alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Puncak Arus Mudik, Jalan Justru Sepi

TUBAN – Kepadatan arus lalu lintas  di jalur nasional yang melintas Tuban pada puncak arus mudik Kamis (30/5) tak terlalu dirasakan. Meski pengguna jalan meningkat, kondisi ini tak memengaruhi arus lalu lintas. Sekalipun pada jam padat, sejumlah jalan nasional tersebut terpantau relatif sepi jika dibanding hari-hari biasa. Lancarnya arus lalu lintas tersebut karena tak banyak kendaraan berat yang merayap di jalan beraspal.

Berdasarkan data Satlantas Polres Tuban, kendaraan yang masuk ke Tuban dari barat selama 24 jam pada Kamis (30/5) yang dihitung dari perbatasan Tuban – Rembang di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar mencapai 9.523 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 3.297 kendaraan jika dibanding Rabu (29/5) yang berjumlah 6.226 kendaraan. Traffic tertinggi yang masuk Bumi Wali jenis sepeda motor mencapai 3.529 unit. Berikutnya mobil pribadi 2.982 unit, trailer 1.090 unit, truk sedang 904 unit, pikap 538 unit, bus 309 unit, angkutan umum 148 unit dan nonmesin 23 unit.

Baca Juga :  Paling Suka Masak Kepiting

Sementara jumlah kendaraan yang keluar Bumi Wali (dihitung dari perbatasan  Tuban – Lamongan di Kecamatan Widang) pada Kamis (30/5) menurun menjadi 8.527 kendaraan. Sebelumnya, Rabu (29/5) masih tercatat 8.717 kendaraan. 

Sepeda motor juga mendominasi. Pada Kamis, angkanya menembus 3.303 unit. Selanjutnya mobil pribadi 2.341 unit, trailer 946 unit, truk sedang 878 unit, pikap 562 unit, bus 315 unit, angkutan umum 124 unit, dan nonmesin 58 unit. Jika dihitung rata-rata, jumlah kendaraan yang masuk Tuban sekitar 20 persen lebih banyak jika dibanding kendaraan keluar.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Ricky Tridharma mengatakan, meski tidak ada pembatasan operasional kendaraan berat, sejumlah perusahaan sudah meliburkan armadanya. Itu yang menjadikan sebagian besar jalan nasional terlihat lengang.

Kondisi ini didukung rekayasa lalu lintas sejumlah kota yang mengharuskan kendaraan berat dan bus masuk jalan tol. ‘’Arus lancar karena banyak kendaraan berat dialihkan lewat tol,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Sinkron Tuntas, UNBK Dimajukan

Mantan kasatlantas Polres Tulungagung ini lebih lanjut mengatakan, arus lalu Senin (3/6) wajib diwaspadai. Jika mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2019 tentang Operasional Selama Mudik, kendaraan berat dibebaskan melintas pada 3 – 7 Juni. Selanjutnya, kendaraan sumbu tiga atau lebih kembali dibatasi operasionalnya pada 8 – 10 Juni.

Pada tanggal bebas kendaraan tersebut, diprediksi terjadi peningkatan drastis jumlah kendaraan. Terlebih, waktunya bersamaan dengan Idul Fitri. Sehingga, saat hari H Lebaran tersebut, petugas diturunkan full team. Tujuannya untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Untuk memaksimalkan pengawasan jalan, Ricky memastikan 52 closed circuit television (CCTV) yang terhubung di ruang pantau beroperasi maksimal tanpa gangguan sedikit pun. ‘’Seluruh jalan yang terpantau CCTV terpantau lancar tanpa kemacetan,’’ tegasnya.

TUBAN – Kepadatan arus lalu lintas  di jalur nasional yang melintas Tuban pada puncak arus mudik Kamis (30/5) tak terlalu dirasakan. Meski pengguna jalan meningkat, kondisi ini tak memengaruhi arus lalu lintas. Sekalipun pada jam padat, sejumlah jalan nasional tersebut terpantau relatif sepi jika dibanding hari-hari biasa. Lancarnya arus lalu lintas tersebut karena tak banyak kendaraan berat yang merayap di jalan beraspal.

Berdasarkan data Satlantas Polres Tuban, kendaraan yang masuk ke Tuban dari barat selama 24 jam pada Kamis (30/5) yang dihitung dari perbatasan Tuban – Rembang di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar mencapai 9.523 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 3.297 kendaraan jika dibanding Rabu (29/5) yang berjumlah 6.226 kendaraan. Traffic tertinggi yang masuk Bumi Wali jenis sepeda motor mencapai 3.529 unit. Berikutnya mobil pribadi 2.982 unit, trailer 1.090 unit, truk sedang 904 unit, pikap 538 unit, bus 309 unit, angkutan umum 148 unit dan nonmesin 23 unit.

Baca Juga :  Sinkron Tuntas, UNBK Dimajukan

Sementara jumlah kendaraan yang keluar Bumi Wali (dihitung dari perbatasan  Tuban – Lamongan di Kecamatan Widang) pada Kamis (30/5) menurun menjadi 8.527 kendaraan. Sebelumnya, Rabu (29/5) masih tercatat 8.717 kendaraan. 

Sepeda motor juga mendominasi. Pada Kamis, angkanya menembus 3.303 unit. Selanjutnya mobil pribadi 2.341 unit, trailer 946 unit, truk sedang 878 unit, pikap 562 unit, bus 315 unit, angkutan umum 124 unit, dan nonmesin 58 unit. Jika dihitung rata-rata, jumlah kendaraan yang masuk Tuban sekitar 20 persen lebih banyak jika dibanding kendaraan keluar.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Ricky Tridharma mengatakan, meski tidak ada pembatasan operasional kendaraan berat, sejumlah perusahaan sudah meliburkan armadanya. Itu yang menjadikan sebagian besar jalan nasional terlihat lengang.

Kondisi ini didukung rekayasa lalu lintas sejumlah kota yang mengharuskan kendaraan berat dan bus masuk jalan tol. ‘’Arus lancar karena banyak kendaraan berat dialihkan lewat tol,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Dulu Ingin Jadi Dalang, Kini Banyak Gunakan Objek Wayang

Mantan kasatlantas Polres Tulungagung ini lebih lanjut mengatakan, arus lalu Senin (3/6) wajib diwaspadai. Jika mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2019 tentang Operasional Selama Mudik, kendaraan berat dibebaskan melintas pada 3 – 7 Juni. Selanjutnya, kendaraan sumbu tiga atau lebih kembali dibatasi operasionalnya pada 8 – 10 Juni.

Pada tanggal bebas kendaraan tersebut, diprediksi terjadi peningkatan drastis jumlah kendaraan. Terlebih, waktunya bersamaan dengan Idul Fitri. Sehingga, saat hari H Lebaran tersebut, petugas diturunkan full team. Tujuannya untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Untuk memaksimalkan pengawasan jalan, Ricky memastikan 52 closed circuit television (CCTV) yang terhubung di ruang pantau beroperasi maksimal tanpa gangguan sedikit pun. ‘’Seluruh jalan yang terpantau CCTV terpantau lancar tanpa kemacetan,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/