alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

64 Pasutri Ramaikan Pilkades

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Lamongan,  15 September nanti, bakal diramaikan 64 bakal calon pasangan suami istri (pasutri). Bacakades satu keluarga ini maju bersama karena tidak ada calon lain yang ingin bersaing di pesta demokrasi level desa tersebut. 

“Pendaftaran gelombang kedua ditutup (22/7) dan banyak calon dari pasutri,” ujar Kabag Pemdes Lamongan, Abdul Khowi.

Sebelum pendaftaran gelombang kedua dibuka, terdata 50 bacakades pasutri. Ketika pendaftaran gelombang kedua dibuka, ada 14 bacakades lagi dari pasutri. Khowi mencontohkan Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi dan Desa Sidobandung, Kecamatan Kedungpring. 

Jika bacakades pasutri meningkat, maka bacakades incumbent berkurang. Jika di awal pendaftaran terdata 303 orang, maka setelah verifikasi hanya tinggal 288 orang. Sebagian dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi karena berkasnya kurang lengkap.

Baca Juga :  Gorong Gorong Ambles, Tak Segera Diperbaiki

Selain itu, lanjut Khowi, saat seleksi awal lalu, terdapat dua desa yang bacakades-nya lebih dari lima orang. Yakni, Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong dengan 11 pendaftar dan Desa Tamanprijek, Laren yang ada 6 pendaftar. Seluruhnya dilakukan penyaringan seleksi dan diambil skor tertinggi untuk menentukan lima bacakades.

Menurut Khowi, aturan baru, incumbent bisa menjabat sebanyak tiga periode. Dengan catatan, tidak terlibat kasus hukum dan tindak pidana lainnya. 

Khowi menuturkan, saat ini pilkades masuk verifikasi administrasi tahap kedua. Verifikasi itu berakhir 5 Agustus nanti. Setelah verifikasi berakhir, maka data peserta pilkades bisa diketahui pasti. 

Khowi mengaku belum bisa menyebutkan bacakades yang tidak memenuhi syarat. Alasannya, verifikasi dilakukan masing-masing panitia desa. Panitia belum melaporkan kepada instansi rekap sementara. Jika bacakades tidak memenuhi persyaratan pada verifikasi tahap kedua, maka pilkades terancam tidak bisa diselenggarakan di desa tersebut. 

Baca Juga :  Jamaah dan Alumni Serentak Doakan Mbah Maimun

Pada verifikasi tahap pertama, ditemukan sembilan desa hanya memiliki satu calon kades. Serta lima desa tidak memenuhi syarat kelengkapan berkas. Namun, semuanya berhasil mendaftar kembali pada tahap II. 

Jika setelah verifikasi tahap kedua tuntas dan ditemukan desa hanya memiliki satu calon, maka otomatis tidak bisa menyelenggarakan pilkades. ‘’Semoga memenuhi semua, karena tidak ada kesempatan lagi dan terpaksa harus Pj,” jelasnya. 

Jika verifikasi berakhir, maka tahapan berikutnya penyusunan daftar pemilih sementara. 

Seperti diberitakan, pilkades tahun ini merupakan terbesar di Lamongan. Ada  385 desa dengan masa jabatan paling lama  Februari 2020.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Lamongan,  15 September nanti, bakal diramaikan 64 bakal calon pasangan suami istri (pasutri). Bacakades satu keluarga ini maju bersama karena tidak ada calon lain yang ingin bersaing di pesta demokrasi level desa tersebut. 

“Pendaftaran gelombang kedua ditutup (22/7) dan banyak calon dari pasutri,” ujar Kabag Pemdes Lamongan, Abdul Khowi.

Sebelum pendaftaran gelombang kedua dibuka, terdata 50 bacakades pasutri. Ketika pendaftaran gelombang kedua dibuka, ada 14 bacakades lagi dari pasutri. Khowi mencontohkan Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi dan Desa Sidobandung, Kecamatan Kedungpring. 

Jika bacakades pasutri meningkat, maka bacakades incumbent berkurang. Jika di awal pendaftaran terdata 303 orang, maka setelah verifikasi hanya tinggal 288 orang. Sebagian dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi karena berkasnya kurang lengkap.

Baca Juga :  Percantik Gerbang Wisata Kahyangan Api

Selain itu, lanjut Khowi, saat seleksi awal lalu, terdapat dua desa yang bacakades-nya lebih dari lima orang. Yakni, Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong dengan 11 pendaftar dan Desa Tamanprijek, Laren yang ada 6 pendaftar. Seluruhnya dilakukan penyaringan seleksi dan diambil skor tertinggi untuk menentukan lima bacakades.

Menurut Khowi, aturan baru, incumbent bisa menjabat sebanyak tiga periode. Dengan catatan, tidak terlibat kasus hukum dan tindak pidana lainnya. 

Khowi menuturkan, saat ini pilkades masuk verifikasi administrasi tahap kedua. Verifikasi itu berakhir 5 Agustus nanti. Setelah verifikasi berakhir, maka data peserta pilkades bisa diketahui pasti. 

Khowi mengaku belum bisa menyebutkan bacakades yang tidak memenuhi syarat. Alasannya, verifikasi dilakukan masing-masing panitia desa. Panitia belum melaporkan kepada instansi rekap sementara. Jika bacakades tidak memenuhi persyaratan pada verifikasi tahap kedua, maka pilkades terancam tidak bisa diselenggarakan di desa tersebut. 

Baca Juga :  Gedung Pemkab Mulai Diperbaiki, Gedung DPRD Lelang Ulang

Pada verifikasi tahap pertama, ditemukan sembilan desa hanya memiliki satu calon kades. Serta lima desa tidak memenuhi syarat kelengkapan berkas. Namun, semuanya berhasil mendaftar kembali pada tahap II. 

Jika setelah verifikasi tahap kedua tuntas dan ditemukan desa hanya memiliki satu calon, maka otomatis tidak bisa menyelenggarakan pilkades. ‘’Semoga memenuhi semua, karena tidak ada kesempatan lagi dan terpaksa harus Pj,” jelasnya. 

Jika verifikasi berakhir, maka tahapan berikutnya penyusunan daftar pemilih sementara. 

Seperti diberitakan, pilkades tahun ini merupakan terbesar di Lamongan. Ada  385 desa dengan masa jabatan paling lama  Februari 2020.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/