alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Mafia Berkedok Pengembang Perumahan Diringkus

TUBAN – Waspada jika hendak membeli rumah. Jika tidak ingin merugi, pastikan pengembang merupakan orang yang tidak bermasalah. Kasus pengembang perumahan palsu yang dilakukan Suko Cahyono bisa  pelajaran berharga bagi para calon pembeli rumah agar lebih teliti. Kemarin (31/1), warga asal Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban ini ditangkap setelah empat korbannya melapor ke Satreskrim Polres Tuban.

Bisa dibilang Suko merupakan penipu kelas kakap. Dia menggunakan modus dengan mengaku sebagai pengusaha properti sukses untuk menipu puluhan korbannya yang diduga tidak hanya dari Tuban.

Perumahan Grand Citra Zam-Zam yang diakui milik Suko dalam menipu korbannya selama ini ternyata fiktif. Wartawan koran ini pernah mengikuti cara berbisnis terlapor penipuan tersebut.

Suko menjaring korbannya melalui seminar yang bertemakan Supermen Go-Block. Seminar dengan harga tiket Rp 1,2 juta itu merekrut orang-orang yang cukup berpengaruh untuk bagian pemasaran tiket.

Bagian pemasaran tiket inilah yang merekrut peserta lain untuk ikut. Imbalan mencari peserta tersebut Rp 500 ribu per orang. Belakangan diketahui, fee Rp 500 ribu yang dijanjikan pun tidak diberikan.

Baca Juga :  Kemenag Tak Berani Musnahkan Buku Nikah Lama

Dalam seminarnya, Suko memberi janji-janji manis dan selalu memberi iming-iming para peserta untuk menjadi pengusaha sukses di usia muda.

Caranya cukup dengan membantu menjual unit perumahan di Grand Citra Zam-Zam yang diakui miliknya. Harga perumahan tersebut sangat tidak logis.

Untuk unit perumahan tipe 30, Suko hanya mematok harga Rp 60 juta. Untuk membayar, calon pembeli bisa mencicil menggunakan sistem digital bitcoin.

Tak hanya itu. Dalam seminarnya, Suko juga selalu memamerkan mempunyai sejumlah kompleks perumahan. Yang sering dipasarkan adalah Grand Citra Zam-Zam Cepu dan Tuban.

Bermodal tanah sewa, Suko mendirikan satu rumah contoh di tanah tersebut. Rumah tersebut dipotret dan dipasarkan melalui seminarnya yang selalu diselenggarakan di resto-resto.

Iming-iming rumah murah tersebut memikat para korbannya untuk menjadi bagian pemasaran atau berminat membeli.  Dengan modus tersebut, Suko sukses menggarong miliaran rupiah dari para korbannya.

Joyce Winata, salah satu korban yang melapor ke Polres Tuban mengaku sudah beberapa kali meminta pertanggungjawaban ke pengembang fiktif tersebut.

Namun, ketika diminta kejelasan atas unit perumahan yang dia pesan, Suko selalu berbelit. ‘’Saya ditipu Rp 50 juta,’’ tutur dia yang mengaku sudah lebih dari satu tahun membayar uang muka rumah tersebut. 

Baca Juga :  Tangki Thunder Bocor, Motor Hangus Terbakar

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, Suko diamankan setelah empat korbannya datang ke Polres Tuban untuk melapor.

Mayoritas korbannya tertipu mulai Rp 50-160 juta. Mereka yang membayar down payment (DP) atau uang muka pada awal 2017 diberi janji rumah bisa dihuni awal 2018. ‘’Namun, ternyata perumahan yang dijanjikan tidak pernah ada wujudnya,’’ ujar dia. 

Iwan memastikan korbannya tidak hanya dari Tuban saja, melainkan dari sejumlah kota lain. Di Tuban sendiri, Suko baru beraksi sekitar dua tahun. Mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu mengimbau, bagi para korbannya untuk melapor. 

Berdasar hasil penyidikan, Suko ditangkap seorang diri. Dalam menjalankan aksinya, belum diketahui apakah dia berkomplot dengan orang lain.

Untuk mengendus indikasi keterlibatan orang lain, kini polisi masih mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi. ‘’Sementara yang kami amankan hanya Suko,’’ tegas dia.

