alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri

BOJONEGORO – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kurang 15 hari lagi. Polres Bojonegoro siagakan 991 personel. Namun yang terlibat langsung pengamanan Pemilu 2019 sejumlah 845 personel. Selain itu, pengamanan juga didukung ratusan personel TNI.

“Jumlah personel pengamanan pemilu sebanyak 845 personel. 704 personel diterjunkan untuk penga­manan TPS dan sisanya 141 personel mem-backup apabila dibutuhkan,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli.

Apel Gelar Pasukan juga telah digelar guna memastikan kesiapan penga­manan Pemilu 2019 pada Jumat (22/3) lalu. Kapolres menerangkan, bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan. Karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Untuk itu saya berharap kepada personel bersama komponen masyarakat yang dilibatkan dalam pengamanan agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggungjawab, masyarakat diharap tenang karena sinergitas dan soliditas TNI-Polri terus ditingkatkan,” kata Kapolres.

Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan di lingkungan masing-masing sangatlah penting. Karena terciptanya keamanan tersebut bisa membuat setiap orang bebas melakukan aktivitas tanpa perlu adanya perasaan was-was. Jangan takut dan was-was.

“Kalau aman, kita tak perlu memiliki perasaan yang was-was lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Kontraktor Bantuan Keuangan Desa Perlu Serap Pekerja Lokal

Kapolres juga mengajak untuk bijak dalam menanggapi berita yang menyebar melalui media sosial yang mengandung konten hasutan, fitnah, ujaran kebencian, dan hoax. Jangan mudah termakan isu atau mungkin intimidasi. Tim cyber Polres Bojonegoro selalu memantau media sosial guna mengantisipasi penyebaran hoax. Ia juga mengingatkan agar tidak ada money politic selama tahapan Pemilu 2019. Sebab, ia telah membentuk satgassus money politics.

Tak hanya TNI-Polri saja, tapi juga stakeholder lainnya yang terlibat dalam pengamananan Pemilu 2019 siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan aman, damai dan sejuk.

Masyarakat pun harus ikut menyukseskannya. Apabila semua lapisan dan lini bisa kompak, tentunya akan membe­rikan dampak yang positif ke depannya.

“Kita TNI, Polri dan instansi terkait sudah siap dalam menga­mankan terselenggaranya Pemilu 2019 pada tangggal 17 April men­datang, jangan sampai ada kerusuhan, kami TNI-Polri siap mengamankan.” tegas Kapolres.

Guna mendukung suksesnya Pemilu 2019, Kapolres juga mengajak kepada seluruh masya­rakat yang mempunyai hak pilih dalam Pemilu 2019 untuk meng­gunakan hak pilihya dengan sebaik-baiknya dan tidak golput. Demi terciptanya demo­krasi yang bermartabat. Hak pilih tersebut tentunya akan me­nentukan pemimpin dan wakil rakyat lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Dinsos Siapkan Rp 1,1 Miliar Untuk Santunan Anak Yatim

“Jangan lupa semua masyarakat Bojonegoro saya menghimbau agar berbondong-bondong ke TPS untuk menggunakan hak pilih,” ajaknya.

Perlu diketahui, total anggota yang akan bersinergi dalam kesuksesan Pemilu 2019, sebanyak 6.000 personel. Gabungan dari anggota Polres Bojonegoro, anggota Kodim 0813 Bojonegoro, anggota Sub Denpom Bojonegoro, anggota Sat Brimob Kompi 3 Pelopor di Bojonegoro, anggota Dinas Perhu­bungan, anggota Dinas Kesehatan, anggota Kesbangpol, anggota Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, anggota Satpol PP, anggota Linmas, sejulah Relawan dari PMI, Tagana, serta anggota Pramuka.

