alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Harga Gabah Dikhawatirkan Semakin Anjlok

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Harga gabah dikhawatirkan bakal turun lebih jauh. Sebab, areal lahan padi di Bojonegoro yang belum panen ternyata masih cukup luas. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bojonegoro menyebutkan, luas areal lahan padi tahun ini adalah 151 ribu hektare.

Hingga kini areal itu belum semuanya dipanen. Saat semua dipanen, harga gabah bisa semakin turun. ‘’Masih belum semua dipanen. Baru kisaran 15 hingga 20 persen,’’ tutur Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nurhamid kemarin (1/3).

Tahun lalu, lanjutnya, Bojonegoro masih menjadi kabupetan nomor tiga dengan produksi padi terbanyak di Jawa Timur. Karena itu, produksi padi di Bojonegoro terus melimpah. Terutama wilayah yang ada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Bisa tanam padi sepanjang tahun. Imam mengakui harga gabah saat ini memang tren menurun. Itu terjadi karena produksi padi memang melimpah

Baca Juga :  Awas! Jembatan Jetak Rusak

Terutama saat sudah masuk panen raya padi. Turunnya harga gabah saat panen raya memang sulit dihindari. Pasokan yang melimpah membuat harga gabah turun. ‘’Itu berlaku untuk semua komoditas pertanian,’’ ujar Imam.

Petani, lanjut Imam, bisa menyiasatinya dengan menunda jual. Penundaan tidak perlu lama. Dia menyarankan cukup satu bulan saja. Sehingga, harga gabah akan kembali stabil. Dan saat itu gabah bisa dijual. Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Hendra Kurniawan mengatakan, harga gabah sebenarnya tidak turun. Harga gabah yang murah itu karena kualitas yang kurang bagus.

- Advertisement -

Misalnya, terendam banjir atau terserang hama. Sehingga, tengkulak gabah tidak membeli dengan harga standar. ‘’Kami Sabtu lalu cek langsung ke lokasi di Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu. Harganya stabil kisaran Rp 3.700 hingga Rp 4.000,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pembayaran Pesangon Eks Karyawan CV 369 Tobacco Berjalan Lancar

Hendra menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pembelian gabah sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020. Itu untuk gabah dan beras dengan kualitas medium dan premium. ‘’Kalau kualitasnya buruk ya tentunya harganya lebih murah,’’ jelasnya.

Tahun ini, lanjut Hendra, Bulog Cabang Bojonegoro menargetkan bisa membeli 10.153 ton gabah. Itu untuk tiga kabupaten. Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Dia memastikan gabah petani akan diserap maksimal. ‘’Kuota pembelian kami cukup banyak,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Harga gabah dikhawatirkan bakal turun lebih jauh. Sebab, areal lahan padi di Bojonegoro yang belum panen ternyata masih cukup luas. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bojonegoro menyebutkan, luas areal lahan padi tahun ini adalah 151 ribu hektare.

Hingga kini areal itu belum semuanya dipanen. Saat semua dipanen, harga gabah bisa semakin turun. ‘’Masih belum semua dipanen. Baru kisaran 15 hingga 20 persen,’’ tutur Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nurhamid kemarin (1/3).

Tahun lalu, lanjutnya, Bojonegoro masih menjadi kabupetan nomor tiga dengan produksi padi terbanyak di Jawa Timur. Karena itu, produksi padi di Bojonegoro terus melimpah. Terutama wilayah yang ada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Bisa tanam padi sepanjang tahun. Imam mengakui harga gabah saat ini memang tren menurun. Itu terjadi karena produksi padi memang melimpah

Baca Juga :  Tak Lengkapi Dokumen Persyaratan, 29 Bus Gagal Beroperasi

Terutama saat sudah masuk panen raya padi. Turunnya harga gabah saat panen raya memang sulit dihindari. Pasokan yang melimpah membuat harga gabah turun. ‘’Itu berlaku untuk semua komoditas pertanian,’’ ujar Imam.

Petani, lanjut Imam, bisa menyiasatinya dengan menunda jual. Penundaan tidak perlu lama. Dia menyarankan cukup satu bulan saja. Sehingga, harga gabah akan kembali stabil. Dan saat itu gabah bisa dijual. Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Hendra Kurniawan mengatakan, harga gabah sebenarnya tidak turun. Harga gabah yang murah itu karena kualitas yang kurang bagus.

- Advertisement -

Misalnya, terendam banjir atau terserang hama. Sehingga, tengkulak gabah tidak membeli dengan harga standar. ‘’Kami Sabtu lalu cek langsung ke lokasi di Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu. Harganya stabil kisaran Rp 3.700 hingga Rp 4.000,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Menanti Gebrakan Kinerja Guru PPPK

Hendra menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pembelian gabah sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020. Itu untuk gabah dan beras dengan kualitas medium dan premium. ‘’Kalau kualitasnya buruk ya tentunya harganya lebih murah,’’ jelasnya.

Tahun ini, lanjut Hendra, Bulog Cabang Bojonegoro menargetkan bisa membeli 10.153 ton gabah. Itu untuk tiga kabupaten. Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Dia memastikan gabah petani akan diserap maksimal. ‘’Kuota pembelian kami cukup banyak,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/