alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Promosi Alat Peraga Kampanye Belum Kerek Order Percetakan

BISNIS – Sektor percetakan belum mendapatkan peningkatan order seiring pelaksanaan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Bojonegoro dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Namun, bisnis percetakan terus mengalami perkembangan. Termasuk pelaku usaha percetakan digital terus bertambah.

Abdul Rohman salah satu pengelola percetakan mengungkapkan, persaingan usaha percetakan di Kota Ledre sangat ketat. Namun, ketika musim kampanye seperti sekarang ini belum tentu pelaku usaha yang mendapatkan pekerjaan tersebut. 

Karena biasanya butuhnya banyak seperti banner, spanduk, dan sebagainya. Banyaknya pengusaha percetakan tentu sangat memengaruhi selisih harga yang ditawarkan.

Bukan menjadi masalah yang berarti ketika tidak mendapat order alat peraga kampanye (APK). “Masih banyak konsumen lain yang juga tak kalah banyak pesanannya,” katanya. 

Baca Juga :  Bupati Yes Berikan Apresiasi Terhadap Seluruh Fraksi

Untuk menarik konsumen, kata dia, harus mengedepankan kualitas dan ketepatan. Karena pesaing tidak hanya dari kawasan perkotaan saja, namun juga dari kecamatan-kecamatan. 

Selain banner, produk lain seperti stiker, stempel, poster, dan sebagainya. Rohman mengakui omzet per bulannya rata-rata Rp 30 juta. “Konsumen sangat beragam, kerap kali pesanan dari event-event.

Terkadang pesanan juga ramai datang dari pengusaha kuliner,” katanya.Amelia salah satu karyawan percetakan lain mengatakan, musim kampanye tak banyak yang memesan APK.

Karena biasanya tim-tim kampanye itu sudah punya langganan sendiri. Tetapi tidak masalah, karena terkadang bayarnya terlambat, jadi lebih enak melayani konsumen kalangan umum. 

Sementara itu, Amelia menyebutkan omzet percetakan mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta per bulan. 

Baca Juga :  Belum Tentukan Desain Surat Suara

BISNIS – Sektor percetakan belum mendapatkan peningkatan order seiring pelaksanaan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Bojonegoro dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Namun, bisnis percetakan terus mengalami perkembangan. Termasuk pelaku usaha percetakan digital terus bertambah.

Abdul Rohman salah satu pengelola percetakan mengungkapkan, persaingan usaha percetakan di Kota Ledre sangat ketat. Namun, ketika musim kampanye seperti sekarang ini belum tentu pelaku usaha yang mendapatkan pekerjaan tersebut. 

Karena biasanya butuhnya banyak seperti banner, spanduk, dan sebagainya. Banyaknya pengusaha percetakan tentu sangat memengaruhi selisih harga yang ditawarkan.

Bukan menjadi masalah yang berarti ketika tidak mendapat order alat peraga kampanye (APK). “Masih banyak konsumen lain yang juga tak kalah banyak pesanannya,” katanya. 

Baca Juga :  Fraksi Berebut Ketua Komisi

Untuk menarik konsumen, kata dia, harus mengedepankan kualitas dan ketepatan. Karena pesaing tidak hanya dari kawasan perkotaan saja, namun juga dari kecamatan-kecamatan. 

Selain banner, produk lain seperti stiker, stempel, poster, dan sebagainya. Rohman mengakui omzet per bulannya rata-rata Rp 30 juta. “Konsumen sangat beragam, kerap kali pesanan dari event-event.

Terkadang pesanan juga ramai datang dari pengusaha kuliner,” katanya.Amelia salah satu karyawan percetakan lain mengatakan, musim kampanye tak banyak yang memesan APK.

Karena biasanya tim-tim kampanye itu sudah punya langganan sendiri. Tetapi tidak masalah, karena terkadang bayarnya terlambat, jadi lebih enak melayani konsumen kalangan umum. 

Sementara itu, Amelia menyebutkan omzet percetakan mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta per bulan. 

Baca Juga :  Palsukan Gula Rafinasi, Tersangka Raup Untung Hingga 480 Juta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/