Agar tidak ada yang mencoba mem­buat kerusuhan atau meman­cing kerusuhan dengan tindakan provokatif akan ditindak tegas TNI Polri beserta seluruh elemen dan masyarkat akan menjaga bojonegoro tetap aman damai dan sejuk.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menuturkan tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penye­lenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP, wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

“Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI dan Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kurang 15 hari lagi. Polres Bojonegoro siagakan 991 personel. Namun yang terlibat langsung pengamanan Pemilu 2019 sejumlah 845 personel. Selain itu, pengamanan juga didukung ratusan personel TNI.

“Jumlah personel pengamanan pemilu sebanyak 845 personel. 704 personel diterjunkan untuk penga­manan TPS dan sisanya 141 personel mem-backup apabila dibutuhkan,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli.

Apel Gelar Pasukan juga telah digelar guna memastikan kesiapan penga­manan Pemilu 2019 pada Jumat (22/3) lalu. Kapolres menerangkan, bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan. Karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Untuk itu saya berharap kepada personel bersama komponen masyarakat yang dilibatkan dalam pengamanan agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggungjawab, masyarakat diharap tenang karena sinergitas dan soliditas TNI-Polri terus ditingkatkan,” kata Kapolres.

Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan di lingkungan masing-masing sangatlah penting. Karena terciptanya keamanan tersebut bisa membuat setiap orang bebas melakukan aktivitas tanpa perlu adanya perasaan was-was. Jangan takut dan was-was.

“Kalau aman, kita tak perlu memiliki perasaan yang was-was lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB)

Kapolres juga mengajak untuk bijak dalam menanggapi berita yang menyebar melalui media sosial yang mengandung konten hasutan, fitnah, ujaran kebencian, dan hoax. Jangan mudah termakan isu atau mungkin intimidasi. Tim cyber Polres Bojonegoro selalu memantau media sosial guna mengantisipasi penyebaran hoax. Ia juga mengingatkan agar tidak ada money politic selama tahapan Pemilu 2019. Sebab, ia telah membentuk satgassus money politics.

Tak hanya TNI-Polri saja, tapi juga stakeholder lainnya yang terlibat dalam pengamananan Pemilu 2019 siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan aman, damai dan sejuk.

Masyarakat pun harus ikut menyukseskannya. Apabila semua lapisan dan lini bisa kompak, tentunya akan membe­rikan dampak yang positif ke depannya.

“Kita TNI, Polri dan instansi terkait sudah siap dalam menga­mankan terselenggaranya Pemilu 2019 pada tangggal 17 April men­datang, jangan sampai ada kerusuhan, kami TNI-Polri siap mengamankan.” tegas Kapolres.

Guna mendukung suksesnya Pemilu 2019, Kapolres juga mengajak kepada seluruh masya­rakat yang mempunyai hak pilih dalam Pemilu 2019 untuk meng­gunakan hak pilihya dengan sebaik-baiknya dan tidak golput. Demi terciptanya demo­krasi yang bermartabat. Hak pilih tersebut tentunya akan me­nentukan pemimpin dan wakil rakyat lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Median Jalan Tak Standard Nasional.

“Jangan lupa semua masyarakat Bojonegoro saya menghimbau agar berbondong-bondong ke TPS untuk menggunakan hak pilih,” ajaknya.

Perlu diketahui, total anggota yang akan bersinergi dalam kesuksesan Pemilu 2019, sebanyak 6.000 personel. Gabungan dari anggota Polres Bojonegoro, anggota Kodim 0813 Bojonegoro, anggota Sub Denpom Bojonegoro, anggota Sat Brimob Kompi 3 Pelopor di Bojonegoro, anggota Dinas Perhu­bungan, anggota Dinas Kesehatan, anggota Kesbangpol, anggota Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, anggota Satpol PP, anggota Linmas, sejulah Relawan dari PMI, Tagana, serta anggota Pramuka.

Agar tidak ada yang mencoba mem­buat kerusuhan atau meman­cing kerusuhan dengan tindakan provokatif akan ditindak tegas TNI Polri beserta seluruh elemen dan masyarkat akan menjaga bojonegoro tetap aman damai dan sejuk.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menuturkan tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penye­lenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP, wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

“Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI dan Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/