alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Gandeng Kampus Awasi Mutu Proyek

BOJONEGORO – DPRD Bojonegoro menggandeng sejumlah ahli dan akademisi terkait kerja konstruksi. Kerja sama itu ditujukan untuk memantau kualitas dan mutu pekerjaan infrastruktur. Mengingat, rentan terjadinya pengurangan spek proyek infrastruktur.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengakui, bakal gandeng dua akademisi, yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dua kampus tersebut diminta mengawal pembangunan infrastruktur.

“Ini langkah pemantauan saja, agar kualitasnya tidak berkurang,” tegasnya selasa (31/7). Sukur mengakui, untuk mengawal secara teknis, pihaknya memang kurang pemahaman. Karena itu, harus melakukan kerja sama. Tentu, pemantauan lebih akurat.

Menurutnya, pemantauan harus dilakukan karena rentan oknum curang. Sehingga, dikhawatirkan berdampak pada kualitas objek pekerjaan. “Kami kerja sama agar pantauan lebih maksimal dan akurat,” imbuh dia. Direktur IDfoS Indonesia Joko Hadi Purnomo mengatakan, asal dilakukan dengan benar, kerja sama itu langkah bagus.

Baca Juga :  Sidak Proyek Trotoar, Harus Dilembur dan Tambah Pekerja

Sebab, selain menjaga kualitas proyek dan menjamin kompetisi sehat antarkontraktor, langkah tersebut juga mencegah tindak korupsi. “Itu langkah bagus. Sebab mampu cegah tindak kecurangan,” kata Joko. Joko percaya jika bidang pembangunan dan infrastruktur merupakan bidang basah.

Rentan terjadi kecurangan. Karena itu, pengawalan secara intensif memang sangat diperlukan. Terutama, Bojonegoro sudah berkomitmen open contracting. Sehingga, itu mendukung keterbukaan. Asal, kata dia, niat awal dan teknisnya memang juga benar.

BOJONEGORO – DPRD Bojonegoro menggandeng sejumlah ahli dan akademisi terkait kerja konstruksi. Kerja sama itu ditujukan untuk memantau kualitas dan mutu pekerjaan infrastruktur. Mengingat, rentan terjadinya pengurangan spek proyek infrastruktur.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengakui, bakal gandeng dua akademisi, yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dua kampus tersebut diminta mengawal pembangunan infrastruktur.

“Ini langkah pemantauan saja, agar kualitasnya tidak berkurang,” tegasnya selasa (31/7). Sukur mengakui, untuk mengawal secara teknis, pihaknya memang kurang pemahaman. Karena itu, harus melakukan kerja sama. Tentu, pemantauan lebih akurat.

Menurutnya, pemantauan harus dilakukan karena rentan oknum curang. Sehingga, dikhawatirkan berdampak pada kualitas objek pekerjaan. “Kami kerja sama agar pantauan lebih maksimal dan akurat,” imbuh dia. Direktur IDfoS Indonesia Joko Hadi Purnomo mengatakan, asal dilakukan dengan benar, kerja sama itu langkah bagus.

Baca Juga :  Warga Bisa Akses Data Proyek

Sebab, selain menjaga kualitas proyek dan menjamin kompetisi sehat antarkontraktor, langkah tersebut juga mencegah tindak korupsi. “Itu langkah bagus. Sebab mampu cegah tindak kecurangan,” kata Joko. Joko percaya jika bidang pembangunan dan infrastruktur merupakan bidang basah.

Rentan terjadi kecurangan. Karena itu, pengawalan secara intensif memang sangat diperlukan. Terutama, Bojonegoro sudah berkomitmen open contracting. Sehingga, itu mendukung keterbukaan. Asal, kata dia, niat awal dan teknisnya memang juga benar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/