alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Belajar dari Komunitas Literasi, Sudah Terbitkan 25 Buku

GENERASI penulis terus bermunculan. Niswatin Nurul Hidayati, salah satu penulis telah melahirkan 25 buku. Semua buku tentang bahasa Inggris.

Perempuan berkerudung itu duduk santai di ruang lobi Hotel Aston kemarin (31/7) siang. Santun dan sederhana. Memakai jilbab hitam menyalami beberapa mahasiswa yang menyapanya.

Niswatin Nurul Hidayati, nama lengkapnya. Jarang yang mengetahui, ternyata Anis sapaan akrabnya, ini seorang penulis.  Dari ide dan gagasannya, dosen perempuan ini telah menerbitkan 25 judul buku. Semua buku tentang bahasa Inggris.

Anis menulis sejak 2013. Tepatnya saat awal menempuh kuliah pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. ’’Awalnya coba-coba ikut komunitas jurnalis, kemudian didorong untuk menulis,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Andreas Kembali Mangkir

Dia menceritakan, kali pertama menulis pada 2014. Saat itu sempat ragu dengan karyanya. Sehingga, sempat berhenti beberapa bulan. Anis mendapatkan semangat lagi dari teman-temannya, dan membuatnya menuntaskan penulisan.

Ketika mau cetak buku, dia mencoba mencari pihak percetakan. Dan akhirnya mendapat persetujuan. Buku pun dicetak. ’’Percetakan pertama di Jogjakarta,’’ tutur perempuan kelahiran November 1990 itu.

Anis tak menyangka, ternyata buku karangan pertamanya itu laris di pasaran. Sehingga dia termotivasi lagi menulis buku. Semangatnya menulis buku tentang bahasa asing tersebut karena dia lulusan fakultas bahasa dan sastra Inggris.

Selain itu, dia menilai buku pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih minim. Sehingga menjadi peluang membuat terobosan tentang buku bahasa Inggris. ’’Pada 2014 berhasil menulis dua buku,’’ ungkap dosen STAI Al-Hikmah itu.

Baca Juga :  Turunkan 294 Atlet, Hanya Target 18 Emas

Tahun pertama, dia menulis buku berjudul Vocabulation Easy to Learn Vocabulary and Conversation dan Mega Bank of Grammar. Tahun berikutnya, perempuan kelahiran Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, itu menulis empat buku. Semuanya juga tentang bahasa Inggris.

Untuk penerbitnya bervariasi. Berganti-ganti penerbit. Setiap penerbit memiliki kebijakan berbeda. Sehingga royalti dari karyanya pun juga berbeda. ’’Untuk royalti tergantung kebijakan penerbit,’’ ujar dia.

Meskipun sudah menerbitkan 25 buku, Anis akan terus menulis buku. Dosen yang gemar membaca ini optimistis, dengan menulis akan memberikan kontribusi untuk membangun sebuah peradaban.

GENERASI penulis terus bermunculan. Niswatin Nurul Hidayati, salah satu penulis telah melahirkan 25 buku. Semua buku tentang bahasa Inggris.

Perempuan berkerudung itu duduk santai di ruang lobi Hotel Aston kemarin (31/7) siang. Santun dan sederhana. Memakai jilbab hitam menyalami beberapa mahasiswa yang menyapanya.

Niswatin Nurul Hidayati, nama lengkapnya. Jarang yang mengetahui, ternyata Anis sapaan akrabnya, ini seorang penulis.  Dari ide dan gagasannya, dosen perempuan ini telah menerbitkan 25 judul buku. Semua buku tentang bahasa Inggris.

Anis menulis sejak 2013. Tepatnya saat awal menempuh kuliah pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. ’’Awalnya coba-coba ikut komunitas jurnalis, kemudian didorong untuk menulis,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Alun – Alun Lamongan Tetap Ditutup

Dia menceritakan, kali pertama menulis pada 2014. Saat itu sempat ragu dengan karyanya. Sehingga, sempat berhenti beberapa bulan. Anis mendapatkan semangat lagi dari teman-temannya, dan membuatnya menuntaskan penulisan.

Ketika mau cetak buku, dia mencoba mencari pihak percetakan. Dan akhirnya mendapat persetujuan. Buku pun dicetak. ’’Percetakan pertama di Jogjakarta,’’ tutur perempuan kelahiran November 1990 itu.

Anis tak menyangka, ternyata buku karangan pertamanya itu laris di pasaran. Sehingga dia termotivasi lagi menulis buku. Semangatnya menulis buku tentang bahasa asing tersebut karena dia lulusan fakultas bahasa dan sastra Inggris.

Selain itu, dia menilai buku pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih minim. Sehingga menjadi peluang membuat terobosan tentang buku bahasa Inggris. ’’Pada 2014 berhasil menulis dua buku,’’ ungkap dosen STAI Al-Hikmah itu.

Baca Juga :  Angger Bilal Prakoso, Pelatih Cabor Rugby sekaligus Anggar

Tahun pertama, dia menulis buku berjudul Vocabulation Easy to Learn Vocabulary and Conversation dan Mega Bank of Grammar. Tahun berikutnya, perempuan kelahiran Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, itu menulis empat buku. Semuanya juga tentang bahasa Inggris.

Untuk penerbitnya bervariasi. Berganti-ganti penerbit. Setiap penerbit memiliki kebijakan berbeda. Sehingga royalti dari karyanya pun juga berbeda. ’’Untuk royalti tergantung kebijakan penerbit,’’ ujar dia.

Meskipun sudah menerbitkan 25 buku, Anis akan terus menulis buku. Dosen yang gemar membaca ini optimistis, dengan menulis akan memberikan kontribusi untuk membangun sebuah peradaban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/