alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Akhirnya, Gedung DPRD Batal Dibangun

BOJONEGORO – Rencana pembangunan gedung baru DPRD dipastikan batal. Tahun ini gedung DPRD itu hanya direhab beberapa bagiannya saja. Padahal, sebelumnya anggota DPRD sudah mendesak pemkab agar membangun kantor.

Bahkan, sudah bergulir opsi tempat yang akan dibangun. Pemkab pun memberi opsi tiga tempat. Namun, akhir April ini, ternyata gedung para legislator tersebut gagal dibangun tahun ini. “Rapat koordinasi sudah kami lakukan, memang hanya rehab. Bukan membangun baru,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD (Sekwan) Tedjo Sukmono kemarin (30/4).

Bagian yang akan direhab adalah lantai dua. Terdiri ruang paripurna, ruang fraksi, pimpinan, dan sekretaris dewan (sekwan). Sebab, bagian itu yang mengalami banyak kerusakan. Terutama saat hujan banyak kebocoran di sejumlah titik.

Baca Juga :  Gagal Bayar Proyek Belum Tuntas

“Hanya bagian atas itu nanti yang akan direhab,” jelasnya.

Tedjo menjelaskan, awalnya gedung DPRD memang akan dibangun baru. Namun, setelah dibahas ulang, gedung baru itu tidak jadi dibangun. Namun, hanya direhab saja.  Awalnya, anggaran dipasang pembangunan gedung itu mencapai Rp 75 miliar. Namun, jika hanya rehab, anggaran yang dibutuhkan tidak akan sebanyak itu.

“Perkiraan antara Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar,” terang Tedjo.

Tedjo belum mengetahui secara pasti kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Sebab, yang menangani adalah dinas perumahan, kawasan pemukiman dan cipta karya. “Saya tidak tahu apakah pembangunan gedung baru akan dilaksanakan. Yang jelas tahun ini hanya rehab,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas Sosial Diminta Evaluasi Menyeluruh BPNT Pusat

Awalnya, pemkab merencanakan pembangunan gedung DPRD dilakukan tahun ini. Rencananya, gedung itu akan dibangun empat lantai. Jika dibangun di lokasi saat ini, areal lahan akan diperluas hingga kantor badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol).

Bahkan, sebelumnya ada banyak opsi lokasi gedung baru itu. Mulai di Jalan Veteran, Jalan Hos Cokroaminoto, dan di lokasi saat ini.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sigit Kushariyanto juga menyatakan gedung DPRD tahun ini hanya direhab. Sehingga, akan dibangun di lokasi saat ini. Bukan di lokasi baru. “Mengenai teknisnya di OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” jelasnya.

BOJONEGORO – Rencana pembangunan gedung baru DPRD dipastikan batal. Tahun ini gedung DPRD itu hanya direhab beberapa bagiannya saja. Padahal, sebelumnya anggota DPRD sudah mendesak pemkab agar membangun kantor.

Bahkan, sudah bergulir opsi tempat yang akan dibangun. Pemkab pun memberi opsi tiga tempat. Namun, akhir April ini, ternyata gedung para legislator tersebut gagal dibangun tahun ini. “Rapat koordinasi sudah kami lakukan, memang hanya rehab. Bukan membangun baru,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD (Sekwan) Tedjo Sukmono kemarin (30/4).

Bagian yang akan direhab adalah lantai dua. Terdiri ruang paripurna, ruang fraksi, pimpinan, dan sekretaris dewan (sekwan). Sebab, bagian itu yang mengalami banyak kerusakan. Terutama saat hujan banyak kebocoran di sejumlah titik.

Baca Juga :  Klaim Harga Tanah di Kawasan Kanor Mulai Naik

“Hanya bagian atas itu nanti yang akan direhab,” jelasnya.

Tedjo menjelaskan, awalnya gedung DPRD memang akan dibangun baru. Namun, setelah dibahas ulang, gedung baru itu tidak jadi dibangun. Namun, hanya direhab saja.  Awalnya, anggaran dipasang pembangunan gedung itu mencapai Rp 75 miliar. Namun, jika hanya rehab, anggaran yang dibutuhkan tidak akan sebanyak itu.

“Perkiraan antara Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar,” terang Tedjo.

Tedjo belum mengetahui secara pasti kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Sebab, yang menangani adalah dinas perumahan, kawasan pemukiman dan cipta karya. “Saya tidak tahu apakah pembangunan gedung baru akan dilaksanakan. Yang jelas tahun ini hanya rehab,” jelasnya.

Baca Juga :  Formatur Terpilih, Semangat Menggali Kader Terbaik

Awalnya, pemkab merencanakan pembangunan gedung DPRD dilakukan tahun ini. Rencananya, gedung itu akan dibangun empat lantai. Jika dibangun di lokasi saat ini, areal lahan akan diperluas hingga kantor badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol).

Bahkan, sebelumnya ada banyak opsi lokasi gedung baru itu. Mulai di Jalan Veteran, Jalan Hos Cokroaminoto, dan di lokasi saat ini.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sigit Kushariyanto juga menyatakan gedung DPRD tahun ini hanya direhab. Sehingga, akan dibangun di lokasi saat ini. Bukan di lokasi baru. “Mengenai teknisnya di OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/