alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Waspada Kebakaran! Sehari Dua Lokasi Kejadian

Radar Bojonegoro – Petang mulai tiba. Namun, sesaat sebelum azan magrib, warga Dusun Karanglo, Desa Kemamang, Kecamatan Balen, dikagetkan dengan kebakaran menimpa rumah Lasiman.

Warga bergegas keluar rumah dan membantu pemadaman kemarin petang (31/7). Kebakaran bagian belakang rumah Lasiman, 50, itu sekitar pukul 17.30 kemarin. Sumber api diduga berasal dari diang yang dibakar oleh korban di kandang ternaknya. 

Api merambat ke tumpukan jerami sekaligus rumah bagian belakang. Jaenah, istri korban yang mengetahui asap dan api di rumahnya, bergegas meminta tolong warga sekitar.

Selang 15 menit, delapan petugas damkar dan dua mobil damkar datang. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20. “Kerugian korban ditaksir satu juta rupiah meliputi kayu penyangga talang rumah dan usuk rumah bagian belakang,” ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Sukirno.

Belum sampai 24 jam, malamnya juga terjadi kebakaran di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, sekitar pukul 19.30. Si jago merah melahap gudang mebel milik Ali Ghufron, warga Gang Samiadoen, Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Dicky Andrianto, Penulis Naskah Sandur Karyanya Akan Dibukukan

Api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lainnya. Sukirno mengungkapkan, bahwa sumber api diduga berasal dari tungku di dalam gudang mebel digunakan korban memasak air. Kemungkinan api di tungku tidak mati dengan sempurna saat diguyur air. Saat ditinggal korban pulang ke rumah, api membesar.

Muslim, tetangga korban mengetahui ada kobaran api berasal dari gudang mebel tersebut. Bergegas, Muslim berteriak minta tolong kepada warga setempat agar membatu memadamkan api.

“Di dalam gudang mebel itu tidak ada orangnya, pemiliknya sudah pulang ke rumah,” terangnya. Tumpukan kayu di dalam gudang mengakibatkan api cepat membesar. Bangunan gudang juga semipermanen berbahan kayu.

Dua mobil damkar dan tujuh personel dari Pos Damkar Kota datang ke lokasi sekitar pukul 19.54, sejam kemudian api sudah padam. Bangunan gudang semiper manen berukuran 10×25 meter itu terbakar kurang lebih 15 persen sekaligus tumpukan kayu.

Baca Juga :  SKK Migas: CSR Bisa untuk Persibo

“Material yang berhasil diselamatkan 85 persen bangunan gudang. Beberapa perabotan dan bahan baku mebel serta barang-barang mebel yang sudah jadi,” tuturnya. Kerugian korban ditaksir Rp 20 juta. Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa.

Sukirno mengimbau apabila hendak mema tikan api tungku atau sampah sebaiknya diguyur air berkali-kali. Benar-benar pastikan tidak ada api tersisa. Karena kebakaran terjadi akibat memenuhi syarat segitiga api. Yakni bahan bakar, oksigen, dan sumber panas.

“Ketika ada sumber api dan di dekatnya ada benda-benda mudah terbakar lalu ada angin mengembus dan suhu panas, kebakaran pun terjadi dalam waktu singkat,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Petang mulai tiba. Namun, sesaat sebelum azan magrib, warga Dusun Karanglo, Desa Kemamang, Kecamatan Balen, dikagetkan dengan kebakaran menimpa rumah Lasiman.

Warga bergegas keluar rumah dan membantu pemadaman kemarin petang (31/7). Kebakaran bagian belakang rumah Lasiman, 50, itu sekitar pukul 17.30 kemarin. Sumber api diduga berasal dari diang yang dibakar oleh korban di kandang ternaknya. 

Api merambat ke tumpukan jerami sekaligus rumah bagian belakang. Jaenah, istri korban yang mengetahui asap dan api di rumahnya, bergegas meminta tolong warga sekitar.

Selang 15 menit, delapan petugas damkar dan dua mobil damkar datang. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20. “Kerugian korban ditaksir satu juta rupiah meliputi kayu penyangga talang rumah dan usuk rumah bagian belakang,” ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Sukirno.

Belum sampai 24 jam, malamnya juga terjadi kebakaran di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, sekitar pukul 19.30. Si jago merah melahap gudang mebel milik Ali Ghufron, warga Gang Samiadoen, Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Belum Lantik Perangkat Desa, ini Saksi untuk Para Kades

Api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lainnya. Sukirno mengungkapkan, bahwa sumber api diduga berasal dari tungku di dalam gudang mebel digunakan korban memasak air. Kemungkinan api di tungku tidak mati dengan sempurna saat diguyur air. Saat ditinggal korban pulang ke rumah, api membesar.

Muslim, tetangga korban mengetahui ada kobaran api berasal dari gudang mebel tersebut. Bergegas, Muslim berteriak minta tolong kepada warga setempat agar membatu memadamkan api.

“Di dalam gudang mebel itu tidak ada orangnya, pemiliknya sudah pulang ke rumah,” terangnya. Tumpukan kayu di dalam gudang mengakibatkan api cepat membesar. Bangunan gudang juga semipermanen berbahan kayu.

Dua mobil damkar dan tujuh personel dari Pos Damkar Kota datang ke lokasi sekitar pukul 19.54, sejam kemudian api sudah padam. Bangunan gudang semiper manen berukuran 10×25 meter itu terbakar kurang lebih 15 persen sekaligus tumpukan kayu.

Baca Juga :  Dicky Andrianto, Penulis Naskah Sandur Karyanya Akan Dibukukan

“Material yang berhasil diselamatkan 85 persen bangunan gudang. Beberapa perabotan dan bahan baku mebel serta barang-barang mebel yang sudah jadi,” tuturnya. Kerugian korban ditaksir Rp 20 juta. Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa.

Sukirno mengimbau apabila hendak mema tikan api tungku atau sampah sebaiknya diguyur air berkali-kali. Benar-benar pastikan tidak ada api tersisa. Karena kebakaran terjadi akibat memenuhi syarat segitiga api. Yakni bahan bakar, oksigen, dan sumber panas.

“Ketika ada sumber api dan di dekatnya ada benda-benda mudah terbakar lalu ada angin mengembus dan suhu panas, kebakaran pun terjadi dalam waktu singkat,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

 Waspadai Informasi Tidak Benar

DP Desak Syarat Munaqosah Dihapus

#TubanMendatang Lebih Baik

Latih Penegak Disiplin Protokol Kesehatan

Artikel Terbaru


/