alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Pajak Reklame Sumbang Pendapatan Rp 1,1 Miliar

Radar Bojonegoro – Sektor pendapatan masih berharap pemasukan dari reklame. Mampu menyumbang pendapatan cukup besar selama enam bulan terakhir. Rerata pendapatan dari reklame billboard di sejumlah jalan-jalan protokol. Berbeda dengan videotron belum mendatangkan pendapatan.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro menyebutkan, pendapatan dari sektor reklame sudah mencapai Rp 1,1 miliar. Jumlah itu bakal terus meningkat seiiring banyaknya pemasangan reklame. Kepala Bapenda Ibnu Soeyoeti menjelaskan, pendapatan sektor reklame ada dua jenis. Yakni, hasil sewa reklame dan pembayaran pajak.

Hingga kini jumlah keduanya mencapai Rp 1,1 miliar. ‘’Sampai Juni itu,’’ jelasnya. Pemkab memiliki papan reklame atau billboard yang disewakan. Jumlahnya ada 12 unit. Jumlah itu tersebar di sejumlah jalan protokol. Juga ada videotron.

Baca Juga :  Wisuda ke-III STIKEs Maboro Penuh Keistimewaan

Papan videotron ini dikelola oleh dinas komunikasi dan informasi (kominfo). Namun, sejauh ini pendapatan dari videotron milik pemkab ini masih belum ada. Videotron milik pemkab ada tujuh unit. Tersebar di sejumlah jalan protokol mulai Kecamatan Baureno sampai Kecamatan Padangan. Selebihnya adalah milik swasta.

Sejauh ini yang banyak disewa adalah videotron swasta. Tahun ini pendapatan dari sektor reklame ditargetkan bisa mencapai Rp 1,3 miliar. Penerimaan dari reklame billboard mencapai Rp 933 juta. Jumlah itu dari pajak dan penyewaan 12 unit billboard. Sedangkan dari pajak reklame kain pendapatannya mencapai Rp 149,6 juta. ‘’Hingga Juni pendapatannya itu,’’ jelasnya.

Ibnu menjelaskan, pada Perubahan-APBD 2021 men datang target penerimaan reklame akan dinaikkan menjadi Rp 2,6 miliar. Naik dua kali lipat dari target pada APBD induk. Meski demikian, Ibnu optimistis target itu bisa tercapai.

Baca Juga :  Pengembalian Tuntas, Tunjangan Tertahan 

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, pemkab harus banyak mencari celah sektor pendapatan. Ada sejumlah kegiatan ditunda karena tidak ada anggaran. Dengan meningkatkan sisi pendapatan, belanja tahun ini diharapkan tidak tertunda.

‘’Sektor pendapatan harus ditingkatkan. Sehingga, tidak ada belanja yang tertunda,’’ ujarnya. Tahun ini sektor belanja mengalami defisit hingga Rp 400 miliar. Jika tidak ditutup, sejumlah program harus ditunda. Hal itu tentu tidak baik untuk kinerja pemkab. ‘’Jadi, belanja harus dilakukan maksimal. Sehingga, tidak banyak silpa,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Sektor pendapatan masih berharap pemasukan dari reklame. Mampu menyumbang pendapatan cukup besar selama enam bulan terakhir. Rerata pendapatan dari reklame billboard di sejumlah jalan-jalan protokol. Berbeda dengan videotron belum mendatangkan pendapatan.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro menyebutkan, pendapatan dari sektor reklame sudah mencapai Rp 1,1 miliar. Jumlah itu bakal terus meningkat seiiring banyaknya pemasangan reklame. Kepala Bapenda Ibnu Soeyoeti menjelaskan, pendapatan sektor reklame ada dua jenis. Yakni, hasil sewa reklame dan pembayaran pajak.

Hingga kini jumlah keduanya mencapai Rp 1,1 miliar. ‘’Sampai Juni itu,’’ jelasnya. Pemkab memiliki papan reklame atau billboard yang disewakan. Jumlahnya ada 12 unit. Jumlah itu tersebar di sejumlah jalan protokol. Juga ada videotron.

Baca Juga :  Tata Niat ke Tanah Suci

Papan videotron ini dikelola oleh dinas komunikasi dan informasi (kominfo). Namun, sejauh ini pendapatan dari videotron milik pemkab ini masih belum ada. Videotron milik pemkab ada tujuh unit. Tersebar di sejumlah jalan protokol mulai Kecamatan Baureno sampai Kecamatan Padangan. Selebihnya adalah milik swasta.

Sejauh ini yang banyak disewa adalah videotron swasta. Tahun ini pendapatan dari sektor reklame ditargetkan bisa mencapai Rp 1,3 miliar. Penerimaan dari reklame billboard mencapai Rp 933 juta. Jumlah itu dari pajak dan penyewaan 12 unit billboard. Sedangkan dari pajak reklame kain pendapatannya mencapai Rp 149,6 juta. ‘’Hingga Juni pendapatannya itu,’’ jelasnya.

Ibnu menjelaskan, pada Perubahan-APBD 2021 men datang target penerimaan reklame akan dinaikkan menjadi Rp 2,6 miliar. Naik dua kali lipat dari target pada APBD induk. Meski demikian, Ibnu optimistis target itu bisa tercapai.

Baca Juga :  Latih Penegak Disiplin Protokol Kesehatan

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, pemkab harus banyak mencari celah sektor pendapatan. Ada sejumlah kegiatan ditunda karena tidak ada anggaran. Dengan meningkatkan sisi pendapatan, belanja tahun ini diharapkan tidak tertunda.

‘’Sektor pendapatan harus ditingkatkan. Sehingga, tidak ada belanja yang tertunda,’’ ujarnya. Tahun ini sektor belanja mengalami defisit hingga Rp 400 miliar. Jika tidak ditutup, sejumlah program harus ditunda. Hal itu tentu tidak baik untuk kinerja pemkab. ‘’Jadi, belanja harus dilakukan maksimal. Sehingga, tidak banyak silpa,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/