alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan

- Advertisement -

Realisasikan Revitalisasi Pasar 

Pasar tradisional secara berkala mendapatkan perhatian dan perbaikan. Tahun 2019, Disperindag Lamongan telah merealisasikan perbaikan bangunan Pasar Tumenggungan Lamongan, Pasar Sukorame, Pasar Kedungpring, dan Pasar Sidomulyo. 

‘’Tahun depan akan kita tata lebih baik lagi. Sehingga, penjual – pembeli bisa lebih nyaman lagi ketika beraktivitas di pasar,’’ tutur Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni, S. Sos, M.Si. 

Pasar Tumenggungan nantinya mampu menampung sekitar 200 pedagang, yang lokasinya berada di dalam Pasar Ikan Lamongan. Proyek pasar yang menelan anggaran Rp 4,7 miliar itu mampu diselesaikan tepat waktu. Sehingga, dalam waktu dekat sudah bisa digunakan. 

‘’Pasar mampu menyuplai signifikan penilaian terhadap kabupaten sehat,’’ ujar Zamroni.

- Advertisement -

Berikan Solusi Terhadap PKL 

Disperindag Lamongan mampu memberikan solusi. Pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan, disediakan tempat yang lebih layak sehingga tidak mengganggu arus lalin. 

Eks pedagang di pinggir jalan depan Pasar Sidoarjo kini seluruhnya telah direlokasi ke Pasar Sidomulyo. Sedangkan, pedagang yang sebelumnya berjualan di sisi selatan Pasar Ikan, nantinya akan direlokasi ke Pasar Tumenggungan. 

‘’Ke depan akan terus kita benahi kekurangannya,’’ ucap Zamroni. 

Selain itu, Disperindag Lamongan sukses merelokasi PKL di sekitar Alun-Alun Lamongan, yang kini sudah menempati pusat PKL di Jalan Andansari, Lamongan. 

Baca Juga :  Sulit Realisasikan Rumah Subsidi di Perkotaan

Itu bukan perkara mudah untuk merubah mindset PKL. Namun, dengan ketelatenan dan kegigihan, kini pusat PKL Andansari dan Pasar Sidomulyo sangat menggeliat.

‘’Penataan PKL Andansari terus kita lakukan. Setelah membangun atap, sekat antar pedagang juga beberapa sudah kita realisasikan. Serta kita melakukan pengurukan sisi barat agar mampu menampung PKL,’’ terang Zamroni.

Berperan Stabilkan Harga Pangan 

Disperindag Lamongan menjadi leading sector dalam upaya menstabilkan harga. Setiap saat, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan, yang dilaporkan kepada Bupati dan secara nasional. Kini empat pasar yang menjadi rujukan dalam pemantauan harga yakni Pasar Sidoarjo, Pasar Babat, Pasar Blimbing, dan Pasar Mantup. Selain itu, Disperindag Lamongan juga kerap melakukan operasi pasar dan pasar murah bagi warga kurang mampu. 

‘’Ke depan akan kita bangun sistem di setiap kecamatan. Sehingga setiap pasar desa bisa melaporkan,’’ tutur Zamroni.

Beri Sumbangsih PAD Melalui Tera Ulang 

Disperindag Lamongan mulai memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui jasa tera ulang. Petugas berkompeten mampu melakukan tera ulang di SPBU, serta timbangan pedagang di pasar. 

Baca Juga :  BERTABUR PRESTASI, SUKSES TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Selain itu, Disperindag kini sudah memiliki tangki ukur minyak (TUM), yang mampu melakukan tera ulang armada tangki minyak dari dalam daerah maupun dari luar daerah. 

‘’Sejumlah perusahaan juga meminta untuk melakukan tera ulang kepada kami,’’ imbuh Zamroni.

Ikut Mendongkrak Geliat IKM 

Disperindag Lamongan telah melakukan pelatihan kewirausahaan di 60 desa se-Kabupaten Lamongan. Selain untuk mengembangkan potensi desa, upaya untuk meningkatkan kualitas produk Industri Kecil Menengah (IKM) juga dilakukan. 

‘’Kita melakukan pelatihan dan pembinaan mengembangkan produk, pengemasan, merek, dan pemasaran. Serta memfasilitas P-IRT dan bantuan alat produksi,’’ ucap Zamroni. 

Tahun 2019, Disperindag Lamongan melepaskan P-IRT kepada 570 IKM. Untuk pemasaran, juga dilakukan kerjasama dengan sejumlah e-commerce seperti Bukalapak, Bibli, dan lainnya. 

‘’Kita memiliki banyak IKM potensial baik olahan makanan ataupun kerajinan,’’ tukasnya. 

Disperindag Lamongan dipandang sukses mengembangkan IKM. Buktinya sejumlah daerah melakukan study banding. Diantaranya dari Probolinggo, Bau-Bau, Magetan, dan Tuban. 

‘’Terakhir kita melakukan pameran IKM ke Turky. Di sana yang paling dilirik kain tenun ikat dan kopi dari Lamongan,’’ pungkas Zamroni.

