alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Kobra

FEATURES – Komunitas pecinta hewan reptil cukup banyak. Mereka mengampanyekan untuk menyayangi binatang. Kobra hampir setiap akhir pekan melakukan pertunjukkan untuk mengingatkan hewan juga bisa dipelihara dengan baik.Suara alunan musik dari handphone terdengar sangat keras.

Beberapa saat kemudian, orang – orang datang bergerombol mendekati arah suara tersebut, seperti hendak membentuk lingkaran. Selanjutnya, mayoritas di antara mereka mencari ponselnya untuk diarahkan ke objek di depannya.  

Suara alunan musik tersebut semakin keras. Orang – orang itu lalu mundur dengan teratur. Namun, ponsel tetap dalam genggaman tangan. Mata juga tertuju pada objek yang hendak dibidik.

Hari itu, ada pertunjukan tari dari sang raja ular, king cobra. Seperti mendengarkan instruksi sang pawang, king cobra mengayun-ayunkankan kepala dengan teratur.

Raja ular tersebut menunjukkan kebolehannya dalam menghibur puluhan pasang mata yang hadir. Layaknya sebuah film India, raja ular tersebut terus bergoyang. 

Ketika ponsel – ponsel disodorkan ke arahnya, king cobra tetap mengayunkan kepala. Namun, seseorang tetap mengingatkan agar berhati – hati.

“Jaraknya atur satu meter ya, jangan mendekat,” pinta Wahyu Kusdianto. Pria itu menjadi ketua Komunitas Babat Reptile Animal (Kobra). Komunitas tersebut terbentuk Mei 2017.

Awalnya, Wahyu sebagai inisiator berusaha merekrut sejumlah anggota. Dia tidak segan – segan mengajak bertemu dan berdiskusi dengan calon anggota komunitas yang ingin dirintisnya. Setelah 20 orang menyamakan visi, maka terbentuklah Kobra. 

Baca Juga :  Kalah Dengan Penjual di Trotoar, PKL Minta Segera Disentralkan

Ketika berkumpul, mereka selalu membawa hewan peliharaannya. Namun, bukan berarti setiap anggota harus memiliki binatang peliharaan.

Mereka yang memiliki kepedulian tinggi dan penyayang binatang juga bisa bergabung. “Jadi memiliki hewan peliharaan bukan menjadi syarat mutlak menjadi anggota,” ujar bapak dua anak tersebut.

Ketika bertemu, komunitas ini selalu menyiapkan berbagai pertunjukan untuk menghibur para pengguna jalan di dekat Agrobisnis Babat. ‘’Kami biasanya ngumpul di jalan dekat Petro Babat,’’ tutur Wahyu.

Setiap akhir pekan, komunitas pecinta hewan ini selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul. Sekedar  saling bertukar informasi mengenai dunia hewan dan berbagi pengalaman untuk merawatnya.

Selama berkumpul, mereka ingin bermanfaat untuk orang lain. Salah satunya, memberikan hiburan gratis. Bukan hanya tarian ular yang disiapkan untuk menghibur.

Juga kontes iguana maupun memberi kesempatan pengguna jalan berfoto bersama beberapa hewan mamalia yang ada. Wahyu menuturkan, komunitasnya berdiri untuk merangkul banyak orang agar peduli dan sayang hewan.

Sebab, eksploitasi terhadap makhluk hidup sekalipun hewan, tidak diperbolehkan. Pertunjukan king cobra merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa hewan tersebut tidak galak.

Baca Juga :  Pasang Girder Jembatan Cincim di Dua Bentang

Asalkan, mereka bisa memperlakukannya dengan baik dan tidak kasar. Sebab hewan akan marah ketika diperlakukan tidak adil, sama seperti manusia pada umumnya. 

Karena komunitas ini dinamai kobra, sehingga raja ular selalu dilibatkan setiap ada acara gathering dengan komunitas lain. Bahkan, para anggota semakin terbiasa menjadi pemandu atau pawang dari raja ular tersebut selama pertunjukan.

Meski sebelumnya mereka memiliki kekhawatiran karena raja ular tersebut memiliki bisa berbahaya. Raja ular ini dibeli dari hasil patungan anggota kobra. 

Mereka kerap mengikuti kontes hewan di luar kota. Ketika menyabet juara selalu disisakan untuk uang kas. Uang tersebut digunakan untuk menambah koleksi hewan komunitas. “Jadi biasa membeli hewan yang ditemukan oleh warga,” tuturnya. 

Selain pertunjukan raja ular, komunitas ini kerap mengikuti kontes iguana. Apalagi, anggota Kobra rata-rata memiliki lebih dari satu hewan peliharaan. 

Selama melakukan pertunjukan hewan di Babat, banyak memberikan manfaat bagi komunitas tersebut. Selain menambah keakraban sesama anggota, juga menambah job baru.

Bukan hanya kegiatan tujuh belasan atau ulang tahun, ketika pernikahan salah satu anggota, hiburan untuk tamu undangan juga pertunjukan dari hewan-hewan komunitas tersebut. 

‘’Tidak memasang bayaran, tapi dengan menerima dan mengakui keberadaan komunitas ini sudah sangat membanggakan,” tutur Wahyu.

