alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kerjasama dengan BPPT

PACIRAN – Pembangunan kawasan industri baru seluas 400 hektare di Kecamatan Paciran mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Badan Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan kementerian perindustrian memperkuat realisasi kawasan proyek tersebut.

Menurut Kepala Bappeda Lamongan, Mursyid, kawasan industri tersebut nantinya berbasis kemaritiman. Namun tidak menutup kemungkinan industri sektor lainnya bisa masuk. Realisasinya bekerjasama BPPT dan Kementerian Perindustrianuntuk memperkuat realisasi kawasan industri tersebut. ‘’Sudah ada master of understanding (MoU) dengan BPPT,’’ terang mantan kepala dinas pendapatan daerah (Dispenda) Lamongan tersebut rabu(31/1). 

Dia mengungkapkan, dengan MoU tersebut, pemerintah pusat siap mendukung dengan membangun infrastruktur jika kawasan industri itu sudah berdiri. Efeknya pada perkembangan industri di kawasan pantura menjadi semakin berkembang. ‘’Otomatis perkembangan industri di daerah itu juga akan terdukung,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Belantik Sapi dari Jabar Serbu Pasar Hewan, Pengunjung Membeludak

Menurut dia, efek ke depan, penyerapan tenaga kerja di wilayah pantura meningkat. Juga akan menopang sektor lain. Salah satunya banyaknya pengembang perumahan yang masuk. ‘’Efek jangka panjangnya pendapatan asli daerah (PAD) akan mengikuti. Dari PBB naik drastis, BPHTB, pajak reklame, dan masih banyak lah,’’ imbuhnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasar pengamatan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terbuka Satu Pintu (PTSP) mencatat pembebasan lahan sudah mencapai 380 hektare lebih. Yakni mendekati lahan yang dibutuhkan seluas 400 hektare.

PACIRAN – Pembangunan kawasan industri baru seluas 400 hektare di Kecamatan Paciran mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Badan Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan kementerian perindustrian memperkuat realisasi kawasan proyek tersebut.

Menurut Kepala Bappeda Lamongan, Mursyid, kawasan industri tersebut nantinya berbasis kemaritiman. Namun tidak menutup kemungkinan industri sektor lainnya bisa masuk. Realisasinya bekerjasama BPPT dan Kementerian Perindustrianuntuk memperkuat realisasi kawasan industri tersebut. ‘’Sudah ada master of understanding (MoU) dengan BPPT,’’ terang mantan kepala dinas pendapatan daerah (Dispenda) Lamongan tersebut rabu(31/1). 

Dia mengungkapkan, dengan MoU tersebut, pemerintah pusat siap mendukung dengan membangun infrastruktur jika kawasan industri itu sudah berdiri. Efeknya pada perkembangan industri di kawasan pantura menjadi semakin berkembang. ‘’Otomatis perkembangan industri di daerah itu juga akan terdukung,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Bangga Jadi Qoriah UMM, Egalia Lulus dengan Predikat Summa Cum Laude

Menurut dia, efek ke depan, penyerapan tenaga kerja di wilayah pantura meningkat. Juga akan menopang sektor lain. Salah satunya banyaknya pengembang perumahan yang masuk. ‘’Efek jangka panjangnya pendapatan asli daerah (PAD) akan mengikuti. Dari PBB naik drastis, BPHTB, pajak reklame, dan masih banyak lah,’’ imbuhnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasar pengamatan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terbuka Satu Pintu (PTSP) mencatat pembebasan lahan sudah mencapai 380 hektare lebih. Yakni mendekati lahan yang dibutuhkan seluas 400 hektare.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/