alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Ingin Mondok, Sekarang Gadis ini Berharap Jadi Pengusaha Muda

SHE – Hidup harus terus berputar dengan penuh perjuangan. Dwi Rachma Agustina pun merupakan salah satu sosok perempuan yang harus dibenturkan pada situasi harus tetap melangkah ke depan. Dikarenakan dia ditinggal oleh ayah tercintanya, otomatis dia memutuskan untuk berkarir demi perekonomian keluarga tidak timpang.

Rachma, sapaan akrabnya, padahal rencana dia usai lulus dari Madrasah Aliyah Sunan Bonang Parengan Tuban, ingin melanjutkan untuk mondok.

“Tapi apa boleh buat, sudah tidak ada yang membiayai lagi, jadi saya pun memutuskan untuk bekerja,” ujar gadis asal Desa Kanten Kecamatan Trucuk tersebut.

Awal bekerja, Rachma pun langsung merantau ke Surabaya. Dia dulu bekerja di salah satu outlet pakaian yang berada di salah satu mal di Surabaya. Banyak pengalaman dan kawan yang dia dapatkan.

Baca Juga :  Perjamuan Mistisisme dan Saintisme Kebencanaan

Namun, gadis kelahiran 25 Agustus 1998 itu kerap rindu dengan Bojonegoro. Sehingga, hanya setahun saja bekerja di Surabaya. Kini, berkat usahanya dibarengi dengan doanya dan doa ibunya, Rachma pun bisa bekerja di Bojonegoro.

“Dekat dengan rumah lebih enak, kini saya kerja di salah satu perusahaan swasta Bojonegoro,” tuturnya. Menurut dia, Bojonegoro sebenarnya harus mampu menjadi harapan bagi setiap orang.

Idealnya semua warga Bojonegoro tetap berani bermimpi hidup layak di Bojonegoro. Rachma pun sudah merencanakan ingin menjadi pengusaha muda apabila sudah memiliki cukup modal.

Setidaknya, dia dan kakak perempuan sudah tidak merepotkan ibunya lagi. Sehingga, waktu pun bisa dibuat untuk merencanakan banyak hal. “Saya pun punya cita-cita menjadi seorang guru, jadi semoga jalan saya dipermudah oleh Allah,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Jelang Nataru, Siapkan Penjinak Bom

SHE – Hidup harus terus berputar dengan penuh perjuangan. Dwi Rachma Agustina pun merupakan salah satu sosok perempuan yang harus dibenturkan pada situasi harus tetap melangkah ke depan. Dikarenakan dia ditinggal oleh ayah tercintanya, otomatis dia memutuskan untuk berkarir demi perekonomian keluarga tidak timpang.

Rachma, sapaan akrabnya, padahal rencana dia usai lulus dari Madrasah Aliyah Sunan Bonang Parengan Tuban, ingin melanjutkan untuk mondok.

“Tapi apa boleh buat, sudah tidak ada yang membiayai lagi, jadi saya pun memutuskan untuk bekerja,” ujar gadis asal Desa Kanten Kecamatan Trucuk tersebut.

Awal bekerja, Rachma pun langsung merantau ke Surabaya. Dia dulu bekerja di salah satu outlet pakaian yang berada di salah satu mal di Surabaya. Banyak pengalaman dan kawan yang dia dapatkan.

Baca Juga :  Taman Santri Talun Makin Ramai, PKL Berdatangan

Namun, gadis kelahiran 25 Agustus 1998 itu kerap rindu dengan Bojonegoro. Sehingga, hanya setahun saja bekerja di Surabaya. Kini, berkat usahanya dibarengi dengan doanya dan doa ibunya, Rachma pun bisa bekerja di Bojonegoro.

“Dekat dengan rumah lebih enak, kini saya kerja di salah satu perusahaan swasta Bojonegoro,” tuturnya. Menurut dia, Bojonegoro sebenarnya harus mampu menjadi harapan bagi setiap orang.

Idealnya semua warga Bojonegoro tetap berani bermimpi hidup layak di Bojonegoro. Rachma pun sudah merencanakan ingin menjadi pengusaha muda apabila sudah memiliki cukup modal.

Setidaknya, dia dan kakak perempuan sudah tidak merepotkan ibunya lagi. Sehingga, waktu pun bisa dibuat untuk merencanakan banyak hal. “Saya pun punya cita-cita menjadi seorang guru, jadi semoga jalan saya dipermudah oleh Allah,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Jelang Nataru, Siapkan Penjinak Bom

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/