alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Hujat Bupati, Pemilik Akun FB Dipolisikan

TUBAN – Setelah menjadi bahan perbincangan warganet akibat perkataannya di kolom komentar salah satu grup facebook yang bernada ujaran kebencian, sabtu (31/3) akun facebook Adipati Ketiban Ondo resmi dilaporkan ke Polres Tuban oleh sejumlah ormas. Ada lima ormas yang melaporkan akun facebook yang diduga telah menebar hate speech kepada bupati Fathul Huda tersebut.

Yakni, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Karang Taruna, asosiasi pemuda anti hoax dan hate speech Tuban, barisan muda nahdliyin, dan lumbung informasi rakyat (Lira) Jatim. Ketua DPD KNPI Tuban Nashirul Umam menegaskan, perkataan pemilik akun facebook Adipati Ketiban Ondo yang bernada caci maki merupakan bagian dari ujaran kebencian. Terlebih, hujatan dan caci maki itu ditujukan kepada seorang bupati.

‘’Kami melihat bahwa perkataan yang bernada caci maki itu adalah bagian dari ujaran kebencian,’’ kata Irul, sapaan akrabnya. Itulah yang mendasari dirinya bersama sejumlah ormas lain memutuskan untuk melaporkan akun facebook tersebut ke Polres Tuban. Meski sasaran ujaran kebencian itu tidak menyertakan nama lengkap namun, versi Irul, penyebutan bupati Huda sudah menegaskan bahwa ujaran kebencian itu ditujukan kepada bupati Tuban Fathul Huda.

Baca Juga :  Disdik Ajukan Rp 2 Miliar

Terlebih, perkatakan tersebut disampaikan di kolom komentar dari sebuah status yang mengunggah foto bupati Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein. ‘’Jadi, sudah jelas arahnya (ujaran kebencian yang disampaikan pemilik akun facebook, Red),’’ katanya. Senada disampaikan ketua Karang Taruna Tuban, Luluk Khamim M. Ditegaskan Khamim, apa yang disampaikan akun Adipati Ketiban Ondo sudah sangat jelas bahwa perkataan caci maki itu bagian dari hate speech.

‘’Menyamakan orang dengan nama hewan adalah hate speech,’’ tegasnya. Disampaikan Khamim, menyampaikan kritik adalah hak warga negara. Namun, tegas Khamim, jika kritik disampaikan dengan cara menebar kebencian maka urusannya adalah hukum. ‘’Silahkan menyampaikan kritik secara cerdas dan santun di media sosial. Jangan menebar kebencian,’’ tegas mantan ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban itu.

Baca Juga :  Disdik Siap Sukseskan Lomba Mewarnai Kaligrafi

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Purwanto membenarkan adanya laporan kasus dugaan kebencian dengan terlapor pemilik akun facebook Adipati Ketiban Ondo. ‘’Laporannya masuk sekitar pukul 11.00 tadi (sabtu, Red),’’ kata Iwan ketika dikonfi rmasi via ponselnya. Hanya, Iwan belum bisa memastikan adanya unsur ujaran kebencian dalam laporan tersebut. ‘’Nanti kami pelajari dulu,’’ ujar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Menurut Iwan, perkataan yang menyamakan seseorang dengan nama hewan belum bisa langsung dikatakan sebagai ujaran kebencian. Sehingga, perlu dilakukan analisa terlebih dahulu. ‘’Apakah perkataan tersebut ada unsur mengajak seseorang untuk menebar kebencian. Ini yang akan kami pelajari terlebih dahulu,’’ tandasnya.

TUBAN – Setelah menjadi bahan perbincangan warganet akibat perkataannya di kolom komentar salah satu grup facebook yang bernada ujaran kebencian, sabtu (31/3) akun facebook Adipati Ketiban Ondo resmi dilaporkan ke Polres Tuban oleh sejumlah ormas. Ada lima ormas yang melaporkan akun facebook yang diduga telah menebar hate speech kepada bupati Fathul Huda tersebut.

Yakni, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Karang Taruna, asosiasi pemuda anti hoax dan hate speech Tuban, barisan muda nahdliyin, dan lumbung informasi rakyat (Lira) Jatim. Ketua DPD KNPI Tuban Nashirul Umam menegaskan, perkataan pemilik akun facebook Adipati Ketiban Ondo yang bernada caci maki merupakan bagian dari ujaran kebencian. Terlebih, hujatan dan caci maki itu ditujukan kepada seorang bupati.

‘’Kami melihat bahwa perkataan yang bernada caci maki itu adalah bagian dari ujaran kebencian,’’ kata Irul, sapaan akrabnya. Itulah yang mendasari dirinya bersama sejumlah ormas lain memutuskan untuk melaporkan akun facebook tersebut ke Polres Tuban. Meski sasaran ujaran kebencian itu tidak menyertakan nama lengkap namun, versi Irul, penyebutan bupati Huda sudah menegaskan bahwa ujaran kebencian itu ditujukan kepada bupati Tuban Fathul Huda.

Baca Juga :  Kasus ITE Minggu ini Mulai Diproses

Terlebih, perkatakan tersebut disampaikan di kolom komentar dari sebuah status yang mengunggah foto bupati Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein. ‘’Jadi, sudah jelas arahnya (ujaran kebencian yang disampaikan pemilik akun facebook, Red),’’ katanya. Senada disampaikan ketua Karang Taruna Tuban, Luluk Khamim M. Ditegaskan Khamim, apa yang disampaikan akun Adipati Ketiban Ondo sudah sangat jelas bahwa perkataan caci maki itu bagian dari hate speech.

‘’Menyamakan orang dengan nama hewan adalah hate speech,’’ tegasnya. Disampaikan Khamim, menyampaikan kritik adalah hak warga negara. Namun, tegas Khamim, jika kritik disampaikan dengan cara menebar kebencian maka urusannya adalah hukum. ‘’Silahkan menyampaikan kritik secara cerdas dan santun di media sosial. Jangan menebar kebencian,’’ tegas mantan ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban itu.

Baca Juga :  Pembangunan Puskesmas Karangkembang Selesaikan 85 Persen

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Purwanto membenarkan adanya laporan kasus dugaan kebencian dengan terlapor pemilik akun facebook Adipati Ketiban Ondo. ‘’Laporannya masuk sekitar pukul 11.00 tadi (sabtu, Red),’’ kata Iwan ketika dikonfi rmasi via ponselnya. Hanya, Iwan belum bisa memastikan adanya unsur ujaran kebencian dalam laporan tersebut. ‘’Nanti kami pelajari dulu,’’ ujar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Menurut Iwan, perkataan yang menyamakan seseorang dengan nama hewan belum bisa langsung dikatakan sebagai ujaran kebencian. Sehingga, perlu dilakukan analisa terlebih dahulu. ‘’Apakah perkataan tersebut ada unsur mengajak seseorang untuk menebar kebencian. Ini yang akan kami pelajari terlebih dahulu,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/