Realisasikan Revitalisasi Pasar 

Pasar tradisional secara berkala mendapatkan perhatian dan perbaikan. Tahun 2019, Disperindag Lamongan telah merealisasikan perbaikan bangunan Pasar Tumenggungan Lamongan, Pasar Sukorame, Pasar Kedungpring, dan Pasar Sidomulyo. 

‘’Tahun depan akan kita tata lebih baik lagi. Sehingga, penjual – pembeli bisa lebih nyaman lagi ketika beraktivitas di pasar,’’ tutur Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni, S. Sos, M.Si. 

Pasar Tumenggungan nantinya mampu menampung sekitar 200 pedagang, yang lokasinya berada di dalam Pasar Ikan Lamongan. Proyek pasar yang menelan anggaran Rp 4,7 miliar itu mampu diselesaikan tepat waktu. Sehingga, dalam waktu dekat sudah bisa digunakan. 

‘’Pasar mampu menyuplai signifikan penilaian terhadap kabupaten sehat,’’ ujar Zamroni.

- Advertisement -

Berikan Solusi Terhadap PKL 

Disperindag Lamongan mampu memberikan solusi. Pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan, disediakan tempat yang lebih layak sehingga tidak mengganggu arus lalin. 

Eks pedagang di pinggir jalan depan Pasar Sidoarjo kini seluruhnya telah direlokasi ke Pasar Sidomulyo. Sedangkan, pedagang yang sebelumnya berjualan di sisi selatan Pasar Ikan, nantinya akan direlokasi ke Pasar Tumenggungan. 

‘’Ke depan akan terus kita benahi kekurangannya,’’ ucap Zamroni. 

Selain itu, Disperindag Lamongan sukses merelokasi PKL di sekitar Alun-Alun Lamongan, yang kini sudah menempati pusat PKL di Jalan Andansari, Lamongan. 

Baca Juga :  49 Pegawai Inspektorat Akan Dihadirkan di Sidang

Itu bukan perkara mudah untuk merubah mindset PKL. Namun, dengan ketelatenan dan kegigihan, kini pusat PKL Andansari dan Pasar Sidomulyo sangat menggeliat.

‘’Penataan PKL Andansari terus kita lakukan. Setelah membangun atap, sekat antar pedagang juga beberapa sudah kita realisasikan. Serta kita melakukan pengurukan sisi barat agar mampu menampung PKL,’’ terang Zamroni.

Berperan Stabilkan Harga Pangan 

Disperindag Lamongan menjadi leading sector dalam upaya menstabilkan harga. Setiap saat, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan, yang dilaporkan kepada Bupati dan secara nasional. Kini empat pasar yang menjadi rujukan dalam pemantauan harga yakni Pasar Sidoarjo, Pasar Babat, Pasar Blimbing, dan Pasar Mantup. Selain itu, Disperindag Lamongan juga kerap melakukan operasi pasar dan pasar murah bagi warga kurang mampu. 

‘’Ke depan akan kita bangun sistem di setiap kecamatan. Sehingga setiap pasar desa bisa melaporkan,’’ tutur Zamroni.

Beri Sumbangsih PAD Melalui Tera Ulang 

Disperindag Lamongan mulai memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui jasa tera ulang. Petugas berkompeten mampu melakukan tera ulang di SPBU, serta timbangan pedagang di pasar. 

Baca Juga :  Bupati Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017¬†

Selain itu, Disperindag kini sudah memiliki tangki ukur minyak (TUM), yang mampu melakukan tera ulang armada tangki minyak dari dalam daerah maupun dari luar daerah. 

‘’Sejumlah perusahaan juga meminta untuk melakukan tera ulang kepada kami,’’ imbuh Zamroni.

Ikut Mendongkrak Geliat IKM 

Disperindag Lamongan telah melakukan pelatihan kewirausahaan di 60 desa se-Kabupaten Lamongan. Selain untuk mengembangkan potensi desa, upaya untuk meningkatkan kualitas produk Industri Kecil Menengah (IKM) juga dilakukan. 

‘’Kita melakukan pelatihan dan pembinaan mengembangkan produk, pengemasan, merek, dan pemasaran. Serta memfasilitas P-IRT dan bantuan alat produksi,’’ ucap Zamroni. 

Tahun 2019, Disperindag Lamongan melepaskan P-IRT kepada 570 IKM. Untuk pemasaran, juga dilakukan kerjasama dengan sejumlah e-commerce seperti Bukalapak, Bibli, dan lainnya. 

‘’Kita memiliki banyak IKM potensial baik olahan makanan ataupun kerajinan,’’ tukasnya. 

Disperindag Lamongan dipandang sukses mengembangkan IKM. Buktinya sejumlah daerah melakukan study banding. Diantaranya dari Probolinggo, Bau-Bau, Magetan, dan Tuban. 

‘’Terakhir kita melakukan pameran IKM ke Turky. Di sana yang paling dilirik kain tenun ikat dan kopi dari Lamongan,’’ pungkas Zamroni.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/