alexametrics
31.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Pagu 23 Sekolah Bakal Dipangkas

BOJONEGORO – Sejumlah SMA dan SMK negeri yang pagunya tidak terpenuhi bakal mendapat tindakan tegas. Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur di Bojonegoro memastikan sekolah yang pagunya tidak terpenuhi bakal kehilangan kelas dan jurusan.

Tindakan ini sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri yang telah berakhir. Berdasar data dihimpun, terdapat 10 SMA negeri yang pagu siswanya belum terpenuhi. Seperti SMAN Dander ada 136 pagu belum terpenuhi. Juga, SMA Model Terpadu, ada 102 pagu belum terisi. Serta, ada 13 SMK negeri yang beberapa jurusan belum terpenuhi. Seperti SMKN Dander ada enam jurusan belum terpenuhi. SMKN 3 Bojonegoro, ada satu jurusan.

Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menjelaskan, evaluasi dilakukan pada SMA/SMK negeri yang kekurangan pagu. Apakah pagu yang mereka miliki terlalu banyak. Sehingga, tidak bisa memenuhinya.

Baca Juga :  Perempuan ini Ingin Belajar Berspekulasi¬†

“Atau jurusan yang dimiliki kurang diminati masyarakat,” tegasnya kemarin (30/6).

Adi melanjutkan, pengurangan pagu dilakukan agar tahun pelajaran depan beban sekolah menjadi ringan. Tidak ada lagi sekolah yang kekurangan pagu. “Semua sekolah bisa memenuhi target pagunya,” ungkap dia.

Adi menegaskan bahwa pada PPDB tahun ini tidak membuka gelombang kedua. Sehingga, SMA dan SMK negeri yang kekurangan pagu masih akan tetap kekurangan siswa. Selain itu, sekolah bisa mempertimbangkan apakah pagunya dipertahankan atau dikurangi.

“Itu nanti yang akan kita evaluasi,” tegasnya.

Jumlah SMA/ SMK negeri yang mengalami kekurangan pagu memang tidak semua. Namun, jumlah sekolah yang kekurangan pagu cukup banyak. Jenjang SMA ada 10 lembaga yang kekurangan siswa. Sedangkan jenjang SMK ada 13 lembaga. Pada PPDB lalu jenjang SMA kekurangan 540 siswa. Sedangkan, jenjang SMK kekurangan sebanyak 944 siswa.

Baca Juga :  Setahun Disewa Rp 40 Miliar, PT BBS Terima Rp 2,6 Miliar

Banyaknya kekurangan siswa itu sempat membuat cabdin berencana membuka gelombang kedua PPDB online. Namun, itu urung dilakukan karena pertimbangan sekolah swasta bisa tidak kebagian siswa.

Adi menuturkan, tahun ini tidak ada SMA/SMK pagunya ditambah. Sejumlah sekolah yang mengajukan tambahan pagu langsung ditolak. Itu karena berbagai pertimbangan. Di antaranya pemerataan jumlah siswa. Juga mempertimbangkan sekolah swasta. “Kalau pagu ditambah, sekolah swasta akan kekurangan siswa,” jelasnya.

Opsi pengurangan pagu ini, lanjut Adi, akan dibahas dulu lebih intens dengan kepala sekolah. Sehingga, evaluasi PPDB dengan pengurangan pagu bisa lebih efektif.

BOJONEGORO – Sejumlah SMA dan SMK negeri yang pagunya tidak terpenuhi bakal mendapat tindakan tegas. Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur di Bojonegoro memastikan sekolah yang pagunya tidak terpenuhi bakal kehilangan kelas dan jurusan.

Tindakan ini sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri yang telah berakhir. Berdasar data dihimpun, terdapat 10 SMA negeri yang pagu siswanya belum terpenuhi. Seperti SMAN Dander ada 136 pagu belum terpenuhi. Juga, SMA Model Terpadu, ada 102 pagu belum terisi. Serta, ada 13 SMK negeri yang beberapa jurusan belum terpenuhi. Seperti SMKN Dander ada enam jurusan belum terpenuhi. SMKN 3 Bojonegoro, ada satu jurusan.

Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menjelaskan, evaluasi dilakukan pada SMA/SMK negeri yang kekurangan pagu. Apakah pagu yang mereka miliki terlalu banyak. Sehingga, tidak bisa memenuhinya.

Baca Juga :  Gol Sang Mantan Nodai Bumi Wali¬†

“Atau jurusan yang dimiliki kurang diminati masyarakat,” tegasnya kemarin (30/6).

Adi melanjutkan, pengurangan pagu dilakukan agar tahun pelajaran depan beban sekolah menjadi ringan. Tidak ada lagi sekolah yang kekurangan pagu. “Semua sekolah bisa memenuhi target pagunya,” ungkap dia.

Adi menegaskan bahwa pada PPDB tahun ini tidak membuka gelombang kedua. Sehingga, SMA dan SMK negeri yang kekurangan pagu masih akan tetap kekurangan siswa. Selain itu, sekolah bisa mempertimbangkan apakah pagunya dipertahankan atau dikurangi.

“Itu nanti yang akan kita evaluasi,” tegasnya.

Jumlah SMA/ SMK negeri yang mengalami kekurangan pagu memang tidak semua. Namun, jumlah sekolah yang kekurangan pagu cukup banyak. Jenjang SMA ada 10 lembaga yang kekurangan siswa. Sedangkan jenjang SMK ada 13 lembaga. Pada PPDB lalu jenjang SMA kekurangan 540 siswa. Sedangkan, jenjang SMK kekurangan sebanyak 944 siswa.

Baca Juga :  1,3 Triliun Jadi Silpa

Banyaknya kekurangan siswa itu sempat membuat cabdin berencana membuka gelombang kedua PPDB online. Namun, itu urung dilakukan karena pertimbangan sekolah swasta bisa tidak kebagian siswa.

Adi menuturkan, tahun ini tidak ada SMA/SMK pagunya ditambah. Sejumlah sekolah yang mengajukan tambahan pagu langsung ditolak. Itu karena berbagai pertimbangan. Di antaranya pemerataan jumlah siswa. Juga mempertimbangkan sekolah swasta. “Kalau pagu ditambah, sekolah swasta akan kekurangan siswa,” jelasnya.

Opsi pengurangan pagu ini, lanjut Adi, akan dibahas dulu lebih intens dengan kepala sekolah. Sehingga, evaluasi PPDB dengan pengurangan pagu bisa lebih efektif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/