alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Thobahul Aftoni Siap Mengabdi

BOJONEGORO – Calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Thobahul Aftoni atau yang akrab dipanggil Toni, lahir di Bojonegoro pada tanggal 5 September 1980.

Dia adalah politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memulai aktivitas organisasinya di kampus melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kebayoran Lama.

Pengurus Cabang PMII Jakarta Selatan, Pengurus Koordinator Cabang PMII DKI Jakarta hingga Pengurus Besar PMII.

Kiprah Toni tak perlu diragukan. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen PPP dan saat ini mengemban amanah sebagai salah satu Ketua Departemen di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Karirnya dimulai sebagai sekretaris Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU), Tenaga Ahli Anggota dan Tenaga Ahli DPR RI Fraksi PPP, dan saat ini sebagai Kepala Sekretariat DPP PPP.

Baca Juga :  Tunjangan Perangkat Desa Dianggarkan Rp 71 M

Melalui visinya, Toni bertekad menjadikan DPR sebagai pusat aspirasi rakyat melalui pembuatan UU yang berpihak kepada kepentingan umat dengan bersadar pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Toni adalah putra asli Bojonegoro. Dia sekolah di MI Nurul Islam, Margomulyo, Bojonegoro, (1986 -1993). Mts Attanwir, Talun, Bojonegoro, (1993 – 1996). MA Attanwir, Talun, Bojonegoro (1996 – 1999). Pendidikan sarjananya di Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ), (2007).

Karir dalam pekerjaannya pun cukup moncer. Dia pernah di Tenaga Ahli Anggota DPR RI F-PPP, (2015-2017). Tenaga Ahli Fraksi PPP, (2017-Sekarang). Kepala Sekretariat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, (2017-Sekarang)

Saat dia menjadi anggota dewan nanti bersama partainya ada sepuluh program perjuangan. Yakni merealisasikan UU Anti Miras dan terbentuknya UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Baca Juga :  Efek Jembatan Harus Memicu Ekonomi Baru

Memperluas jumlah keluarga penerima PKH dari 4.000.000 Kepala Keluarga (KK) menjadi 10.000.000 dan 28.000.000 KK secara bertahap.

Meningkatkan pinjaman tanpa agunan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera  (Mekaar) dari Rp 2.000.000 menjadi Rp 5.000.000 per nasabah secara bertahap.

Meningkatkan tunjangan profesi guru honorer dari Rp. 250.000 perbulan menjadi Rp.1000.000 per bulan.

Menyediakan sarana dan prasarana pertanian, seperti traktor tangan, sprayer dan pemanen otomatis untuk setiap kelompok tani (Gapoktan).

Menaikkan besaran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Rp 1.890.000 menjadi Rp.3.780.000 per KK per tahun

Memberikan sarana dan prasarana penangkapan ikan kepada nelayan

Menggalakan Gerakan Nasional Wakaf Quran (GNWQ) dengan target 10.000.000 (sepuluh juta) mushaf Al-Qur’an

Merealisasikan terwujudnya Dana Desa menjadi Rp 1,4 miliar perdesa.

Melaksanakan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni bagi keluarga pra sejahtera.

BOJONEGORO – Calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Thobahul Aftoni atau yang akrab dipanggil Toni, lahir di Bojonegoro pada tanggal 5 September 1980.

Dia adalah politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memulai aktivitas organisasinya di kampus melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kebayoran Lama.

Pengurus Cabang PMII Jakarta Selatan, Pengurus Koordinator Cabang PMII DKI Jakarta hingga Pengurus Besar PMII.

Kiprah Toni tak perlu diragukan. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen PPP dan saat ini mengemban amanah sebagai salah satu Ketua Departemen di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Karirnya dimulai sebagai sekretaris Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU), Tenaga Ahli Anggota dan Tenaga Ahli DPR RI Fraksi PPP, dan saat ini sebagai Kepala Sekretariat DPP PPP.

Baca Juga :  Tunjangan Perangkat Desa Dianggarkan Rp 71 M

Melalui visinya, Toni bertekad menjadikan DPR sebagai pusat aspirasi rakyat melalui pembuatan UU yang berpihak kepada kepentingan umat dengan bersadar pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Toni adalah putra asli Bojonegoro. Dia sekolah di MI Nurul Islam, Margomulyo, Bojonegoro, (1986 -1993). Mts Attanwir, Talun, Bojonegoro, (1993 – 1996). MA Attanwir, Talun, Bojonegoro (1996 – 1999). Pendidikan sarjananya di Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ), (2007).

Karir dalam pekerjaannya pun cukup moncer. Dia pernah di Tenaga Ahli Anggota DPR RI F-PPP, (2015-2017). Tenaga Ahli Fraksi PPP, (2017-Sekarang). Kepala Sekretariat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, (2017-Sekarang)

Saat dia menjadi anggota dewan nanti bersama partainya ada sepuluh program perjuangan. Yakni merealisasikan UU Anti Miras dan terbentuknya UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Baca Juga :  Memproduksi Arak, PNS Digerebek

Memperluas jumlah keluarga penerima PKH dari 4.000.000 Kepala Keluarga (KK) menjadi 10.000.000 dan 28.000.000 KK secara bertahap.

Meningkatkan pinjaman tanpa agunan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera  (Mekaar) dari Rp 2.000.000 menjadi Rp 5.000.000 per nasabah secara bertahap.

Meningkatkan tunjangan profesi guru honorer dari Rp. 250.000 perbulan menjadi Rp.1000.000 per bulan.

Menyediakan sarana dan prasarana pertanian, seperti traktor tangan, sprayer dan pemanen otomatis untuk setiap kelompok tani (Gapoktan).

Menaikkan besaran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Rp 1.890.000 menjadi Rp.3.780.000 per KK per tahun

Memberikan sarana dan prasarana penangkapan ikan kepada nelayan

Menggalakan Gerakan Nasional Wakaf Quran (GNWQ) dengan target 10.000.000 (sepuluh juta) mushaf Al-Qur’an

Merealisasikan terwujudnya Dana Desa menjadi Rp 1,4 miliar perdesa.

Melaksanakan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni bagi keluarga pra sejahtera.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/