alexametrics
25.4 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kades dan Bendahara Desa Jari Disidang Selasa Depan

BOJONEGORO – Pengusutan dugaan korupsi APBDes 2014-2016 Desa Jari, Kecamatan Gondang, segera memasuki babak baru. Selasa (6/2) nanti, dua tersangka yakni Kepala Desa (Kades) Srihamto dan Yatmiran, bendahara desa, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Agus Budiarto mengatakan, penetapan jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya baru diterima Rabu (31/1). Berkas dua tersangka terpisah (split), namun jadwal sidang harinya sama.“Hanya beda jam saja nanti saat sidang. Kan berkasnya kita pisah,” katanya kamis (1/2). 

Dia menjelaskan, sidang pertama nanti agendanya pembacaan dakwaan. Namun, Agus belum bisa membeberkan isi dakwaannya sekarang. Sebab, itu adalah materi persidangan. Sebaliknya, akan disampaikan ketika persidangan nanti. Srihamto dan Yatmirian kini ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Keduanya ditahan sejak 16 November 2017 lalu. Dugaan korupsi APBDes 2014-2016 ini, diduga kerugian negara Rp 200 juta. 

Baca Juga :  Kaget Mendadak Tak Lolos

Meski begitu, tersangka sempat mengelak jika dituduh melakukan korupsi. Sebab, tersangka hanya menandatangani lembar pertanggungjawaban (LPJ) palsu. Bahkan, ada kuitansi dan stempel diduga palsu. Stempel dan kuitansi tersebut dipalsukan panitia pelaksana pembangunan. 

Alasannya, setelah dana desa (DD) dicairkan, tersangka menyerahkan kepada panitia pembangunan. Hasil dari pemeriksaan di lapangan, pembangunan tersebut ada. Namun, setelah dihitung, tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB).

BOJONEGORO – Pengusutan dugaan korupsi APBDes 2014-2016 Desa Jari, Kecamatan Gondang, segera memasuki babak baru. Selasa (6/2) nanti, dua tersangka yakni Kepala Desa (Kades) Srihamto dan Yatmiran, bendahara desa, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Agus Budiarto mengatakan, penetapan jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya baru diterima Rabu (31/1). Berkas dua tersangka terpisah (split), namun jadwal sidang harinya sama.“Hanya beda jam saja nanti saat sidang. Kan berkasnya kita pisah,” katanya kamis (1/2). 

Dia menjelaskan, sidang pertama nanti agendanya pembacaan dakwaan. Namun, Agus belum bisa membeberkan isi dakwaannya sekarang. Sebab, itu adalah materi persidangan. Sebaliknya, akan disampaikan ketika persidangan nanti. Srihamto dan Yatmirian kini ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Keduanya ditahan sejak 16 November 2017 lalu. Dugaan korupsi APBDes 2014-2016 ini, diduga kerugian negara Rp 200 juta. 

Baca Juga :  Sebulan, Dua Ibu Hamil Meninggal

Meski begitu, tersangka sempat mengelak jika dituduh melakukan korupsi. Sebab, tersangka hanya menandatangani lembar pertanggungjawaban (LPJ) palsu. Bahkan, ada kuitansi dan stempel diduga palsu. Stempel dan kuitansi tersebut dipalsukan panitia pelaksana pembangunan. 

Alasannya, setelah dana desa (DD) dicairkan, tersangka menyerahkan kepada panitia pembangunan. Hasil dari pemeriksaan di lapangan, pembangunan tersebut ada. Namun, setelah dihitung, tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/