alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

PKL Teuku Umar Tumbuh Subur

BOJONEGORO – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Teuku Umar Bojonegoro terus bertambah. Bahkan, saat ini bukan hanya PKL saja. Namun, ada pedagang buah yang parkir di bahu jalan. Kondisi tersebut membuat jalan semakin sempit.

Kondisi jalan pun semakin padat saat jam sibuk. Yakni saat masyarakat berangkat dan pulang sekolah. Ataupun jam berangkat dan pulang kantor.

Namun, satpol PP tak berani menertibkan, karena sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14/2008 tentang PKL. Di sepanjang jalan tersebut diperbolehkan berjualan, tapi waktu operasionalnya mulai pukul 16.00 hingga 24.00.

Baca Juga :  Pokir Tak Cair, DPRD Sempat Deadlock

“Selama berjualan sesuai aturan, itu tidak papa,” kata Kepala Satpol PP Bojonegoro Gunawan kemarin (1/3).

Dia menuturkan, selama ini pihaknya bekerja sesuai dengan regulasi. Karena dalam perbup itu diperbolehkan, maka pihaknya tidak akan menertibkan. Jika ada yang beroperasi di luar waktu yang ditentukan dalam regulasi, satuan penegak perda itu bakal menertibkannya.

Dia mencontohkan, selama ini satpol PP selalu menggelar operasi rutin, tim yang diterjunkan itu khusus untuk memantau PKL yang beroperasi tidak sesuai dengan regulasi. Termasuk di seputar Alun-Alun Bojonegoro.

“Bukan hanya di Teuku Umar, semua dipantau,” tegasnya.

Dia menambahkan, regulasi itu sudah lama, sehingga jika ada regulasi baru, maka pihaknya juga akan siap menjalankan. Sebab, pada saat muncul regulasi tersebut, kondisi Jalan Teuku Umar belum sepadat saat ini.

Baca Juga :  PKL Di-Razia Pagi, Akan Dilegalkan Sore-Malam 

“Kalau nanti ada perda yang terbaru, kami siap melaksanakan,” ujarnya.

BOJONEGORO – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Teuku Umar Bojonegoro terus bertambah. Bahkan, saat ini bukan hanya PKL saja. Namun, ada pedagang buah yang parkir di bahu jalan. Kondisi tersebut membuat jalan semakin sempit.

Kondisi jalan pun semakin padat saat jam sibuk. Yakni saat masyarakat berangkat dan pulang sekolah. Ataupun jam berangkat dan pulang kantor.

Namun, satpol PP tak berani menertibkan, karena sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14/2008 tentang PKL. Di sepanjang jalan tersebut diperbolehkan berjualan, tapi waktu operasionalnya mulai pukul 16.00 hingga 24.00.

Baca Juga :  Belum Tentukan Desain Surat Suara

“Selama berjualan sesuai aturan, itu tidak papa,” kata Kepala Satpol PP Bojonegoro Gunawan kemarin (1/3).

Dia menuturkan, selama ini pihaknya bekerja sesuai dengan regulasi. Karena dalam perbup itu diperbolehkan, maka pihaknya tidak akan menertibkan. Jika ada yang beroperasi di luar waktu yang ditentukan dalam regulasi, satuan penegak perda itu bakal menertibkannya.

Dia mencontohkan, selama ini satpol PP selalu menggelar operasi rutin, tim yang diterjunkan itu khusus untuk memantau PKL yang beroperasi tidak sesuai dengan regulasi. Termasuk di seputar Alun-Alun Bojonegoro.

“Bukan hanya di Teuku Umar, semua dipantau,” tegasnya.

Dia menambahkan, regulasi itu sudah lama, sehingga jika ada regulasi baru, maka pihaknya juga akan siap menjalankan. Sebab, pada saat muncul regulasi tersebut, kondisi Jalan Teuku Umar belum sepadat saat ini.

Baca Juga :  Pendaftaran Bacaleg Ditutup, Berkas Tak Lengkap, Dikembalikan KPUK 

“Kalau nanti ada perda yang terbaru, kami siap melaksanakan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Buka Peluang Lolos 32 Besar

Artikel Terbaru


/