alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Suami Aniaya Isteri Gara Gara HP

KOTA – Gara – gara handphone (HP) berbunyi, Tri Kurniyasari, 40, asal Desa Rancangkencono, Lamongan melaporkan suaminya Alfi Sahri, 45. Sebab, HP tersebut menjadi pemicu dirinya dianiaya sang suami menggunakan palu. Tri saat melapor ke Mapolres Lamongan kemarin siang (1/2) menjelaskan, awalnya dirinya tidur – tiduran di kursi ruang tamu.

Tidak lama kemudian, handphone miliknya berbunyi. Merasa kepalanya pusing, handphone tersebut dibiarkan. Namun, suaminya kemudian mengangkat ponsel tersebut. 

Tri tidak mendengarkan secara jelas inti pembicaraan via telepon tersebut. Dia hanya mendengar suaminya bernada keras dan beberapa saat kemudian lutut terasa dipukul.  

‘’Saya juga bingung, tiba – tiba usai mengangkat telepon marah hingga mengambil palu dan memukulkan ke lutut sebanyak dua kali. Paling juga, cemburu atau gimana,’’ kata Tri. 

Baca Juga :  Dianggap Menyusahkan, DPR RI Tolak Kartu Tani

Usai dua kali dipukul, dia diseret ke kamar. ‘’Ndang melbu kamar, ojok ngomong wae,’’ imbuh dia menirukan perkataan suaminya. 

Karena takut kena hantaman lagi, Tri melarikan diri melalui pintu bagian belakang. Dia meminta tolong warga sekitar untuk diantarkan ke rumah kepala dusun.

Karena penganiayaan itu bukan kali pertama yang dialaminya, Tri memutuskan melapor ke Polres Lamongan. Pjs Kasubag Humas Lamongan, Iptu Sunaryo, menyatakan, pelapor masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelapor juga harus dilakukan visum terlebih dulu di RSUD Dr Soegiri Lamongan. ‘’Korban luka, bengkak di bagian lutut sebelah kiri,’’ ujarnya. Berita ini masih memerlukan keterangan Alfi Sahri.

KOTA – Gara – gara handphone (HP) berbunyi, Tri Kurniyasari, 40, asal Desa Rancangkencono, Lamongan melaporkan suaminya Alfi Sahri, 45. Sebab, HP tersebut menjadi pemicu dirinya dianiaya sang suami menggunakan palu. Tri saat melapor ke Mapolres Lamongan kemarin siang (1/2) menjelaskan, awalnya dirinya tidur – tiduran di kursi ruang tamu.

Tidak lama kemudian, handphone miliknya berbunyi. Merasa kepalanya pusing, handphone tersebut dibiarkan. Namun, suaminya kemudian mengangkat ponsel tersebut. 

Tri tidak mendengarkan secara jelas inti pembicaraan via telepon tersebut. Dia hanya mendengar suaminya bernada keras dan beberapa saat kemudian lutut terasa dipukul.  

‘’Saya juga bingung, tiba – tiba usai mengangkat telepon marah hingga mengambil palu dan memukulkan ke lutut sebanyak dua kali. Paling juga, cemburu atau gimana,’’ kata Tri. 

Baca Juga :  Munaqosah Dievaluasi, Tidak Akan Dihapus

Usai dua kali dipukul, dia diseret ke kamar. ‘’Ndang melbu kamar, ojok ngomong wae,’’ imbuh dia menirukan perkataan suaminya. 

Karena takut kena hantaman lagi, Tri melarikan diri melalui pintu bagian belakang. Dia meminta tolong warga sekitar untuk diantarkan ke rumah kepala dusun.

Karena penganiayaan itu bukan kali pertama yang dialaminya, Tri memutuskan melapor ke Polres Lamongan. Pjs Kasubag Humas Lamongan, Iptu Sunaryo, menyatakan, pelapor masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelapor juga harus dilakukan visum terlebih dulu di RSUD Dr Soegiri Lamongan. ‘’Korban luka, bengkak di bagian lutut sebelah kiri,’’ ujarnya. Berita ini masih memerlukan keterangan Alfi Sahri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/