alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Pagi Ini, Kloter 16 dan 17 Dilepas 

TUBAN-Takdir Allah tidak ada yang tahu. Jika Sang Khalik sudah berkehendak, maka manusia hanya bisa menjalani. Kenyataan pahit itu dialami tiga calon jamaah haji (CJH) yang gagal berangkat ke Tanah Suci. 

Satu jamaah atas nama Sunarti meninggal setelah terlibat kecelakaan. Dia warga Desa Demit, Kecamatan Jatirogo. Sedangkan pasangan suami-istri Mujiono dan Siti Kumaiyah terpaksa tunda berangkat karena sang suami sakit. Padahal, saat awal tes kesehatan terverifikasi normal dan siap berangkat. 

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, ketiga CJH tersebut sebenarnya tinggal berangkat, karena sejumlah persyaratan sudah dipenuhi. Termasuk pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). 

Dikatakan dia, semestinya kloter 16 dan 17 merupakan kloter penuh. Namun, karena tiga CJH gagal berangkat, maka jumlah dua kloter tersebut berkurang. 

Baca Juga :  Aplikasi Belum Kelar, RSUD Klasifi kasikan Antrean

Sementara itu, sebanyak 912 CJH asal Tuban resmi diberangkatkan pagi ini. Dijadwalkan, mereka bertolak ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sekitar pukul 08.00. CJH dilepas langsung bupati Fathul Huda di Pendapa Krida Manunggal Tuban.

‘’Sebelum pemberangkatan, CJH mendapat pengarahan dari bupati. Karena itu, dua jam sebelumnya, pukul 05.30, jamaah sudah harus kumpul di pendapa,’’ ujar Umi Kulsum kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (31/7).

Dikatakan dia, para CJH akan diberangkatkan dengan menggunakan 20 armada bus dan dikawal 5 unit mobil patwal dari Polres Tuban. Untuk kloter 16 diberangkatkan lebih dulu. Selanjutnya disusul kloter 17. ‘’Untuk koper jamaah sudah diberangkatkan hari ini (kemarin sore),’’ tambah mantan kasi bimbingan syariah itu.

Pengamanan pemberangkatan haji kali ini ekstra ketat. Sebanyak 280 personel dikerahkan untuk pengamanan pemberangkatan. Rinciannya, polres (175 personel), kodim (30 personel), satpol PP (40 personel), dishub (30 personel), dan polisi militer (5 personel). Pengamanan dilakukan mulai dari dalam pendapa hingga sejumlah titik di luar pendapa.

Baca Juga :  Harga Kain Naik, Harga Seragam Juga Naik

Umi lebih lanjut mengatakan, menjelang pemberangkatan, seluruh calon tamu Allah itu dalam kondisi siap berangkat ke Tanah Suci. ‘’Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat. Dan, semoga hingga pemberangkatan nanti semua dalam keadaan sehat. Tidak ada yang sakit,’’ kata dia berharap.

Dijadwalkan, para CJH tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) sekitar pukul 10.00. Di AHES jamaah akan menginap semalam sebelum diterbangkan ke Tanah Suci. Selama menginap semalam itu, para CJH akan mendapat pembinaan dan pengarahan. Sekaligus pembagian kebutuhan selama di Makkah, mulai dari pembagian living cost, gelang jamaah, dan paspor.

TUBAN-Takdir Allah tidak ada yang tahu. Jika Sang Khalik sudah berkehendak, maka manusia hanya bisa menjalani. Kenyataan pahit itu dialami tiga calon jamaah haji (CJH) yang gagal berangkat ke Tanah Suci. 

Satu jamaah atas nama Sunarti meninggal setelah terlibat kecelakaan. Dia warga Desa Demit, Kecamatan Jatirogo. Sedangkan pasangan suami-istri Mujiono dan Siti Kumaiyah terpaksa tunda berangkat karena sang suami sakit. Padahal, saat awal tes kesehatan terverifikasi normal dan siap berangkat. 

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, ketiga CJH tersebut sebenarnya tinggal berangkat, karena sejumlah persyaratan sudah dipenuhi. Termasuk pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). 

Dikatakan dia, semestinya kloter 16 dan 17 merupakan kloter penuh. Namun, karena tiga CJH gagal berangkat, maka jumlah dua kloter tersebut berkurang. 

Baca Juga :  Lantai Dua Dianggarkan Tahun Depan

Sementara itu, sebanyak 912 CJH asal Tuban resmi diberangkatkan pagi ini. Dijadwalkan, mereka bertolak ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sekitar pukul 08.00. CJH dilepas langsung bupati Fathul Huda di Pendapa Krida Manunggal Tuban.

‘’Sebelum pemberangkatan, CJH mendapat pengarahan dari bupati. Karena itu, dua jam sebelumnya, pukul 05.30, jamaah sudah harus kumpul di pendapa,’’ ujar Umi Kulsum kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (31/7).

Dikatakan dia, para CJH akan diberangkatkan dengan menggunakan 20 armada bus dan dikawal 5 unit mobil patwal dari Polres Tuban. Untuk kloter 16 diberangkatkan lebih dulu. Selanjutnya disusul kloter 17. ‘’Untuk koper jamaah sudah diberangkatkan hari ini (kemarin sore),’’ tambah mantan kasi bimbingan syariah itu.

Pengamanan pemberangkatan haji kali ini ekstra ketat. Sebanyak 280 personel dikerahkan untuk pengamanan pemberangkatan. Rinciannya, polres (175 personel), kodim (30 personel), satpol PP (40 personel), dishub (30 personel), dan polisi militer (5 personel). Pengamanan dilakukan mulai dari dalam pendapa hingga sejumlah titik di luar pendapa.

Baca Juga :  Dukung Operasi Tim Gabungan Pelanggar Prokes

Umi lebih lanjut mengatakan, menjelang pemberangkatan, seluruh calon tamu Allah itu dalam kondisi siap berangkat ke Tanah Suci. ‘’Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat. Dan, semoga hingga pemberangkatan nanti semua dalam keadaan sehat. Tidak ada yang sakit,’’ kata dia berharap.

Dijadwalkan, para CJH tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) sekitar pukul 10.00. Di AHES jamaah akan menginap semalam sebelum diterbangkan ke Tanah Suci. Selama menginap semalam itu, para CJH akan mendapat pembinaan dan pengarahan. Sekaligus pembagian kebutuhan selama di Makkah, mulai dari pembagian living cost, gelang jamaah, dan paspor.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/