alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lebih Efektif, Pebisnis Pasarkan Usaha via E-Commerce

BOJONEGORO – Pebisnis muda di Kota Ledre mulai melirik pemasaran secara elektronic (e)-commerce. Transaksi jual beli secara elektronik tersebut dinilai peluangnya cukup besar. Alasannya, mereka lebih leluasa memasarkan produknya tanpa harus ribet menanggapi pertanyaan konsumen. Beberapa anak muda lebih tertarik dengan e-commerce atau market place seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan sebagainya. 

Dian Atmoko salah satu pebisnis muda mengatakan, teknologi digital semakin tidak ada batasnya. Asal punya niat, ide, dan daya saing dengan pengusaha lain. Sejak setahun lalu, dia membuka usaha berupa jasa pembuatan undangan, lalu dipasarkan di Shopee dan Tokopedia. 

Dia hanya bermodalkan portofolio desain-desain undangannya beserta contoh hasilnya. “Tentu sangat memperhatikan portofolio saya. Harus unik dan harganya bersaing,” ujarnya. 

Baca Juga :  Realisasi DBH Migas Kurang Rp 331 Miliar

Karena, lanjut dia, di tempat berdagang tersebut ada ratusan pelaku usaha yang sama seperti miliknya. Selain itu, berbisnis e-commerce melalui online lebih santai. Sehingga, modalnya pun bisa ditekan sangat banyak. Pesanannya tiap bulan pun cukup menjanjikan, seribu sampai dua ribu undangan per bulannya. 

Menurut dia, laba bersih per bulannya antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. “Saya tentu punya vendor yang sudah langganan. Kalau saya punya alat produksinya sendiri tentu bisa memeroleh hasil lebih dari itu,” tuturnya.

Rendi pebisnis muda lainnya menambahkan, berjualan barang lebih enak melalui e-commerce. Karena, sebelumnya dia menjual melalui media sosial seperti Instagram dinilai kurang efektif dan efisien. 

Baca Juga :  Pandemi Bukan Penghalang bagi SMAN 1 Singgahan untuk Berprestasi

“Ribet kalau jualan pakai Instagram, harus menjawab pertanyaan dari konsumen. Kalau e-commerce kan diurus oleh pihak ketiga. Kita tinggal kirim barang setiap ada pesanan masuk,” tuturnya. 

Rendi menjual beraneka aksesoris smartphone dengan harga bersaing. Rata-rata omzetnya Rp 5 juta per bulan. “Permintaan konsumen pada aksesoris smartphone sangat prospektif, tinggal pintar-pintarnya kita cari supplier yang murah dan berkualitas,” ujar pelaku usaha asal Kecamatan Dander ini.

BOJONEGORO – Pebisnis muda di Kota Ledre mulai melirik pemasaran secara elektronic (e)-commerce. Transaksi jual beli secara elektronik tersebut dinilai peluangnya cukup besar. Alasannya, mereka lebih leluasa memasarkan produknya tanpa harus ribet menanggapi pertanyaan konsumen. Beberapa anak muda lebih tertarik dengan e-commerce atau market place seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan sebagainya. 

Dian Atmoko salah satu pebisnis muda mengatakan, teknologi digital semakin tidak ada batasnya. Asal punya niat, ide, dan daya saing dengan pengusaha lain. Sejak setahun lalu, dia membuka usaha berupa jasa pembuatan undangan, lalu dipasarkan di Shopee dan Tokopedia. 

Dia hanya bermodalkan portofolio desain-desain undangannya beserta contoh hasilnya. “Tentu sangat memperhatikan portofolio saya. Harus unik dan harganya bersaing,” ujarnya. 

Baca Juga :  Wadah Menumbuhkan Semangat Berolahraga¬†

Karena, lanjut dia, di tempat berdagang tersebut ada ratusan pelaku usaha yang sama seperti miliknya. Selain itu, berbisnis e-commerce melalui online lebih santai. Sehingga, modalnya pun bisa ditekan sangat banyak. Pesanannya tiap bulan pun cukup menjanjikan, seribu sampai dua ribu undangan per bulannya. 

Menurut dia, laba bersih per bulannya antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. “Saya tentu punya vendor yang sudah langganan. Kalau saya punya alat produksinya sendiri tentu bisa memeroleh hasil lebih dari itu,” tuturnya.

Rendi pebisnis muda lainnya menambahkan, berjualan barang lebih enak melalui e-commerce. Karena, sebelumnya dia menjual melalui media sosial seperti Instagram dinilai kurang efektif dan efisien. 

Baca Juga :  Trend Gowes, Toko Kewalahan Rakit Sepeda

“Ribet kalau jualan pakai Instagram, harus menjawab pertanyaan dari konsumen. Kalau e-commerce kan diurus oleh pihak ketiga. Kita tinggal kirim barang setiap ada pesanan masuk,” tuturnya. 

Rendi menjual beraneka aksesoris smartphone dengan harga bersaing. Rata-rata omzetnya Rp 5 juta per bulan. “Permintaan konsumen pada aksesoris smartphone sangat prospektif, tinggal pintar-pintarnya kita cari supplier yang murah dan berkualitas,” ujar pelaku usaha asal Kecamatan Dander ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/