alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Merasa Sering Gagal saat Proses Banting

NAOMI tidak pernah menyerah meski sering gagal. Dia terus berlatih agar bisa menjadi atlet profesional. Medali perak pada kejuaraan gulat di Malang dijadikan salah satu modalnya. 

Badannya tidak terlalu gemuk. Tingginya 155 cm. Kulitnya bersih dan suaranya lirih. Naomi, nama perempuan tersebut, merupakan atlet gulat Provinsi Jatim.

Menjadi atlet gulat profesional menjadi cita-citanya. Meskipun, dia harus memiliki fisik kuat dan teknik membanting di akhir pertandingan. Naomi berlatih sejak kelas V SD.

‘’Sebelumnya tidak minat, tapi lihat kakak sering ikut pertandingan dan juara, akhirnya tertarik,” tutur remaja 15 tahun itu.

Darah atlet mengalir dalam dirinya. Selain kedua kakaknya merupakan atlet gulat nasional, ibunya juga atlet voli. Sehingga, kebiasaan olahraga menjadi makanan sehari-hari.

Meski pembawaannya kalem, Naomi suka tantangan. Dia pernah ditawari menjadi atlet panjat tebing. Namun, Naomi merasa kesulitan memanjat. Dia lalu ikut kakaknya latihan gulat. Satu tahun berlatih teknik gulat, Naomi menjajal peruntungan dengan mengikuti sebuah pertandingan tingkat provinsi.

Baca Juga :  Emak-Emak di Lamongan Antusias Dukung Heppiii Community Donorkan Darah

Minimnya jam terbang membuatnya gagal berprestasi. Namun, dia tetap tertarik dan mencoba mengukir prestasi setiap event yang diikutinya. Sampai akhirnya, Naomi berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan provinsi beberapa bulan lalu. “Dua kali gagal, alhamdulillah akhirnya juara,” ujar putri pasangan Achmad Fauzi dan Sri Puji Astuti.

Naomi juga mengikuti porprov bulan lalu. Namun, langkahnya terhenti pada semifinal. Setiap kegagalan selalu menjadi pengalaman berharga. Naomi semakin rajin mengikuti latihan. Biasanya, dia hanya tiga hingga empat kali latihan setiap minggu. Karena sering gagal dalam kejuaraan, setiap waktu luang selalu dimanfaatkan untuk latihan. “Sering gagal saat proses banting, entah tidak fokus atau sudah kelelahan, masih terus dievaluasi,” tutur perempuan kelahiran 2004 tersebut.

Baca Juga :  Cair Tapi Terlambat

Fisik menjadi hal penting sebagai atlet gulat. Selain rutin olahraga lari, Naomi melakukan latihan angkat besi. Dia pernah berlatih angkat berat. Namun, Naomi sempat beberapa kali kram ketika latihan.

Pola makan juga penting baginya. Naomi mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak minum air putih. Sebab pola makan salah akan berpengaruh pada berat badan dan kondisi fisiknya.

Sebagai seorang remaja, Naomi juga mengalami siklus bulanan. Namun hal itu tidak menghalangi keinginannya menjadi atlet profesional. Dia mengurangi porsi latihan saat masa siklus. Naomi sangat senang apabila semakin banyak perempuan tertarik olahraga ini. “Kan untuk kita juga, bisa membentengi diri dan membuat bangga,” tutur dara penggemar atlet gulat Nor Diana tersebut. (*/yan)

NAOMI tidak pernah menyerah meski sering gagal. Dia terus berlatih agar bisa menjadi atlet profesional. Medali perak pada kejuaraan gulat di Malang dijadikan salah satu modalnya. 

Badannya tidak terlalu gemuk. Tingginya 155 cm. Kulitnya bersih dan suaranya lirih. Naomi, nama perempuan tersebut, merupakan atlet gulat Provinsi Jatim.

Menjadi atlet gulat profesional menjadi cita-citanya. Meskipun, dia harus memiliki fisik kuat dan teknik membanting di akhir pertandingan. Naomi berlatih sejak kelas V SD.

‘’Sebelumnya tidak minat, tapi lihat kakak sering ikut pertandingan dan juara, akhirnya tertarik,” tutur remaja 15 tahun itu.

Darah atlet mengalir dalam dirinya. Selain kedua kakaknya merupakan atlet gulat nasional, ibunya juga atlet voli. Sehingga, kebiasaan olahraga menjadi makanan sehari-hari.

Meski pembawaannya kalem, Naomi suka tantangan. Dia pernah ditawari menjadi atlet panjat tebing. Namun, Naomi merasa kesulitan memanjat. Dia lalu ikut kakaknya latihan gulat. Satu tahun berlatih teknik gulat, Naomi menjajal peruntungan dengan mengikuti sebuah pertandingan tingkat provinsi.

Baca Juga :  Geger, Semak di Pemukiman Terbakar

Minimnya jam terbang membuatnya gagal berprestasi. Namun, dia tetap tertarik dan mencoba mengukir prestasi setiap event yang diikutinya. Sampai akhirnya, Naomi berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan provinsi beberapa bulan lalu. “Dua kali gagal, alhamdulillah akhirnya juara,” ujar putri pasangan Achmad Fauzi dan Sri Puji Astuti.

Naomi juga mengikuti porprov bulan lalu. Namun, langkahnya terhenti pada semifinal. Setiap kegagalan selalu menjadi pengalaman berharga. Naomi semakin rajin mengikuti latihan. Biasanya, dia hanya tiga hingga empat kali latihan setiap minggu. Karena sering gagal dalam kejuaraan, setiap waktu luang selalu dimanfaatkan untuk latihan. “Sering gagal saat proses banting, entah tidak fokus atau sudah kelelahan, masih terus dievaluasi,” tutur perempuan kelahiran 2004 tersebut.

Baca Juga :  Hari Ini Harus Bisa Cetak Gol

Fisik menjadi hal penting sebagai atlet gulat. Selain rutin olahraga lari, Naomi melakukan latihan angkat besi. Dia pernah berlatih angkat berat. Namun, Naomi sempat beberapa kali kram ketika latihan.

Pola makan juga penting baginya. Naomi mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak minum air putih. Sebab pola makan salah akan berpengaruh pada berat badan dan kondisi fisiknya.

Sebagai seorang remaja, Naomi juga mengalami siklus bulanan. Namun hal itu tidak menghalangi keinginannya menjadi atlet profesional. Dia mengurangi porsi latihan saat masa siklus. Naomi sangat senang apabila semakin banyak perempuan tertarik olahraga ini. “Kan untuk kita juga, bisa membentengi diri dan membuat bangga,” tutur dara penggemar atlet gulat Nor Diana tersebut. (*/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/