alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Viostin DS Ditarik di Pasaran, Mengandung DNA babi kah?

LAMONGAN – Belum semua produk Viostin DS ditarik di pasaran. Salah satu apotek di Jalan Lamongrejo, kemarin petang (1/2) masih menjual produk tersebut. Berdasarkan keterangan dari karyawan apotek setempat, sudah ada pemberitahuan bahwa produk Viostin DS ditarik oleh distributor.

Namun, apotek tersebut masih memiliki sisa stok, yang juga masih diperjual-belikan.‘’Sudah ada pemberitahuan tapi, belum resmi. Jadi kita masih jual,’’ tutur pria yang enggan disebut identitasnya tersebut sembari mengeluarkan dua kotak Viostin DS. 

Harga Viostin DS per lima  kapsul Rp 34 ribu. Masih adanya apotek yang menjual menunjukkan bahwa instruksi dari BPOM pada distributor untuk menarik peredarannya belum berjalan dengan baik. 

‘’Kita juga gak tahu kenapa ada informasi jika produknya ditarik,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Semen Indonesia Gelontorkan Santunan Rp 337 Juta

Sementara itu, Apotek K-24 Lamongan tak lagi menjual Viostin DS dan Enzyplex. Dwi, apoteker Apotek K-24,  mengakui bahwa Viostin DS dan Enzyplex sudah ditarik oleh distributor sekitar sebulan lalu. 

‘’Kita saat itu tak dikasih tahu kenapa ditarik. Baru kita tahu dua hari ini jika ada temuan BPOM terkait itu,’’ kata perempuan berjilbab tersebut. 

Viostin DS memiliki khasiat untuk sendi cukup laris di pasaran dibanding Enzyplex, yang kegunaannya untuk pencernaan. Menurut Dwi, meski harga Visotin DS sangat mahal, penjualannya sangat laris.

‘’Dulu pas waktu masih jual kayak kacang goreng. Cepet banget habisnya,’’ imbuhnya. Sementara itu, di salah satu toko modern di Jalan Kombespol M. Duryat, juga tak didapati Viostin DS.

Baca Juga :  Beli Sel Kanker Rp 2,5 Juta untuk Dikembangkan

Salah satu kasir mengaku produk tersebut sudah lama ditarik oleh distributor. Namun, dirinya tak mengetahui penyebab produk tersebut ditarik. 

‘’Kalau Enzyplex gak jual. Udah cukup lama Viostin DS ditarik. Gak tahu kenapa,’’ ujar cewek berjilbab yang enggan disebutkan namanya tersebut.

LAMONGAN – Belum semua produk Viostin DS ditarik di pasaran. Salah satu apotek di Jalan Lamongrejo, kemarin petang (1/2) masih menjual produk tersebut. Berdasarkan keterangan dari karyawan apotek setempat, sudah ada pemberitahuan bahwa produk Viostin DS ditarik oleh distributor.

Namun, apotek tersebut masih memiliki sisa stok, yang juga masih diperjual-belikan.‘’Sudah ada pemberitahuan tapi, belum resmi. Jadi kita masih jual,’’ tutur pria yang enggan disebut identitasnya tersebut sembari mengeluarkan dua kotak Viostin DS. 

Harga Viostin DS per lima  kapsul Rp 34 ribu. Masih adanya apotek yang menjual menunjukkan bahwa instruksi dari BPOM pada distributor untuk menarik peredarannya belum berjalan dengan baik. 

‘’Kita juga gak tahu kenapa ada informasi jika produknya ditarik,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Aliansi Lamongan Melawan Tanyakan Keseriusan Eksekutif - Legislatif

Sementara itu, Apotek K-24 Lamongan tak lagi menjual Viostin DS dan Enzyplex. Dwi, apoteker Apotek K-24,  mengakui bahwa Viostin DS dan Enzyplex sudah ditarik oleh distributor sekitar sebulan lalu. 

‘’Kita saat itu tak dikasih tahu kenapa ditarik. Baru kita tahu dua hari ini jika ada temuan BPOM terkait itu,’’ kata perempuan berjilbab tersebut. 

Viostin DS memiliki khasiat untuk sendi cukup laris di pasaran dibanding Enzyplex, yang kegunaannya untuk pencernaan. Menurut Dwi, meski harga Visotin DS sangat mahal, penjualannya sangat laris.

‘’Dulu pas waktu masih jual kayak kacang goreng. Cepet banget habisnya,’’ imbuhnya. Sementara itu, di salah satu toko modern di Jalan Kombespol M. Duryat, juga tak didapati Viostin DS.

Baca Juga :  Menjelang Liburan Sekolah, Permintaan Kamera Digital Tren Naik

Salah satu kasir mengaku produk tersebut sudah lama ditarik oleh distributor. Namun, dirinya tak mengetahui penyebab produk tersebut ditarik. 

‘’Kalau Enzyplex gak jual. Udah cukup lama Viostin DS ditarik. Gak tahu kenapa,’’ ujar cewek berjilbab yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/