alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Terbanyak Kiriman SS Surabaya – Madura

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Sepuluh tersangka diamankan Satreskoba Polres Lamongan selama sebulan karena tersangkut penggunaan dan peredaran sabu – sabu.

Berdasarkan data kepolisian, sebagian besar sabu – sabu itu didapatkan dari wialayah Surabaya dan Madura.

‘’Masih tetap, pelaku dan pemasok barang haram tersebut didapatkan dari wilayah Surabaya dan Madura,’’ ujar Kasatreskoba Polres Lamongan, Iptu Khusen.

Dia mencontohkan Gunaris, 37, asal Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan Narto, 36, asal Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Dua tersangka ini penyuplai SS dari Surabaya.

Keduanya diamankan di sekitar Stadion Surajaya Lamongan (28/8), hasil dari pengembangan tersangka Nur Irwansyah, 37, asal Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan.

Baca Juga :  Pengeringan Gerabah di Lamongan Terkendala Cuaca

Khusen menjelaskan, hampir setiap minggu kedua tersangka sering melakukan pengiriman ke Lamongan. Sekali pengiriman, lebih dari 5 gram.

‘’Kedua tersangka mempunyai peran berbeda – beda. Satu melakukan komunikasi dengan pembeli, satu lagi membawa barang,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, Gunaris berperan mengajak komunikasi pembeli. Sedangkan Narto membawa barang. Keduanya ke Lamongan naik bus. Setelah sampai di lokasi yang ditentukan, keduanya berpencar untuk mengelabuhi petugas.  

‘’Pertama kalinya, tersangka Gunardi diamankan. Namun, tak ditemukan barang bukti. Akan tetapi masih diamankan oleh anggota,’’ ujarnya

Narto akhirnya juga berhasil diamankan anggotanya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan dua klip sabu – sabu, satu set lengkap alat hisap, uang Rp 2,5 juta, dan tiga handphone di tas cokelat.

Baca Juga :  Rp 500 Miliar Tak Bisa Masuk APBD

‘’Untuk satu klip berisikan sabu – sabu dengan berat 0,86 gram dan 8,93 gram. Total 9,79 gram,’’ katanya.

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Sepuluh tersangka diamankan Satreskoba Polres Lamongan selama sebulan karena tersangkut penggunaan dan peredaran sabu – sabu.

Berdasarkan data kepolisian, sebagian besar sabu – sabu itu didapatkan dari wialayah Surabaya dan Madura.

‘’Masih tetap, pelaku dan pemasok barang haram tersebut didapatkan dari wilayah Surabaya dan Madura,’’ ujar Kasatreskoba Polres Lamongan, Iptu Khusen.

Dia mencontohkan Gunaris, 37, asal Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan Narto, 36, asal Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Dua tersangka ini penyuplai SS dari Surabaya.

Keduanya diamankan di sekitar Stadion Surajaya Lamongan (28/8), hasil dari pengembangan tersangka Nur Irwansyah, 37, asal Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan.

Baca Juga :  Santunan Anak Yatim Diprediksi Cair September

Khusen menjelaskan, hampir setiap minggu kedua tersangka sering melakukan pengiriman ke Lamongan. Sekali pengiriman, lebih dari 5 gram.

‘’Kedua tersangka mempunyai peran berbeda – beda. Satu melakukan komunikasi dengan pembeli, satu lagi membawa barang,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, Gunaris berperan mengajak komunikasi pembeli. Sedangkan Narto membawa barang. Keduanya ke Lamongan naik bus. Setelah sampai di lokasi yang ditentukan, keduanya berpencar untuk mengelabuhi petugas.  

‘’Pertama kalinya, tersangka Gunardi diamankan. Namun, tak ditemukan barang bukti. Akan tetapi masih diamankan oleh anggota,’’ ujarnya

Narto akhirnya juga berhasil diamankan anggotanya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan dua klip sabu – sabu, satu set lengkap alat hisap, uang Rp 2,5 juta, dan tiga handphone di tas cokelat.

Baca Juga :  Banjir Bandang Juga Melanda

‘’Untuk satu klip berisikan sabu – sabu dengan berat 0,86 gram dan 8,93 gram. Total 9,79 gram,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/