alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Dua Jamaah Haji Pulang Lebih Awal

LAMONGAN, Radar Lamongan – Faktor kesehatan membuat Supraptiningsih dan Soeratmin, dua jamaah haji asal Lamongan pulang lebih awal. Pasutri lanjut usia itu ikut pulang bersama rombongan kloter 37. Keduanya tiba Kamis (29/8). 

Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Khoirul Anam menjelaskan, pemulangan jamaah haji lebih awal tersebut sesuai prosedur.

‘’Jamaah haji tersebut mendapatkan rekomendasi dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sehingga bisa pulang lebih awal,’’ tutur Anam kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (31/8).

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor jamaah haji bisa mengajukan pindah kloter dan pulang lebih awal. Di antaranya, keinginan sendiri karena ada kepentingan yang mendesak, pejabat negara yang melaksanakan tugas negara, dan sakit.

Baca Juga :  Pasca PPKM, Kapasitas Penumpang KMP Drajat Jadi Bertambah

‘’Hal itu sudah diatur dalam SOP. Bisa disetujui asalkan yang bersangkutan dinyatakan layak terbang dan ada bangku kosong di kolter lain,’’ ujarnya.

Informasinya, Supraptiningsih menderita diabetes. Ibu jari kaki perempuan lanjut usia itu pernah diamputasi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Namun, satu kakinya diamputasi ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.

‘’Istrinya yang sakit, sehingga suaminya mendampingi pulang,’’ tutur Anam saat dikonfirmasi via ponsel. 

Jamaah haji asal Lamongan selesai melaksanakan ibadah haji. Kini hanya menyisakan ibadah sunah. Anam memastikan dua jamaah haji yang pulang lebih awal sudah tuntas melaksanakan ibadah haji.

‘’Kita terus memantau kabar terkini dari jamaah haji asal Lamongan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  PERAIH JUARA 1 DIBERI HADIAH BUPATI TIKET UMRAH

Seperti diberitakan, dua jamaah haji asal Lamongan meninggal dunia. Yakni,  Murni, 52, asal Desa Kemantren, Kecamatan Paciran. Dia dilaporkan meninggal di dalam pesawat saat perjalanan ke Tanah Suci, Minggu (4/8). 

Satu jamaah lagi, Mandrim Kholis, 75, asal Kecamatan Maduran. Dia meninggal di Makkah ketika melakukan aktivitas di hotel. Jamaah haji asal Lamongan dijadwalkan pulang ke tanah air pertengahan September. Anam menjelaskan, jamaah haji  kloter 79 kembali 13 September nantu. Disusul kloter 80, 81, dan 82, sehari kemudian.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Faktor kesehatan membuat Supraptiningsih dan Soeratmin, dua jamaah haji asal Lamongan pulang lebih awal. Pasutri lanjut usia itu ikut pulang bersama rombongan kloter 37. Keduanya tiba Kamis (29/8). 

Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Khoirul Anam menjelaskan, pemulangan jamaah haji lebih awal tersebut sesuai prosedur.

‘’Jamaah haji tersebut mendapatkan rekomendasi dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sehingga bisa pulang lebih awal,’’ tutur Anam kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (31/8).

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor jamaah haji bisa mengajukan pindah kloter dan pulang lebih awal. Di antaranya, keinginan sendiri karena ada kepentingan yang mendesak, pejabat negara yang melaksanakan tugas negara, dan sakit.

Baca Juga :  Minta Penerima Bantuan Diberi Tanda

‘’Hal itu sudah diatur dalam SOP. Bisa disetujui asalkan yang bersangkutan dinyatakan layak terbang dan ada bangku kosong di kolter lain,’’ ujarnya.

Informasinya, Supraptiningsih menderita diabetes. Ibu jari kaki perempuan lanjut usia itu pernah diamputasi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Namun, satu kakinya diamputasi ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.

‘’Istrinya yang sakit, sehingga suaminya mendampingi pulang,’’ tutur Anam saat dikonfirmasi via ponsel. 

Jamaah haji asal Lamongan selesai melaksanakan ibadah haji. Kini hanya menyisakan ibadah sunah. Anam memastikan dua jamaah haji yang pulang lebih awal sudah tuntas melaksanakan ibadah haji.

‘’Kita terus memantau kabar terkini dari jamaah haji asal Lamongan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pecinta Donat, Lebih Suka Rasa Kacang

Seperti diberitakan, dua jamaah haji asal Lamongan meninggal dunia. Yakni,  Murni, 52, asal Desa Kemantren, Kecamatan Paciran. Dia dilaporkan meninggal di dalam pesawat saat perjalanan ke Tanah Suci, Minggu (4/8). 

Satu jamaah lagi, Mandrim Kholis, 75, asal Kecamatan Maduran. Dia meninggal di Makkah ketika melakukan aktivitas di hotel. Jamaah haji asal Lamongan dijadwalkan pulang ke tanah air pertengahan September. Anam menjelaskan, jamaah haji  kloter 79 kembali 13 September nantu. Disusul kloter 80, 81, dan 82, sehari kemudian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/