alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kenalkan Gerakan 1821

BOJONEGORO – Di tengah maraknya anak-anak kecil memakai dan menggunakan gadget (gawai) saat ini, sebenarnya jauh-jauh hari Mahfudhoh Suyoto sudah memperkenalkan gerakan 1821. Yakni gerakan menjauhkan anak-anak dari candu penggunaan gawai.

Tujuannya, untuk menghindarkan anak dari kecanduan smartphone. Sebab smartphone (gawai) mengandung dua mata pisau. Satu sisi mempermudah komunikasi, selebihnya bisa mematikan produktivitas dan semangat belajar anak-anak bila kecanduan. Karena itu, menggunakan smartphone secara seimbang, bagi anak-anak ataupun orang tua, menjadi jalan terbaik.

“ 1821 itu gerakan puasa gadget selama pukul 18.00 – 21.00, terutama bagi orang tua,” kata seorang pengurus PKK Kecamatan Purwosari, Atik minggu (1/4). Dia mengungkapkan, kerap diceritakan Bu Yoto, maraknya anak kecanduan smartphone tidak lepas dari pengaruh orang tua.

Baca Juga :  Rumah Pintar dan Rumah Inovasi Cerdas 

Anak-anak kecil yang memiliki kecanduan pada smartphone, tentu berada di lingkungan orang tua yang menyukai smartphone juga. Karena itu, Bu Yoto kerap mengimbau agar para orangtua melaksanakan program tersebut. Gerakan 1821, imbuh dia, merupakan gerakan mematikan ponsel selama pukul 18.00 sampai 21.00.

Khususnya bagi para orang tua yang tidak ingin anaknya kecanduan bermain ponsel. Sebab, anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat. Selama tiga jam itu tidak bermain ponsel. Namun diisi dengan agenda Bermain, Belajar dan Berbicara (3B). Sehingga, komunikasi anak dan orang tua kian intensif.

Salah seorang anggota Karang Taruna Ngumpakdalem, Edi menambahkan, tingginya kemampuan teknologi informasi berbanding lurus dengan menurunnya komunikasi langsung antar penghuni rumah. Kondisi itu memicu munculnya banyak masalah karena minimnya komunikasi.

Baca Juga :  Korban Banjir Ditemukan Tewas

Karena itu dia berharap agar banyak masyarakat mulai melakukan agenda 1821 dengan gembira. “Dengan berkurangnya penggunaan gadget, diharap mampu menghilangkan candu pada gawai tersebut,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Di tengah maraknya anak-anak kecil memakai dan menggunakan gadget (gawai) saat ini, sebenarnya jauh-jauh hari Mahfudhoh Suyoto sudah memperkenalkan gerakan 1821. Yakni gerakan menjauhkan anak-anak dari candu penggunaan gawai.

Tujuannya, untuk menghindarkan anak dari kecanduan smartphone. Sebab smartphone (gawai) mengandung dua mata pisau. Satu sisi mempermudah komunikasi, selebihnya bisa mematikan produktivitas dan semangat belajar anak-anak bila kecanduan. Karena itu, menggunakan smartphone secara seimbang, bagi anak-anak ataupun orang tua, menjadi jalan terbaik.

“ 1821 itu gerakan puasa gadget selama pukul 18.00 – 21.00, terutama bagi orang tua,” kata seorang pengurus PKK Kecamatan Purwosari, Atik minggu (1/4). Dia mengungkapkan, kerap diceritakan Bu Yoto, maraknya anak kecanduan smartphone tidak lepas dari pengaruh orang tua.

Baca Juga :  KSBP untuk Pendapatan dan Gizi Masyarakat

Anak-anak kecil yang memiliki kecanduan pada smartphone, tentu berada di lingkungan orang tua yang menyukai smartphone juga. Karena itu, Bu Yoto kerap mengimbau agar para orangtua melaksanakan program tersebut. Gerakan 1821, imbuh dia, merupakan gerakan mematikan ponsel selama pukul 18.00 sampai 21.00.

Khususnya bagi para orang tua yang tidak ingin anaknya kecanduan bermain ponsel. Sebab, anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat. Selama tiga jam itu tidak bermain ponsel. Namun diisi dengan agenda Bermain, Belajar dan Berbicara (3B). Sehingga, komunikasi anak dan orang tua kian intensif.

Salah seorang anggota Karang Taruna Ngumpakdalem, Edi menambahkan, tingginya kemampuan teknologi informasi berbanding lurus dengan menurunnya komunikasi langsung antar penghuni rumah. Kondisi itu memicu munculnya banyak masalah karena minimnya komunikasi.

Baca Juga :  Terdapat Pelaku UMKM Tak Tahu Informasi Lolos BLT

Karena itu dia berharap agar banyak masyarakat mulai melakukan agenda 1821 dengan gembira. “Dengan berkurangnya penggunaan gadget, diharap mampu menghilangkan candu pada gawai tersebut,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/