FEATURES – Komunitas pecinta hewan reptil cukup banyak. Mereka mengampanyekan untuk menyayangi binatang. Kobra hampir setiap akhir pekan melakukan pertunjukkan untuk mengingatkan hewan juga bisa dipelihara dengan baik.Suara alunan musik dari handphone terdengar sangat keras.

Beberapa saat kemudian, orang – orang datang bergerombol mendekati arah suara tersebut, seperti hendak membentuk lingkaran. Selanjutnya, mayoritas di antara mereka mencari ponselnya untuk diarahkan ke objek di depannya.  

Suara alunan musik tersebut semakin keras. Orang – orang itu lalu mundur dengan teratur. Namun, ponsel tetap dalam genggaman tangan. Mata juga tertuju pada objek yang hendak dibidik.

Hari itu, ada pertunjukan tari dari sang raja ular, king cobra. Seperti mendengarkan instruksi sang pawang, king cobra mengayun-ayunkankan kepala dengan teratur.

Raja ular tersebut menunjukkan kebolehannya dalam menghibur puluhan pasang mata yang hadir. Layaknya sebuah film India, raja ular tersebut terus bergoyang. 

Ketika ponsel – ponsel disodorkan ke arahnya, king cobra tetap mengayunkan kepala. Namun, seseorang tetap mengingatkan agar berhati – hati.

“Jaraknya atur satu meter ya, jangan mendekat,” pinta Wahyu Kusdianto. Pria itu menjadi ketua Komunitas Babat Reptile Animal (Kobra). Komunitas tersebut terbentuk Mei 2017.

Awalnya, Wahyu sebagai inisiator berusaha merekrut sejumlah anggota. Dia tidak segan – segan mengajak bertemu dan berdiskusi dengan calon anggota komunitas yang ingin dirintisnya. Setelah 20 orang menyamakan visi, maka terbentuklah Kobra. 

Baca Juga :  Guru Olahraga Berulang Setubuhi Siswi SMA, Rekaman Video Jadi Senjata

Ketika berkumpul, mereka selalu membawa hewan peliharaannya. Namun, bukan berarti setiap anggota harus memiliki binatang peliharaan.

Mereka yang memiliki kepedulian tinggi dan penyayang binatang juga bisa bergabung. “Jadi memiliki hewan peliharaan bukan menjadi syarat mutlak menjadi anggota,” ujar bapak dua anak tersebut.

Ketika bertemu, komunitas ini selalu menyiapkan berbagai pertunjukan untuk menghibur para pengguna jalan di dekat Agrobisnis Babat. ‘’Kami biasanya ngumpul di jalan dekat Petro Babat,’’ tutur Wahyu.

Setiap akhir pekan, komunitas pecinta hewan ini selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul. Sekedar  saling bertukar informasi mengenai dunia hewan dan berbagi pengalaman untuk merawatnya.

Selama berkumpul, mereka ingin bermanfaat untuk orang lain. Salah satunya, memberikan hiburan gratis. Bukan hanya tarian ular yang disiapkan untuk menghibur.

Juga kontes iguana maupun memberi kesempatan pengguna jalan berfoto bersama beberapa hewan mamalia yang ada. Wahyu menuturkan, komunitasnya berdiri untuk merangkul banyak orang agar peduli dan sayang hewan.

Sebab, eksploitasi terhadap makhluk hidup sekalipun hewan, tidak diperbolehkan. Pertunjukan king cobra merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa hewan tersebut tidak galak.

Baca Juga :  Kinerja Guru Harus Diawasi dengan Share Lokasi

Asalkan, mereka bisa memperlakukannya dengan baik dan tidak kasar. Sebab hewan akan marah ketika diperlakukan tidak adil, sama seperti manusia pada umumnya. 

Karena komunitas ini dinamai kobra, sehingga raja ular selalu dilibatkan setiap ada acara gathering dengan komunitas lain. Bahkan, para anggota semakin terbiasa menjadi pemandu atau pawang dari raja ular tersebut selama pertunjukan.

Meski sebelumnya mereka memiliki kekhawatiran karena raja ular tersebut memiliki bisa berbahaya. Raja ular ini dibeli dari hasil patungan anggota kobra. 

Mereka kerap mengikuti kontes hewan di luar kota. Ketika menyabet juara selalu disisakan untuk uang kas. Uang tersebut digunakan untuk menambah koleksi hewan komunitas. “Jadi biasa membeli hewan yang ditemukan oleh warga,” tuturnya. 

Selain pertunjukan raja ular, komunitas ini kerap mengikuti kontes iguana. Apalagi, anggota Kobra rata-rata memiliki lebih dari satu hewan peliharaan. 

Selama melakukan pertunjukan hewan di Babat, banyak memberikan manfaat bagi komunitas tersebut. Selain menambah keakraban sesama anggota, juga menambah job baru.

Bukan hanya kegiatan tujuh belasan atau ulang tahun, ketika pernikahan salah satu anggota, hiburan untuk tamu undangan juga pertunjukan dari hewan-hewan komunitas tersebut. 

‘’Tidak memasang bayaran, tapi dengan menerima dan mengakui keberadaan komunitas ini sudah sangat membanggakan,” tutur Wahyu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/