alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Penerapan Permenhub Angkutan Online

KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan masih menunggu petunjuk Dishub Provinsi terkait kuota angkutan online di Lamongan. Kuota angkutan online setiap kabupaten atau kota diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017. 

Farikh, kepala Dishub Lamongan, menyatakan, permenhub tersebut rencananya diterapkan awal bulan ini. Namun, mekanismenya diatur Dishub Provinsi Jatim. 

‘’Kabupaten/kota itu sifatnya hanya menerima. Sedangkan yang menentukan kuota dan mekanisme lainnya dari provinsi,’’ tutur Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (31/1).

Meski penerapannya tinggal beberapa hari lagi, Dishub Lamongan belum menerima jumlah kuota driver angkutan online. Farikh mengatakan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dishub Jatim terkait kuota di Lamongan. 

Baca Juga :  Curva Boys Geruduk Stadion

‘’Hingga sekarang kita belum tahu kuota di Lamongan. Nanti akan kita koordinasikan lagi,’’ imbuhnya. 

Sementara itu, angkutan online sudah beroperasi beberapa bulan di Kota Soto ini. Desakan untuk mengurus perizinan, serta membuat sekretariat di Lamongan belum dijalankan operator angkutan online.

Farikh menuturkan, beberapa waktu pihaknya mengajak operator angkutan online untuk membuat kantor sekretariat. Tujuannya bila ada permasalahan memudahkan dishub untuk melakukan koordinasi. 

 ‘’Intinya kalau ada complain, kita bisa memanggil perwakilan. Serta hal kaitannya dengan izin harus dipenuhi. Tapi nanti kita lihat tindak lanjut permenhub seperti apa,’’ ujarnya.

KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan masih menunggu petunjuk Dishub Provinsi terkait kuota angkutan online di Lamongan. Kuota angkutan online setiap kabupaten atau kota diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017. 

Farikh, kepala Dishub Lamongan, menyatakan, permenhub tersebut rencananya diterapkan awal bulan ini. Namun, mekanismenya diatur Dishub Provinsi Jatim. 

‘’Kabupaten/kota itu sifatnya hanya menerima. Sedangkan yang menentukan kuota dan mekanisme lainnya dari provinsi,’’ tutur Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (31/1).

Meski penerapannya tinggal beberapa hari lagi, Dishub Lamongan belum menerima jumlah kuota driver angkutan online. Farikh mengatakan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dishub Jatim terkait kuota di Lamongan. 

Baca Juga :  Dampingi 26 Desa Wisata di Lamongan

‘’Hingga sekarang kita belum tahu kuota di Lamongan. Nanti akan kita koordinasikan lagi,’’ imbuhnya. 

Sementara itu, angkutan online sudah beroperasi beberapa bulan di Kota Soto ini. Desakan untuk mengurus perizinan, serta membuat sekretariat di Lamongan belum dijalankan operator angkutan online.

Farikh menuturkan, beberapa waktu pihaknya mengajak operator angkutan online untuk membuat kantor sekretariat. Tujuannya bila ada permasalahan memudahkan dishub untuk melakukan koordinasi. 

 ‘’Intinya kalau ada complain, kita bisa memanggil perwakilan. Serta hal kaitannya dengan izin harus dipenuhi. Tapi nanti kita lihat tindak lanjut permenhub seperti apa,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/