TUBAN – Waspada jika hendak membeli rumah. Jika tidak ingin merugi, pastikan pengembang merupakan orang yang tidak bermasalah. Kasus pengembang perumahan palsu yang dilakukan Suko Cahyono bisa  pelajaran berharga bagi para calon pembeli rumah agar lebih teliti. Kemarin (31/1), warga asal Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban ini ditangkap setelah empat korbannya melapor ke Satreskrim Polres Tuban.

Bisa dibilang Suko merupakan penipu kelas kakap. Dia menggunakan modus dengan mengaku sebagai pengusaha properti sukses untuk menipu puluhan korbannya yang diduga tidak hanya dari Tuban.

Perumahan Grand Citra Zam-Zam yang diakui milik Suko dalam menipu korbannya selama ini ternyata fiktif. Wartawan koran ini pernah mengikuti cara berbisnis terlapor penipuan tersebut.

Suko menjaring korbannya melalui seminar yang bertemakan Supermen Go-Block. Seminar dengan harga tiket Rp 1,2 juta itu merekrut orang-orang yang cukup berpengaruh untuk bagian pemasaran tiket.

Bagian pemasaran tiket inilah yang merekrut peserta lain untuk ikut. Imbalan mencari peserta tersebut Rp 500 ribu per orang. Belakangan diketahui, fee Rp 500 ribu yang dijanjikan pun tidak diberikan.

Baca Juga :  Kemenag Tak Berani Musnahkan Buku Nikah Lama

Dalam seminarnya, Suko memberi janji-janji manis dan selalu memberi iming-iming para peserta untuk menjadi pengusaha sukses di usia muda.

Caranya cukup dengan membantu menjual unit perumahan di Grand Citra Zam-Zam yang diakui miliknya. Harga perumahan tersebut sangat tidak logis.

Untuk unit perumahan tipe 30, Suko hanya mematok harga Rp 60 juta. Untuk membayar, calon pembeli bisa mencicil menggunakan sistem digital bitcoin.

Tak hanya itu. Dalam seminarnya, Suko juga selalu memamerkan mempunyai sejumlah kompleks perumahan. Yang sering dipasarkan adalah Grand Citra Zam-Zam Cepu dan Tuban.

Bermodal tanah sewa, Suko mendirikan satu rumah contoh di tanah tersebut. Rumah tersebut dipotret dan dipasarkan melalui seminarnya yang selalu diselenggarakan di resto-resto.

Iming-iming rumah murah tersebut memikat para korbannya untuk menjadi bagian pemasaran atau berminat membeli.  Dengan modus tersebut, Suko sukses menggarong miliaran rupiah dari para korbannya.

Joyce Winata, salah satu korban yang melapor ke Polres Tuban mengaku sudah beberapa kali meminta pertanggungjawaban ke pengembang fiktif tersebut.

Namun, ketika diminta kejelasan atas unit perumahan yang dia pesan, Suko selalu berbelit. ‘’Saya ditipu Rp 50 juta,’’ tutur dia yang mengaku sudah lebih dari satu tahun membayar uang muka rumah tersebut. 

Baca Juga :  Tangki Thunder Bocor, Motor Hangus Terbakar

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, Suko diamankan setelah empat korbannya datang ke Polres Tuban untuk melapor.

Mayoritas korbannya tertipu mulai Rp 50-160 juta. Mereka yang membayar down payment (DP) atau uang muka pada awal 2017 diberi janji rumah bisa dihuni awal 2018. ‘’Namun, ternyata perumahan yang dijanjikan tidak pernah ada wujudnya,’’ ujar dia. 

Iwan memastikan korbannya tidak hanya dari Tuban saja, melainkan dari sejumlah kota lain. Di Tuban sendiri, Suko baru beraksi sekitar dua tahun. Mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu mengimbau, bagi para korbannya untuk melapor. 

Berdasar hasil penyidikan, Suko ditangkap seorang diri. Dalam menjalankan aksinya, belum diketahui apakah dia berkomplot dengan orang lain.

Untuk mengendus indikasi keterlibatan orang lain, kini polisi masih mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi. ‘’Sementara yang kami amankan hanya Suko,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/