim, jika proyek itu dihentikan, tidak akan ada rekanan baru akan mengerjakannya.

Bahkan, proyek itu bisa terkatung-katung sampai bertahun-tahun. “Jadi itu harus diselesaikan secepatnya,” terangnya. Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Fauzan mengatakan, proyek jembatan itu diperpanjang setelah pemkab berkonsultasi dengan BPK. Perpanjangan disarankan sampai 24 Juni. 

Artikel Terkait

Most Read

Suket e-KTP Bisa untuk Pilgub

Raib, Arca Nandi di Candi Bulu

Artikel Terbaru


/