alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Belum Semua PKBM Siap UNBK 

KOTA –  Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk pendidikan non formal belum bisa dilaksanakan 100 persen. Dari 42 pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM), hanya 10 lembaga yang siap melaksanakan UNBK tahun ini (2018), dengan jumlah peserta paket B (setara SMP) 138 orang dan 242 peserta paket C (setara SMA). 

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Indro Suharto, beberapa PKBM memang belum siap menggelar UNBK. Karena sebagian besar belum memiliki laboratorium komputer sehingga tidak ada pelajaran komputer. ‘’Kesiapan peserta juga masih kurang. Sebab tidak semua memahami cara mengoperasikan computer,’’ ungkapnya kamis (1/2). 

Dia mengungkapkan, selama ini proses belajar peserta paket (pendidikan non formal) hanya fokus pada materi ujian saja. Sedangkan untuk pelajaran komputer memang belum dikuasai, karena terkendala alat. Padahal dalam pembelajarannya harus mengedepankan praktek, bukan hanya teori. 

Baca Juga :  Pertimbangkan Waktu dan Zona

Menurut Indro, pelaksanaan UNBK bagi peserta paket memang diwajibkan  Kementerian Pendidikan sebagai peningkatan mutu. Namun pelaksanaan di daerah berbeda dengan kota besar. Meski sebagian besar sudah memahami pengoperasian handphone android, tapi untuk komputer masih banyak yang belum tahu.

Sehingga PKBM tidak dipaksa mengikuti UNBK, tapi akan mengoptimalkan pelaksanaannya. “Mungkin kita buat pilot project dulu atau nanti dilakukan pendampingan,” ujarnya. Dia mengungkapkan, peserta paket bukan hanya kalangan anak muda, tapi juga dewasa bahkan orangtua. Sehingga kalau ujian harus menggunakan computer, persiapannya harus lebih matang. 

Indro menambahkan, pelaksanaan UNBK lembaga PKBM tetap menumpang seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak semua lembaga PKBM bisa menggelar ujian secara mandiri, akibat belum semua lembaga mengantongi akreditasi. “Dari 42 PKBM yang ada, baru 37 mengantongi izin,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bantuan Komputer UNBK Molor?

KOTA –  Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk pendidikan non formal belum bisa dilaksanakan 100 persen. Dari 42 pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM), hanya 10 lembaga yang siap melaksanakan UNBK tahun ini (2018), dengan jumlah peserta paket B (setara SMP) 138 orang dan 242 peserta paket C (setara SMA). 

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Indro Suharto, beberapa PKBM memang belum siap menggelar UNBK. Karena sebagian besar belum memiliki laboratorium komputer sehingga tidak ada pelajaran komputer. ‘’Kesiapan peserta juga masih kurang. Sebab tidak semua memahami cara mengoperasikan computer,’’ ungkapnya kamis (1/2). 

Dia mengungkapkan, selama ini proses belajar peserta paket (pendidikan non formal) hanya fokus pada materi ujian saja. Sedangkan untuk pelajaran komputer memang belum dikuasai, karena terkendala alat. Padahal dalam pembelajarannya harus mengedepankan praktek, bukan hanya teori. 

Baca Juga :  Konsumen Prioritaskan Garansi Resmi

Menurut Indro, pelaksanaan UNBK bagi peserta paket memang diwajibkan  Kementerian Pendidikan sebagai peningkatan mutu. Namun pelaksanaan di daerah berbeda dengan kota besar. Meski sebagian besar sudah memahami pengoperasian handphone android, tapi untuk komputer masih banyak yang belum tahu.

Sehingga PKBM tidak dipaksa mengikuti UNBK, tapi akan mengoptimalkan pelaksanaannya. “Mungkin kita buat pilot project dulu atau nanti dilakukan pendampingan,” ujarnya. Dia mengungkapkan, peserta paket bukan hanya kalangan anak muda, tapi juga dewasa bahkan orangtua. Sehingga kalau ujian harus menggunakan computer, persiapannya harus lebih matang. 

Indro menambahkan, pelaksanaan UNBK lembaga PKBM tetap menumpang seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak semua lembaga PKBM bisa menggelar ujian secara mandiri, akibat belum semua lembaga mengantongi akreditasi. “Dari 42 PKBM yang ada, baru 37 mengantongi izin,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  SD BAS Angkat Adat dayak pada Pawai Budaya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/