alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Hati-Hati, Warga Kota Paling Rentan Terserang DBD

KOTA – Warga Kecamatan Kota paling rentan terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, tahun lalu terdata 248 kasus DBD.

Dari jumlah itu, di Kecamatan Lamongan terdata 37 kasus. Disusul Kecamatan Babat (30 kasus), Paciran (20 kasus), Tikung (17 kasus), dan Turi (14 kasus).

‘’Tertinggi di bulan Maret yakni mencapai 53 penderita,’’ Bambang Susilo, kabid Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan kemarin (31/1).

Menurut dia, mulai Februari menjadi awal siklus peningkatan kasus penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Januari tahun lalu DBD hanya menyerang 15 orang.

Sebulan kemudian, menyasar 25 penderita. ‘’Memang siklusnya seperti itu. Data jumlah penderita tahun lalu menjadi bahan evaluasi kita,’’ imbuh Bambang. 

Baca Juga :  Waspada Banjir, Tiga Pompa Air Kota Disiapkan

Dia menduga siklus yang terjadi itu karena adanya genangan air. Di akhir tahun hingga bulan pertama tahun baru, intensitas hujan masih tinggi. Saat Februari, jumlah genangan air lebih banyak.

Kubangan air menjadi tempat nyaman bagi nyamuk pembawa vektor DBD.  ‘’Seluruh puskesmas sudah kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat siklus bulan, yang berpotensi memicu kasus DBD,’’ ujarnya.

Bambang mengimbau agar masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan. Terutama membersihkan tempat yang terdapat genangan air. Serta menerapkan penanggulangan sarang nyamuk (PSN). 

‘’PSN menjadi cara terbaik untuk mengatasi perkembangan nyamuk yang menjadi penyebab DBD,’’ katanya.  

Dia khawatir terjadi kejadian luar biasa (KLB). Yakni, adanya peningkatan dua kali lipat jumlah penderita dibanding bulan sebelumnya. ‘’Kita mendorong agar tak sampai terjadi KLB,’’ katanya. 

Baca Juga :  Alihkan 18 Ribu Jamkesda ke BPJS

Meski begitu, seluruh pelayan kesehatan juga diimbau tetap waspada. Mereka secara intens diminya mengawasi, mengontrol, dan mengambil tindakan cepat apabila ada tanda-tanda penyebaran DBD. 

‘’Vektor nyamuk pembawanya cepat sekali menyebar, itulah yang harus diperhatikan,’’ ujarnya. 

Kasus DBD beberapa kali merenggut korban. Untuk mengantisipasi hal itu, masyarakat harus tanggap. Gejala terserang DBD di antaranya panas tinggi disertai dengan nyeri kepala hebat, timbul bintik-bintik merah di kulit, mimisan, dan gusi beradar.  

‘’Kalau ada anggota keluarga yang mengalaminya harus segera dibawa ke pelayan kesehatan terdekat,’’ pintanya.

KOTA – Warga Kecamatan Kota paling rentan terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, tahun lalu terdata 248 kasus DBD.

Dari jumlah itu, di Kecamatan Lamongan terdata 37 kasus. Disusul Kecamatan Babat (30 kasus), Paciran (20 kasus), Tikung (17 kasus), dan Turi (14 kasus).

‘’Tertinggi di bulan Maret yakni mencapai 53 penderita,’’ Bambang Susilo, kabid Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan kemarin (31/1).

Menurut dia, mulai Februari menjadi awal siklus peningkatan kasus penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Januari tahun lalu DBD hanya menyerang 15 orang.

Sebulan kemudian, menyasar 25 penderita. ‘’Memang siklusnya seperti itu. Data jumlah penderita tahun lalu menjadi bahan evaluasi kita,’’ imbuh Bambang. 

Baca Juga :  Gas Bocor, Tetap Lanjut Perjalanan

Dia menduga siklus yang terjadi itu karena adanya genangan air. Di akhir tahun hingga bulan pertama tahun baru, intensitas hujan masih tinggi. Saat Februari, jumlah genangan air lebih banyak.

Kubangan air menjadi tempat nyaman bagi nyamuk pembawa vektor DBD.  ‘’Seluruh puskesmas sudah kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat siklus bulan, yang berpotensi memicu kasus DBD,’’ ujarnya.

Bambang mengimbau agar masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan. Terutama membersihkan tempat yang terdapat genangan air. Serta menerapkan penanggulangan sarang nyamuk (PSN). 

‘’PSN menjadi cara terbaik untuk mengatasi perkembangan nyamuk yang menjadi penyebab DBD,’’ katanya.  

Dia khawatir terjadi kejadian luar biasa (KLB). Yakni, adanya peningkatan dua kali lipat jumlah penderita dibanding bulan sebelumnya. ‘’Kita mendorong agar tak sampai terjadi KLB,’’ katanya. 

Baca Juga :  Membaca itu Menarik

Meski begitu, seluruh pelayan kesehatan juga diimbau tetap waspada. Mereka secara intens diminya mengawasi, mengontrol, dan mengambil tindakan cepat apabila ada tanda-tanda penyebaran DBD. 

‘’Vektor nyamuk pembawanya cepat sekali menyebar, itulah yang harus diperhatikan,’’ ujarnya. 

Kasus DBD beberapa kali merenggut korban. Untuk mengantisipasi hal itu, masyarakat harus tanggap. Gejala terserang DBD di antaranya panas tinggi disertai dengan nyeri kepala hebat, timbul bintik-bintik merah di kulit, mimisan, dan gusi beradar.  

‘’Kalau ada anggota keluarga yang mengalaminya harus segera dibawa ke pelayan kesehatan terdekat,’’ pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Tim yang Sama untuk Gua yang Sama

Ada yang Pilih Lepaskan SMAN

Jasa Tirta Tunggu Hasil Laboratorium 

Libur Semester Ditiadakan

Artikel Terbaru


/