alexametrics
25.9 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Delapan Pabrikan Siap Beli Tembakau

BOJONEGORO – Tahun ini ada delapan pabrikan tembakau yang menyatakan diri melakukan pembelian. Satu dari tiga pabrikan tersebut adalah PT Gudang Garam. 

Kembalinya PT Gudang Garam melakukan pembelian menjadi angin segar bagi petani tembakau. Sebab, sejak 2013 lalu Gudang Garam berhenti melakukan pembelian tembakau. ’’Delapan pabrikan itu sudah dipastikan melakukan pembelian tahun ini,’’ kata Kasi Tanaman Semusim Dinas Pertanian Imam Wahyudi kemarin (31/7).

Dari delapan pabrikan tersebut, total tembakau yang akan dibeli adalah 10.600 ton. Tembakau yang dibeli mayoritas adalah jenis Virginia. Selain itu, ada jenis jawa dan RAM. ’’Tembakau yang dibeli pabrikan tersebut dalam bentuk rajangan,’’ jelasnya.

Imam menjelaskan, total pembelian tersebut cukup banyak. Sehingga, diharapkan bisa membeli semua tembakau yang ditanam warga Bojonegoro. Tahun ini luas areal lahan tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 8.939 hektare (ha). Terdiri dari jenis virginia, jawa , dan RAM. Luasan itu jauh melebihi target yang ditetapkan, yaitu 8.833 ha. ’’Kemungkinan ini jumlahnya akan kembali bertambah,’’imbuhnya. 

Baca Juga :  Didemo, PPDB SMA/SMKN Dihentikan Sementara

Tidak semua kecamatan di Bojonegoro menanam tembakau. Dari 29 kecamatan ada 21 yang menanam tembakau. Terbanyak ada di Kecamatan Kepohbaru mencapai 2.827 ha. Di seluruh Bojonegoro ada 5.722,5 ha tembakau virginia, 2.395,3 ha jenis jawa, dan 822 ha tembakau RAM.

Kepala Disperta Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, sebelumnya pihaknya mengirimkan surat kepada sejumlah pabrikan rokok di Bojonegoro menanyakan soal pembelian tembakau. Dari semua pabrikan, hanya delapan yang menyatakan siap membeli. 

Djupari berharap, hasil tembakau petani tahun ini lebih bagus. Sehingga, bisa dibeli dengan harga yang mahal. Sebab, tembakau Bojonegoro selama ini dikenal memiliki kualitas yang cukup bagus. ’’Kalau kualitasnya bagus, petani akan untung,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Hukuman Berat Menanti tanpa Kompromi

Djupari melanjutkan, petani harus telaten dalam merawat tembakau. Teknik perawatan yang digunakan juga harus benar. Misalnya, jangan memupuk tembakau menggunakan urea. Sebab, pupuk urea tidak cocok untuk tembakau.

BOJONEGORO – Tahun ini ada delapan pabrikan tembakau yang menyatakan diri melakukan pembelian. Satu dari tiga pabrikan tersebut adalah PT Gudang Garam. 

Kembalinya PT Gudang Garam melakukan pembelian menjadi angin segar bagi petani tembakau. Sebab, sejak 2013 lalu Gudang Garam berhenti melakukan pembelian tembakau. ’’Delapan pabrikan itu sudah dipastikan melakukan pembelian tahun ini,’’ kata Kasi Tanaman Semusim Dinas Pertanian Imam Wahyudi kemarin (31/7).

Dari delapan pabrikan tersebut, total tembakau yang akan dibeli adalah 10.600 ton. Tembakau yang dibeli mayoritas adalah jenis Virginia. Selain itu, ada jenis jawa dan RAM. ’’Tembakau yang dibeli pabrikan tersebut dalam bentuk rajangan,’’ jelasnya.

Imam menjelaskan, total pembelian tersebut cukup banyak. Sehingga, diharapkan bisa membeli semua tembakau yang ditanam warga Bojonegoro. Tahun ini luas areal lahan tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 8.939 hektare (ha). Terdiri dari jenis virginia, jawa , dan RAM. Luasan itu jauh melebihi target yang ditetapkan, yaitu 8.833 ha. ’’Kemungkinan ini jumlahnya akan kembali bertambah,’’imbuhnya. 

Baca Juga :  Mulai Pembenihan, Kebutuhan Pabrikan Belum Tahu

Tidak semua kecamatan di Bojonegoro menanam tembakau. Dari 29 kecamatan ada 21 yang menanam tembakau. Terbanyak ada di Kecamatan Kepohbaru mencapai 2.827 ha. Di seluruh Bojonegoro ada 5.722,5 ha tembakau virginia, 2.395,3 ha jenis jawa, dan 822 ha tembakau RAM.

Kepala Disperta Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, sebelumnya pihaknya mengirimkan surat kepada sejumlah pabrikan rokok di Bojonegoro menanyakan soal pembelian tembakau. Dari semua pabrikan, hanya delapan yang menyatakan siap membeli. 

Djupari berharap, hasil tembakau petani tahun ini lebih bagus. Sehingga, bisa dibeli dengan harga yang mahal. Sebab, tembakau Bojonegoro selama ini dikenal memiliki kualitas yang cukup bagus. ’’Kalau kualitasnya bagus, petani akan untung,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Puncak Pembelian Tembakau Berakhir

Djupari melanjutkan, petani harus telaten dalam merawat tembakau. Teknik perawatan yang digunakan juga harus benar. Misalnya, jangan memupuk tembakau menggunakan urea. Sebab, pupuk urea tidak cocok untuk tembakau.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/