alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Penerangan Jalan Umum Dianggarkan Rp 1,5 M

KOTA – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya Lamongan menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk lampu penerangan jalan umum (PJU). Selain jalan nasional, akses penerangan jalan kabupaten juga diusulkan untuk pemasangan tahun ini.

“Anggarannya sudah jelas tapi pemanfaatannya masih kita sesuaikan untuk daerah paling urgent,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Bangunan Umum dan Penerangan Jalan, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Teguh Ali Sahbudi. 

Menurut dia, kebutuhan penerangan jalan menyebar di seluruh wilayah. Pemberian akses penerangan bukan hanya fokus untuk jalan kabupaten dan kecamatan. Juga, jalan nasional.  Namun, kemampuan anggaran pemkab masih terbatas.  

Prioritas saat ini, menyelesaikan pemasangan penerangan jalan nasional Sukodadi – Turi. Alasannya, kondisi jalan tersebut cukup ramai dan ada obyek wisata. Nantinya, wilayah Sukodadi – Turi dianggarkan  Rp 384 juta.

Anggaran tersebut nantinya untuk pemasangan 32 tiang penerang jalan umum (PJU). Menurut Teguh, setelah melakukan survei, kebutuhan PJU di jalan nasional Turi – Sukodadi sebenarnya 48 tiang listrik. Namun, belum seluruhnya dipenuhi. 

Baca Juga :  Kumpulkan Tempat Skincare Bekas

‘’Memang di bawah usulan kita. Mungkin karena disesuaikan dengan anggaran. Tapi nantinya penambahan PJU dilakukan secara berkala,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (1/2).

Satu tiang PJU, lanjut dia, terdapat dua lampu penerangan menggunakan LED agar mampu menerangi sisi utara dan selatan jalan. Selama ini, jalur tersebut menggunakan PJU  di selatan jalan saja. ‘’Jadi penerangannya nanti bisa maksimal,’’ imbuhnya. 

Pihaknya sudah memetakan titik untuk penempatan PJU. Sebanyak 16 tiang dari Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi ke timur. Sedangkan 16 titik lainnya, dari Desa Surabayan ke barat. ‘’Jadi kita prioritaskan titik yang terdapat pemukimannya,’’ kata Teguh.

Tambahan PJU ini lanjutan sebelumnya. Yakni beberapa PJU ditambah di depan Pasar Sukodadi. Teguh memastikan bahwa realisasi penambahan 32 PJU nantinya dijadwalkan Juni mendatang.

Baca Juga :  Libur Panjang, Tas Ransel Jadi Incaran

‘’Kita agendakan sekitar triwulan kedua nanti sudah dimulai dikerjakan oleh petugas,’’ ujarnya.Teguh menjelaskan, pemasangan lampu penerangan jalan nasional menelan anggaran cukup banyak karena letaknya di median jalan.

Selain lampunya harus dua, pemasangan kabel dilakukan di dalam tanah. Lampu yang digunakan juga lampu bergaransi untuk penghematan perawatan dan pemeliharaan. “Nanti dilihat lebih efisien mana untuk pembelanjaan anggarannya,” tuturnya. 

DPU Cipta Karya saat ini juga menyelesaikan pemasangan penerangan jalan wilayah kota. Ada 12 titik yang belum mendapatkan penerangan. Tahun ini, dianggarkan Rp 80 juta.

Menurut Teguh, anggaran LPJU bukan hanya pemasangan lampu baru. Juga, perawatan dan pemeliharaan lampu. “Anggaran perawatan mahal karena sebelumnya tidak menggunakan lampu LED,” tuturnya. 

KOTA – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya Lamongan menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk lampu penerangan jalan umum (PJU). Selain jalan nasional, akses penerangan jalan kabupaten juga diusulkan untuk pemasangan tahun ini.

“Anggarannya sudah jelas tapi pemanfaatannya masih kita sesuaikan untuk daerah paling urgent,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Bangunan Umum dan Penerangan Jalan, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Teguh Ali Sahbudi. 

Menurut dia, kebutuhan penerangan jalan menyebar di seluruh wilayah. Pemberian akses penerangan bukan hanya fokus untuk jalan kabupaten dan kecamatan. Juga, jalan nasional.  Namun, kemampuan anggaran pemkab masih terbatas.  

Prioritas saat ini, menyelesaikan pemasangan penerangan jalan nasional Sukodadi – Turi. Alasannya, kondisi jalan tersebut cukup ramai dan ada obyek wisata. Nantinya, wilayah Sukodadi – Turi dianggarkan  Rp 384 juta.

Anggaran tersebut nantinya untuk pemasangan 32 tiang penerang jalan umum (PJU). Menurut Teguh, setelah melakukan survei, kebutuhan PJU di jalan nasional Turi – Sukodadi sebenarnya 48 tiang listrik. Namun, belum seluruhnya dipenuhi. 

Baca Juga :  Hujan, Pengunjung Enggan ke Wisata Alam

‘’Memang di bawah usulan kita. Mungkin karena disesuaikan dengan anggaran. Tapi nantinya penambahan PJU dilakukan secara berkala,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (1/2).

Satu tiang PJU, lanjut dia, terdapat dua lampu penerangan menggunakan LED agar mampu menerangi sisi utara dan selatan jalan. Selama ini, jalur tersebut menggunakan PJU  di selatan jalan saja. ‘’Jadi penerangannya nanti bisa maksimal,’’ imbuhnya. 

Pihaknya sudah memetakan titik untuk penempatan PJU. Sebanyak 16 tiang dari Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi ke timur. Sedangkan 16 titik lainnya, dari Desa Surabayan ke barat. ‘’Jadi kita prioritaskan titik yang terdapat pemukimannya,’’ kata Teguh.

Tambahan PJU ini lanjutan sebelumnya. Yakni beberapa PJU ditambah di depan Pasar Sukodadi. Teguh memastikan bahwa realisasi penambahan 32 PJU nantinya dijadwalkan Juni mendatang.

Baca Juga :  Konsumen Mobil Bekas Didominasi Guru

‘’Kita agendakan sekitar triwulan kedua nanti sudah dimulai dikerjakan oleh petugas,’’ ujarnya.Teguh menjelaskan, pemasangan lampu penerangan jalan nasional menelan anggaran cukup banyak karena letaknya di median jalan.

Selain lampunya harus dua, pemasangan kabel dilakukan di dalam tanah. Lampu yang digunakan juga lampu bergaransi untuk penghematan perawatan dan pemeliharaan. “Nanti dilihat lebih efisien mana untuk pembelanjaan anggarannya,” tuturnya. 

DPU Cipta Karya saat ini juga menyelesaikan pemasangan penerangan jalan wilayah kota. Ada 12 titik yang belum mendapatkan penerangan. Tahun ini, dianggarkan Rp 80 juta.

Menurut Teguh, anggaran LPJU bukan hanya pemasangan lampu baru. Juga, perawatan dan pemeliharaan lampu. “Anggaran perawatan mahal karena sebelumnya tidak menggunakan lampu LED,” tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/