alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Etalase Kaca Ambruk, Kepala Disnakertrans Minta Ganti Baru

Radar Lamongan – Etalase kaca di balai latihan kerja (BLK) barista di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan ambruk Sabtu (30/1) sore. Komisi C DPRD Lamongan kemarin (1/2) siang melakukan sidak ke lokasi tersebut.

‘’Memang sudah tupoksi kami dalam melakukan pengawasan. Walaupun sekecil apapun, insiden ini, kalau ada korban jiwa, bisa berakibat fatal,’’ tutur Ketua Komisi C DPRD Lamongan M Burhanuddin kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Politisi F-PKB tersebut meminta kepada disnakertrans, pihak rekanan proyek, untuk memerhatikan keselamatan peserta di BLK. ‘’Harus lebih berhati-hati, harus lebih diperkuat lagi,’’ ujar politisi berkacamata tersebut.

Menurut dia, bahan-bahan yang digunakan dalam proyek Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Rp 100 juta lebih tersebut sesuai perencanaan. ‘’Saya katakan, kecelakaan kecil, karena ini hanya etalase yang kena angin dan roboh. Tapi yang terpenting tidak ada korban jiwa,’’ ujar Burhan.

Baca Juga :  Berkas Reseller Jihan P21

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disnakertrans Lamongan Hamdani Azhari menjelaskan, etalase kaca yang ambruk nilainya Rp 18,2 juta. Dia mengklaim, ambruknya lemari kaca dalam proyek yang baru dirampungkan tersbeut akibat terkena sapuan angin dari barat. ‘’Tapi karena masih dalam masa pemeliharaan. Saya minta diganti kepada pemborong,’’ kata Dani, sapaan akrab Hamdani Azhari.

Menurut dia, pihak pemborong semula mengusulkan agar lemari kaca yang rusak diperbaiki. Namun, Dani meminta agar seluruh material diganti baru dengan spesifikasi yang lebih aman. ‘’Itu sudah tidak bisa digunakan dan rawan juga ketika nanti terjadi insiden serupa. Bagaimana caranya, saya minta kepada pemborong, kalau ada angin kencang tidak ambruk lagi,’’ ujar Dani.

Baca Juga :  Maling Pikap Kembali Beraksi

Radar Lamongan – Etalase kaca di balai latihan kerja (BLK) barista di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan ambruk Sabtu (30/1) sore. Komisi C DPRD Lamongan kemarin (1/2) siang melakukan sidak ke lokasi tersebut.

‘’Memang sudah tupoksi kami dalam melakukan pengawasan. Walaupun sekecil apapun, insiden ini, kalau ada korban jiwa, bisa berakibat fatal,’’ tutur Ketua Komisi C DPRD Lamongan M Burhanuddin kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Politisi F-PKB tersebut meminta kepada disnakertrans, pihak rekanan proyek, untuk memerhatikan keselamatan peserta di BLK. ‘’Harus lebih berhati-hati, harus lebih diperkuat lagi,’’ ujar politisi berkacamata tersebut.

Menurut dia, bahan-bahan yang digunakan dalam proyek Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Rp 100 juta lebih tersebut sesuai perencanaan. ‘’Saya katakan, kecelakaan kecil, karena ini hanya etalase yang kena angin dan roboh. Tapi yang terpenting tidak ada korban jiwa,’’ ujar Burhan.

Baca Juga :  Tanpa Ada yang Menumpang

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disnakertrans Lamongan Hamdani Azhari menjelaskan, etalase kaca yang ambruk nilainya Rp 18,2 juta. Dia mengklaim, ambruknya lemari kaca dalam proyek yang baru dirampungkan tersbeut akibat terkena sapuan angin dari barat. ‘’Tapi karena masih dalam masa pemeliharaan. Saya minta diganti kepada pemborong,’’ kata Dani, sapaan akrab Hamdani Azhari.

Menurut dia, pihak pemborong semula mengusulkan agar lemari kaca yang rusak diperbaiki. Namun, Dani meminta agar seluruh material diganti baru dengan spesifikasi yang lebih aman. ‘’Itu sudah tidak bisa digunakan dan rawan juga ketika nanti terjadi insiden serupa. Bagaimana caranya, saya minta kepada pemborong, kalau ada angin kencang tidak ambruk lagi,’’ ujar Dani.

Baca Juga :  Selesaikan Satu Lajur Jalan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/