alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Ukuran Tingkat Siaga Banjir Berubah

Radar Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo sempat memasuki siaga hijau, Rabu (31/3). Namun, kemarin (1/4) TMA turun lagi. Penetapan elevasi tingkat siaga banjir yakni hijau, kuning, dan merah, mengacu pada TMA Bengawan Solo mengalami perubahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah mene rima surat tembusan resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I. “Iya kami sudah terima surat resminya, sehingga Rabu (31/3) ditetapkan siaga hijau 12,06 meter, siaga kuning 13,06, dan siaga merah 14,04 meter,” tutur Kepala Pelak sana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto.

Menurut Ardhian, penetapan elevasi tingkat siaga banjir sebenarnya telah diberlakukan sejak 3 November 2020. Sedangkan sebelum BPBD Bojonegoro menerima surat tembusan dari BBWS Bengawan Solo dan PJT I, masih menggunakan acuan lama, yakni siaga hijau 13,00 meter, siaga kuning 14,00 meter, dan siaga merah 15,00.

Baca Juga :  Sumbangsih Blok Cepu Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Karena adanya perubahan elevasi tingkat siaga banjir, TMA Bengawan Solo sempat mengalami siaga hijau yaitu 12,80 meter pada Rabu lalu (31/3). Namun, tren TMA kemarin (1/4) cenderung menurun. Hingga berita ini ditulis pukul 18.00, kondisi TMA Bengawan Solo masih siaga hijau. Yakni, 12,06 meter.

“Tren TMA Bengawan Solo hari ini (kemarin) terus mengalami penurunan,” kata Ardhian. Sementara itu, kenaikan TMA Bengawan Solo bergantung pada intensitas hujan di wilayah hulu. Pihak BPBD Bojonegoro bisa memantau gerakan air Bengawan Solo.

Air wilayah Ngawi menuju Karangnongko di Kecamatan Ngraho, membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam.

Baca Juga :  Patuhi Prokes, Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Radar Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo sempat memasuki siaga hijau, Rabu (31/3). Namun, kemarin (1/4) TMA turun lagi. Penetapan elevasi tingkat siaga banjir yakni hijau, kuning, dan merah, mengacu pada TMA Bengawan Solo mengalami perubahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah mene rima surat tembusan resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I. “Iya kami sudah terima surat resminya, sehingga Rabu (31/3) ditetapkan siaga hijau 12,06 meter, siaga kuning 13,06, dan siaga merah 14,04 meter,” tutur Kepala Pelak sana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto.

Menurut Ardhian, penetapan elevasi tingkat siaga banjir sebenarnya telah diberlakukan sejak 3 November 2020. Sedangkan sebelum BPBD Bojonegoro menerima surat tembusan dari BBWS Bengawan Solo dan PJT I, masih menggunakan acuan lama, yakni siaga hijau 13,00 meter, siaga kuning 14,00 meter, dan siaga merah 15,00.

Baca Juga :  34 Mesin JTB Ukuran Jumbo Bakal Melintas

Karena adanya perubahan elevasi tingkat siaga banjir, TMA Bengawan Solo sempat mengalami siaga hijau yaitu 12,80 meter pada Rabu lalu (31/3). Namun, tren TMA kemarin (1/4) cenderung menurun. Hingga berita ini ditulis pukul 18.00, kondisi TMA Bengawan Solo masih siaga hijau. Yakni, 12,06 meter.

“Tren TMA Bengawan Solo hari ini (kemarin) terus mengalami penurunan,” kata Ardhian. Sementara itu, kenaikan TMA Bengawan Solo bergantung pada intensitas hujan di wilayah hulu. Pihak BPBD Bojonegoro bisa memantau gerakan air Bengawan Solo.

Air wilayah Ngawi menuju Karangnongko di Kecamatan Ngraho, membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam.

Baca Juga :  Sumbangsih Blok Cepu Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/