alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Admin Grup Bisa Ikut Bertanggungjawab

DINAS komunikasi dan informatika (diskominfo) Tuban mengklaim sudah mendeteksi pemilik akun facebook yang menghujat bupati Fathul Huda tersebut. Hanya, pemkab belum mengambil langkah hukum terkait dugaan ujaran kebencian yang diarahkan kepada orang nomor satu di Pemkab Tuban tersebut. ‘’Sudah kami laporkan kepada pimpinan (sekretaris daerah dan bupati Red), dan masih dipertimbangkan (upaya hukum, Red),’’ kata kepala Diskominfo Tuban, Hery Prasetyo ketika dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Tuban, sabtu (31/3). Ditanya terkait identitas resmi pemilik akun, mantan asisten perekonomian setda ini belum bisa memastikan.

Dia hanya menyampaikan, bahwa berdasar hasil penelusurannya, pemilik akun berada di Qatar. ‘’(Apakah orang Tuban, Red) kami belum bisa memastikan,’’ ujarnya. Lebih lanjut Hery menyampaikan, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi terhadap admin grup facebook MIOT menyusul dugaan ujaran kebencian itu disampaikan di kolom komentar grup MIOT.

Baca Juga :  Lebih Tepat Memekarkan Kecamatan

Apakah admin grup ikut bertanggungjawab? ‘’Kalau sejak awal sudah mengetahui (adanya ujaran kebencian, Red) dan kemudian meloloskan, ya ikut bertanggungjawab,’’ tegasnya. Hanya, untuk kasus ini, Hery menyampaikan bahwa admin MIOT mengaku tidak mengetahui.

Sebab, ujaran kebencian itu disampaikan ke dalam kolom komentar. ‘’Admin MIOT mengaku kesulitan memantau setiap obrolon (dalam kolom komentar, Red),’’ katanya berdasar hasil klarifi kasi kepada admin MIOT. Tak pelak, kasus ini menjadi peringatan bagi semua pengguna media sosial. Utamanya para admin. Sebab, jika tidak selektif dalam memfi lter anggotanya maka admin juga bisa berurusan dengan hukum jika ada anggotanya yang meng-upload ujaran kebencian di grup. 

DINAS komunikasi dan informatika (diskominfo) Tuban mengklaim sudah mendeteksi pemilik akun facebook yang menghujat bupati Fathul Huda tersebut. Hanya, pemkab belum mengambil langkah hukum terkait dugaan ujaran kebencian yang diarahkan kepada orang nomor satu di Pemkab Tuban tersebut. ‘’Sudah kami laporkan kepada pimpinan (sekretaris daerah dan bupati Red), dan masih dipertimbangkan (upaya hukum, Red),’’ kata kepala Diskominfo Tuban, Hery Prasetyo ketika dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Tuban, sabtu (31/3). Ditanya terkait identitas resmi pemilik akun, mantan asisten perekonomian setda ini belum bisa memastikan.

Dia hanya menyampaikan, bahwa berdasar hasil penelusurannya, pemilik akun berada di Qatar. ‘’(Apakah orang Tuban, Red) kami belum bisa memastikan,’’ ujarnya. Lebih lanjut Hery menyampaikan, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi terhadap admin grup facebook MIOT menyusul dugaan ujaran kebencian itu disampaikan di kolom komentar grup MIOT.

Baca Juga :  Kaharudin Jabat Ketua Pansus LKPJ

Apakah admin grup ikut bertanggungjawab? ‘’Kalau sejak awal sudah mengetahui (adanya ujaran kebencian, Red) dan kemudian meloloskan, ya ikut bertanggungjawab,’’ tegasnya. Hanya, untuk kasus ini, Hery menyampaikan bahwa admin MIOT mengaku tidak mengetahui.

Sebab, ujaran kebencian itu disampaikan ke dalam kolom komentar. ‘’Admin MIOT mengaku kesulitan memantau setiap obrolon (dalam kolom komentar, Red),’’ katanya berdasar hasil klarifi kasi kepada admin MIOT. Tak pelak, kasus ini menjadi peringatan bagi semua pengguna media sosial. Utamanya para admin. Sebab, jika tidak selektif dalam memfi lter anggotanya maka admin juga bisa berurusan dengan hukum jika ada anggotanya yang meng-upload ujaran kebencian di grup. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/