alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Dampak Pembelajaran Daring pada Mapel Penjaskes

BELAJAR adalah perubahan relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons.

 

Seseorang dianggap belajar jika mampu menunjukkan perubahan perilaku. Jadi pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan peserta didik.

 

Pembelajaran adalah proses membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (unida.ac.id>pembelajaran>artikel). Pembelajaran daring adalah proses interaksi antara peserta didik dan sumber belajar melalui online (bantuan internet dan learning manajemen system). Misalnya, menggunakan Zoom, Google Meet,  Blogger, WhatsAps dan lainnya. Peserta didik dan sumber belajar tidak perlu bertatap muka.

Baca Juga :  Tiga Kurir Sabu-Sabu Diringkus

 

Pembelajaran daring mempunyai pengaruh atau dampak terhadap setiap mata pelajaran. Mata pelajaran penjaskes terbagi dua aspek, yaitu pembelajaran teoritis dan praktik. Untuk pembelajaran teoritis tidak terlalu mengalami kendala serius. Namun, penerapan pembelajaran praktik pada penjaskes, pembelajaran secara organik, emosional, kultural,  dan estetika dihasilkan lewat proses pemilihan aktivitas jasmani.

 

Pendidikan jasmani dan kesehatan sangat penting dipelajari peserta didik karena dengan latihan dan gerakan mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) lebih kuat dan baik terhadap berbagai penyakit, apalagi masa pandemi Covid-19.

 

Pembelajaran penjaskes butuh penerapan latihan gerak tubuh bisa melalui video di mana saat proses pembelajaran peserta didik tidak bisa menerapkan gerakan-gerakan diberikan dengan baik. Hal ini membawa dampak bahwa pembelajaran melalui video (daring) tidak seefektif jika dilakukan secara tatap muka.

Baca Juga :  Ajak Swasta Bangun Daerah Blora

 

Dampak lain pembelajaran penjaskes secara daring adalah jika jaringan internet bermasalah, peserta didik tidak bisa mengakses belajar dengan baik. Tentu, pembelajaran daring dianggap kurang efektif melangsungkan pembelajaran karena berdampak peserta didik untuk malas belajar karena peserta didik akan selalu mengandalkan pada Google.

 

Masih banyak lagi dampak terjadi pada peserta didik atau pendidik (sumber belajar). Semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir sehingga pembelajaran sebagaimana mestinya, yaitu pembelajaran secara tatap muka. (*)

BELAJAR adalah perubahan relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons.

 

Seseorang dianggap belajar jika mampu menunjukkan perubahan perilaku. Jadi pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan peserta didik.

 

Pembelajaran adalah proses membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (unida.ac.id>pembelajaran>artikel). Pembelajaran daring adalah proses interaksi antara peserta didik dan sumber belajar melalui online (bantuan internet dan learning manajemen system). Misalnya, menggunakan Zoom, Google Meet,  Blogger, WhatsAps dan lainnya. Peserta didik dan sumber belajar tidak perlu bertatap muka.

Baca Juga :  Penyelesaian Diserahkan Provinsi, Perbatasan Lamongan-Gresik

 

Pembelajaran daring mempunyai pengaruh atau dampak terhadap setiap mata pelajaran. Mata pelajaran penjaskes terbagi dua aspek, yaitu pembelajaran teoritis dan praktik. Untuk pembelajaran teoritis tidak terlalu mengalami kendala serius. Namun, penerapan pembelajaran praktik pada penjaskes, pembelajaran secara organik, emosional, kultural,  dan estetika dihasilkan lewat proses pemilihan aktivitas jasmani.

 

Pendidikan jasmani dan kesehatan sangat penting dipelajari peserta didik karena dengan latihan dan gerakan mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) lebih kuat dan baik terhadap berbagai penyakit, apalagi masa pandemi Covid-19.

 

Pembelajaran penjaskes butuh penerapan latihan gerak tubuh bisa melalui video di mana saat proses pembelajaran peserta didik tidak bisa menerapkan gerakan-gerakan diberikan dengan baik. Hal ini membawa dampak bahwa pembelajaran melalui video (daring) tidak seefektif jika dilakukan secara tatap muka.

Baca Juga :  Motor Trail Hanya Terkerek Komunitas 

 

Dampak lain pembelajaran penjaskes secara daring adalah jika jaringan internet bermasalah, peserta didik tidak bisa mengakses belajar dengan baik. Tentu, pembelajaran daring dianggap kurang efektif melangsungkan pembelajaran karena berdampak peserta didik untuk malas belajar karena peserta didik akan selalu mengandalkan pada Google.

 

Masih banyak lagi dampak terjadi pada peserta didik atau pendidik (sumber belajar). Semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir sehingga pembelajaran sebagaimana mestinya, yaitu pembelajaran secara tatap muka. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/