alexametrics
28.6 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Kasus Suap Masuk Tahap Ekspesi

- Advertisement -

BOJONEGORO – Kasus suap dengan terdakwa, Marfuah sudah memasuki sidang kedua. Agenda pembacaan eksepsi dijadwalkan hari ini (2/4). Penasehat hukum terdakwa, Fajar Yulianto mengatakan eksepsi telah disiapkan dan akan dibacakan di depan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

‘’(Eksepsi,Red) sudah siap,’’ katanya minggu (1/4). Dia tidak mengungkapkan materi eksepsi yang akan dibacakan. Namun dia meyakini perkara kliennya itu bukan perkara pidana. Fajar masih meyakini, apa yang menimpa kliennya adalah perkara utang piutang. Sehingga harus dibawa ke ranah perdata.

Pria yang berkantor di Gresik ini menuturkan, bukti Marfuah dan Supi terjalin utang piutang juga ada. Semua sudah dia simpan. ‘’Seharusnya itu adalah perkara perdata, bukan malah menjadi perkara pidana,’’ tukasnya. Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojonegoro, Agus Budiarto mengatakan, pihaknya telah menentukan pasal dakwaan. Dakwaannya pun telah dibaca.

Baca Juga :  Minta Penambangan Segera Dihentikan

Bila dakwaan yang telah diajukan jaksa penuntut umum (JPU) dirasa kurang pas, terdakwa memiliki hak untuk mengajukan eksepsi. ‘’Kami siap mendengarkan eksepsinya,’’ kata dia. Dalam dakwaan yang telah dibacakan, Mafuah didakwa dengan tiga pasal. Yakni pasal 5 huruf a dan b dengan ancaman pidana penjara paling sedikit satu tahun dan paling lama lima tahun tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 juta.

Sedangkan, paling banyak Rp 250 juta. Juga pasal 13 undang-undang 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 150 juta

Baca Juga :  Polres Selidiki Bantuan Keuangan Khusus Empat Desa

BOJONEGORO – Kasus suap dengan terdakwa, Marfuah sudah memasuki sidang kedua. Agenda pembacaan eksepsi dijadwalkan hari ini (2/4). Penasehat hukum terdakwa, Fajar Yulianto mengatakan eksepsi telah disiapkan dan akan dibacakan di depan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

‘’(Eksepsi,Red) sudah siap,’’ katanya minggu (1/4). Dia tidak mengungkapkan materi eksepsi yang akan dibacakan. Namun dia meyakini perkara kliennya itu bukan perkara pidana. Fajar masih meyakini, apa yang menimpa kliennya adalah perkara utang piutang. Sehingga harus dibawa ke ranah perdata.

Pria yang berkantor di Gresik ini menuturkan, bukti Marfuah dan Supi terjalin utang piutang juga ada. Semua sudah dia simpan. ‘’Seharusnya itu adalah perkara perdata, bukan malah menjadi perkara pidana,’’ tukasnya. Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojonegoro, Agus Budiarto mengatakan, pihaknya telah menentukan pasal dakwaan. Dakwaannya pun telah dibaca.

Baca Juga :  Tata Kelola Keuangan yang Baik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bila dakwaan yang telah diajukan jaksa penuntut umum (JPU) dirasa kurang pas, terdakwa memiliki hak untuk mengajukan eksepsi. ‘’Kami siap mendengarkan eksepsinya,’’ kata dia. Dalam dakwaan yang telah dibacakan, Mafuah didakwa dengan tiga pasal. Yakni pasal 5 huruf a dan b dengan ancaman pidana penjara paling sedikit satu tahun dan paling lama lima tahun tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 juta.

Sedangkan, paling banyak Rp 250 juta. Juga pasal 13 undang-undang 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 150 juta

Baca Juga :  Polres Selidiki Bantuan Keuangan Khusus Empat Desa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/