alexametrics
31.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Honorer Berharap Tunjangan

- Advertisement -

BOJONEGORO – Nasib guru honorer memang nelangsa. Setelah tidak mendapat tunjangan hari raya (THR). Harapan satu-satunya adalah tunjangan dari Pemkab Bojonegoro yang telah dianggarkan di APBD. Ketua Forum Guru Honorer Bojonegoro Arif Ida Rifa’i memastikan, gelisah sampai saat ini belum melakukan tanda tangan pencairan tunjangan. “Pusing. Sampai sekarang juga belum tanda tangan pencairan tunjangan,” katanya kamis (31/5). 

Dia menjelaskan, langkah ditempuh sebagai ketua forum yakni dengan melakukan komunikasi dengan para pihak yang berkepentingan di Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. “Jawabannya diminta sabar dulu,” ujar dia. 

Arif mengatakan, saat ini kebutuhan para guru honorer semakin meningkat. Apalagi, saat memasuki momentum Ramadan dan Lebaran. “Kami hanya berharap agar segera dicairkan pada awal Juni sebelum Lebaran tiba,” ucapnya.

Baca Juga :  Menunggu Persetujuan Bupati Bojonegoro

Menurut dia, para honorer sudah cukup prihatin dengan tidak mendapatkannya tunjangan hari raya. Sebaliknya, guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) menerima THR. “Kami prihatin karena tidak pernah mendapat THR. Pekerjaan kami sama dengan PNS tapi hasil yang kami dapat lebih baik dari pembantu rumah tangga,” keluhnya.

Arif mengungkapkan, jumlah honorer kategori dua (K2) sekitar ada 700-an orang. Para honorer sampai saat ini pun belum masuk PNS. Sedangkan, jumlah honorer non-K2 jumlahnya jauh lebih banyak, yakni sebanyak 3.000 orang. 

- Advertisement -

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Hanafi sebelumnya telah dikonfirmasi mengaku belum ada anggaran untuk memberikan THR bagi para honorer. Untuk tunjangan yang nilainya Rp 750 ribu per bulan saja, itu pun awalnya sudah diusulkan Rp 1 juta. Namun, hanya direalisasikan Rp 750 ribu.

Baca Juga :  Laba Kinerja Tembus Rp 4,9 Miliar, PDAM Harus Setor PAD

BOJONEGORO – Nasib guru honorer memang nelangsa. Setelah tidak mendapat tunjangan hari raya (THR). Harapan satu-satunya adalah tunjangan dari Pemkab Bojonegoro yang telah dianggarkan di APBD. Ketua Forum Guru Honorer Bojonegoro Arif Ida Rifa’i memastikan, gelisah sampai saat ini belum melakukan tanda tangan pencairan tunjangan. “Pusing. Sampai sekarang juga belum tanda tangan pencairan tunjangan,” katanya kamis (31/5). 

Dia menjelaskan, langkah ditempuh sebagai ketua forum yakni dengan melakukan komunikasi dengan para pihak yang berkepentingan di Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. “Jawabannya diminta sabar dulu,” ujar dia. 

Arif mengatakan, saat ini kebutuhan para guru honorer semakin meningkat. Apalagi, saat memasuki momentum Ramadan dan Lebaran. “Kami hanya berharap agar segera dicairkan pada awal Juni sebelum Lebaran tiba,” ucapnya.

Baca Juga :  Satpol PP Panggil Pengelola Kafe BK

Menurut dia, para honorer sudah cukup prihatin dengan tidak mendapatkannya tunjangan hari raya. Sebaliknya, guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) menerima THR. “Kami prihatin karena tidak pernah mendapat THR. Pekerjaan kami sama dengan PNS tapi hasil yang kami dapat lebih baik dari pembantu rumah tangga,” keluhnya.

Arif mengungkapkan, jumlah honorer kategori dua (K2) sekitar ada 700-an orang. Para honorer sampai saat ini pun belum masuk PNS. Sedangkan, jumlah honorer non-K2 jumlahnya jauh lebih banyak, yakni sebanyak 3.000 orang. 

- Advertisement -

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Hanafi sebelumnya telah dikonfirmasi mengaku belum ada anggaran untuk memberikan THR bagi para honorer. Untuk tunjangan yang nilainya Rp 750 ribu per bulan saja, itu pun awalnya sudah diusulkan Rp 1 juta. Namun, hanya direalisasikan Rp 750 ribu.

Baca Juga :  Gerebek Balap Liar, 50 Motor Disita

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/