alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Razia Kendaraan, 627 Pelanggar Didominasi Anak di Bawah Umur

BOJONEGORO – Upaya aparat kepolisian untuk meminimalisir pelanggaran ketertiban berlalu lintas di jalan raya masih banyak pengendara roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang tidak tertib. Di wilayah hukum Polres Bojonegoro, selama lima hari digelarnya Operasi Patuh Semeru 2018, telah menindak sedikitnya 627 pelanggaran disiplin dan tertib berlalu lintas di jalan raya. Salah satu pelanggaran yang mendominasi ialah pelanggaran pengendara di bawah umur.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi menyampaikan, bahwa umumnya para pengendara di bawah umur tidak mempunyai SIM, tidak memakai helm, serta kerap kali tidak memerhatikan kelengkapan kendaraan bermotor saat berkendara. Beberapa juga tidak tertib berlalu lintas dengan cara melawan arus. “Pelanggaran tersebut tentu harus ditindak tegas, karena sangat membahayakan si pengendara dan pengguna jalan lainnya,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bojonegoro Selasa (1/5). Sebab, imbuh dia, dari segi postur tubuh tentu tidak layak mengendarai sepeda motor, lalu dari segi mentalitas pasti emosinya belum stabil.

Baca Juga :  Dua Rumah Ludes Terbakar

Untuk  menjaring para pengendara yang melanggar, setiap hari sejak (27/4) hingga (10/5) polisi akan menggelar razia pada lokasi dan waktu yang telah ditentukan secara acak. Harapannya, pelanggaran disiplin berlalu lintas akan semakin berkurang lagi. Selain itu, prioritas penanganan pada Operasi Patuh Semeru 2018 ialah melebihi batas kecepatan, penggunaan helm SNI, penggunaan sabuk pengaman, berkendaraan di bawah pengaruh alkohol, narkotika, dan obat terlarang. “Dan juga pengendara di bawah umur, menggunakan handphone saat berkendaraan, dan melawan arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satlantas Polres Bojonegoro, 24 persen atau 151 pelanggaran tujuh prioritas dan 76 persen atau 476 pelanggaran lainnya. Pada 151 pelanggaran tersebut, angka tertingginya ialah pengendara di bawah umur yakni 56 pelanggar, lalu disusul 39 pelanggaran lawan arus, 30 pelanggar helm tidak SNI, dan 26 pelanggar tak gunakan sabuk pengaman. (bgs/nas)

Baca Juga :  Kali Meluber, Pemukiman Terendam

BOJONEGORO – Upaya aparat kepolisian untuk meminimalisir pelanggaran ketertiban berlalu lintas di jalan raya masih banyak pengendara roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang tidak tertib. Di wilayah hukum Polres Bojonegoro, selama lima hari digelarnya Operasi Patuh Semeru 2018, telah menindak sedikitnya 627 pelanggaran disiplin dan tertib berlalu lintas di jalan raya. Salah satu pelanggaran yang mendominasi ialah pelanggaran pengendara di bawah umur.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi menyampaikan, bahwa umumnya para pengendara di bawah umur tidak mempunyai SIM, tidak memakai helm, serta kerap kali tidak memerhatikan kelengkapan kendaraan bermotor saat berkendara. Beberapa juga tidak tertib berlalu lintas dengan cara melawan arus. “Pelanggaran tersebut tentu harus ditindak tegas, karena sangat membahayakan si pengendara dan pengguna jalan lainnya,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bojonegoro Selasa (1/5). Sebab, imbuh dia, dari segi postur tubuh tentu tidak layak mengendarai sepeda motor, lalu dari segi mentalitas pasti emosinya belum stabil.

Baca Juga :  Satu Bulan Pinjam Laboratorium Unair untuk Teliti Bahan

Untuk  menjaring para pengendara yang melanggar, setiap hari sejak (27/4) hingga (10/5) polisi akan menggelar razia pada lokasi dan waktu yang telah ditentukan secara acak. Harapannya, pelanggaran disiplin berlalu lintas akan semakin berkurang lagi. Selain itu, prioritas penanganan pada Operasi Patuh Semeru 2018 ialah melebihi batas kecepatan, penggunaan helm SNI, penggunaan sabuk pengaman, berkendaraan di bawah pengaruh alkohol, narkotika, dan obat terlarang. “Dan juga pengendara di bawah umur, menggunakan handphone saat berkendaraan, dan melawan arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satlantas Polres Bojonegoro, 24 persen atau 151 pelanggaran tujuh prioritas dan 76 persen atau 476 pelanggaran lainnya. Pada 151 pelanggaran tersebut, angka tertingginya ialah pengendara di bawah umur yakni 56 pelanggar, lalu disusul 39 pelanggaran lawan arus, 30 pelanggar helm tidak SNI, dan 26 pelanggar tak gunakan sabuk pengaman. (bgs/nas)

Baca Juga :  Traffic Light Belum Dinaikkan, Jalan Tetap Ditutup

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/